Buku ini mengkaji lebih dalam bagaimana perkembangan civic education atau citizenship education atau pendidikan kewarganegaraan di berbagai negara. Untuk itu penulis mengorganisasikan pembahasan terpusat pada pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana konteks lahirnya civic education atau citizenship education?; Apa yang menajdi landasan pegembangannya?; Bagaimana kerangka sistematiknya?; Bagaimana profil kurikulum dan bahan belajarnya?; dan Bagaimana kultur kelasnya? Sementara itu negara-negara yang menjadi situs nasional civic education atau citizenship education akan dikelompokkan kedalam: (1) Kawasan Eropa, Amerika, an Australia, dan (2) Kawasan Asia dan Afrika.Dari hasil kajian desriptif-analitik tentang civic education atau citizenship education pada semua kawasan tersebut, akan dikemukakan: Persamaan karakteristik civic education secara universal; Keunikan profil civic education pada masing-masing negara; Strategi umum pengembangan kurikulum dan pembelajaran civic education di berbagai negara; Analisis teoretik dan empirik berbagai konsepsi pengembangan kurikulum dan pembelajaran civic education yang diterapkan dalam konteks sistem pendidikan di berbagai negara; Keunggulan dan kelemahan setiap konsepsi pengembangan kurikulum dan pembelajaran civic education dalam konteks sistem pendidikan negara berkembang; dan Model adaptif kurikulum dan pembelajaran civic education untuk negara berkembang dalam perspektif kebutuhan pengembangan pendidikan kewarganegaraan.
Sebuah buku tentang perkenalan & percakapan tentang karya besar Cervantes, Don Quixote"Inilah cerita paling sedih dari semua cerita dan lebih menyedihkan karena ia membuat kita tertawa."Begitulah penyair Inggris Lord Byron menulis tentang Don Quixote, karya Miguel Cervantes yang berumur lebih dari 400 tahun.Ada yang mencatat bahwa karya ini salah satu novel terlaris dalam sejarah: sampai dengan hari ini, sejak Don Quixote Buku ke-I terbit, di tahun 1605 sebelum di Indonesia VOC mendirikan Batavia buku itu sudah terjual 500 juta eksemplar. Setelah lebih dari 140 bahasa menerjemahkannya, bahasa Indonesia segera menyusul.Buku ini, Si Majenun dan Sayid Hamid, adalah sebuah perkenalan dan percakapan tentang karya besar Cervantesitu.Memang menakjubkan, buku fiksi yang kocak ini membangkitkan respons dari pengarang-pengarang ternama dan serius di pelbagai penjuru.
Jauh di masa lalu ketika hiruk-pikuk mesin perang dan konfrontasi bersenjata masih meliputi air, udara, dan tanah Indonesia. Ketika Republik ini masih berusia seumur jagung, pada masa ketika pemerintah berjuang untuk mempertahankan keberadaan Republik yang masih belia ini dari serangan penjajah Belanda dan rongrongan para pemberontak dari tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia lahir sebuah pasikan khusus yang memiliki kemampuan dan keberanian menggetarkan. Sebuah pasukan yang dihormati oleh kawan dan disegani lawan.Reputasi yang didapat pasukan ini bukan berasal dari serangkaian pencitraan, bukan pula mitos yang digaungkan melalui berbagai media seperti layaknya mitos-mitos pasukan khusus yang kita dengar sekarang ini, melainkan melalui rangkaian perjuangan panjang yang menuntut keuletan, keterampilan, ketabahan, ketahanan, keberanian, dan upaya yang terkadang melampaui prajurit, mengingat bahwa mau tidak mau mereka harus selalu siap diturunkan di berbagai medan. Namun, yang membedakannya, atau yang membuat mereka layak diberi sandaran sebagai pasukan khusus, adalah hasil dan keefektifan mereka dalam menjalanan tugas.Pada masa kejayaannya, Resimen Pelopor, nama pasukan tersebut, merupakan sebuah "mesin perang" yang efektif dan efisien. Setidaknya, mereka merupakan gambaran ideal dari sebuah pasukan khusus: berani, berkemampuan tinggi, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas. Dimanapun mereka diturunkan, dimana pun mereka ditugaskan, para anggota pasukan ini seolah memiliki semboyan bahwa itu adalah penugasan terakhir mereka sehingga mereka memiliki semangat yang meluap-luap.Sayangnya, gelombang sejarah menenggelamkan kesatuan ini dalam palung terdalam. Ketika terjadi pergantian penguasa, keberlangsungan pasukan ini pun seolah mereka tidak pernah ada. Yang lebih ironis lagi, kisah kehebatan mereka nyaris tak ditulis dalam sejarah dan hanya menjadi cerita pengantar tidur anak-anak, cucu, dan saudara terdekat para mantan anggota pasukan tersebut.Inilah buku yang mengulas kisah para prajurit hebat yang terlupakan dan nyaris tanpa sejarah itu. Ditulis berdasar cerita, wawancara, dan sumber-sumber lainnya, buku ini berupaya merekonstruksi sejarah dan heroisme Resimen Pelopor, pasukan elit yang terlupakan.
Ketika bumi mulai kehilangan batas-batas geografisnya,begitupula cinta yang tak kan terhalang oleh ruang danwaktu.Seandainya jarak bisa dilipat, aku akan melipatnya agardiriku senantiasa berada di dekatmu.Karena jarak yang membentang mengajarkan aku arti darisebuah kerinduan. Menyuruhku berdiri diatas kesetiaan. Dankarena itu pula dapat kutemukan mozaik kehidupan.Selama kita masih berada di bumi yang sama, maka jarak itukan menyempit seiring cinta yang selalu menyala. Selamakaki kita masih menginjak tanah yang sama, perbedaan itukian sirna.....Dengarlah... kau tnematig terlalu jault untuk kugapai.Namun aku selalu percaya, suatu saat tangan Tuhan sendiriyang akan menyatukan kita.... karena kita memang satu....
(Cetak ulang cover baru)Philip, Jack, Dinah, dan Lucy-Ann yang berlibur ke Craggy-Tops sama sekali tidak mengira akan menjumpai begitu banyak hal yang mengejutkan.Tinggal dalam sebuah rumah tua separuh bobrok di atas karang terjal sudah merupakan keasyikan tersendiri bagi mereka. Belum lagi ditambah dengan pelayan aneh berkulit hitam, Pulau Suram yang misterius, dengan tambang tembaga yang sudah lama terlupakan serta orang-orang yang bekerja secara rahasia di sana, lorong-lorong rahasia, dan sebuah lorong di bawah laut!Semuanya membuat petualangan yang dialami keempat anak itu bukan hanya menegangkan, tapi juga penuh bahaya.Dan Kiki, burung kakaktua Jack yang selalu berbicara kocak, membuat petualangan itu semakin seru.
Masa kecil memang tak bisa dilupakan, ya? Kalau diingat-ingat lagi, jadi senyum-senyum sendiri. Masa kecilku penuh suka cita! Dulu, aku senang sekali jajan gulali, es lilin, es kue, permen karet yang bisa ditiup, mainan orang-orangan....Selain suka, masa kecilku juga penuh duka dan luka. Ya, luka! Waktu kecil, aku paling tak bisa diam. Main ini, main itu. Jatuh di sini, jatuh di sana.... Ah, aku jadi rindu masa kecilku....
Malcolm X membagikan kisah hidupnyadari mulai meng-edarkan obat bius hingga menjadi kepala perampok orang-orang kaya di AS. Malcolm tak segan-segan menceritakan lika-liku kriminalitas yang pernah dikerjakan sebelum akhirnya menemukan kebenaran, yaitu Islam. Perjalanan Malcolm sendiri sebagai tokoh reformis di kalangan negro di AS dianggap paling berpengaruh sehingga patungnya pun didirikan di sana. Tak banyak negro yang diapresiasi seperti Malcolm di AS, hingga kini. Membaca buku ini terasa lebih lezat dari menikmati hidangan makan siang. Anda tidak pernah menyangka kalau buku ini lebih heroik dibandingkan filmnya. Alexander Murray Palmer Haley (11 Augustus 1921 - 10 Februari 1992) adalah penulis Afrika-Amerika yang sangat dikenal dengan sejumlah karyanya. Setelah berhenti dari Coast Guard, ia memulai karier menulisnya, dan itu membawa dirinya menjadi editor senior untuk Reader's Digest. Sejumlah karya telah dibukukan, dan tidak ada yang menyangkal bahwa buku otobiografi inilah yang dianggap sebagai yang terbaik. *** "Buku yang penulisannya dibantu oleh Alex Haley ini adalah karya penting yang harus diibaca oleh semua orang!" Amazon.com
Komunikasi adalah tulang punggung dalam kehidupan sosial kita. Tanpa keterampilan komunikasi, kemampuan uricuk maju di dunia kerjadan kehidupan itu sendiri hampir mustahil dicapai. Tapi sayangnya, berbicara di depan umum adalah salah satu bentuk komunikasi yang esensial dan palingditakuti. Padahal ini memiliki dampak yang sangat besar pada karier dan tingkat kesuksesan Anda. Seseorang yang berbicara terbata-bata di depan publik tentu tidak dapat menyakinkan publik terhadap isi pesan yang disampaikan.Oleh karena itu, buku ini disusun dengan maksud membantu pembaca sekalianmemahami bagaimana membangun komunikasi yang efekit dan meyakinkan,mengatasi rasa takut atau grogi berbicara didepan umum. dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam berbicara.
Ini kisah seorang Pingkan Rahma, Cerdas, Cantik, Humonis, Berkarakter, Fotomodel, pula. Ia kuliah di Perth, Australia. IP-nya 3, 75 padahal jurusannya Fisika. Apalagi kekurangan Pingkan? Jalan lempang menuju puncak prestasi terbentang. Namun, Ping justru memilih jalan lain. Jalan yang bagi sebagian orang kelihatan suram, namun Ping tahu, itu jalan yang giliang gemilang. Ini cerita yang luar biasa. Bersetting seorang dara muda yang mencari identitasnya di sebuah negeri nan jauh, Australia. Kocak, lincah, indah, bertenaga, namun tetap bernas, hidup dan berserak hikmah tanpa berkesan menggurui...
Hidup kekristenan adalah sebuah kehidupan yang penuh kemenangan. Mengapa saya katakan demikian? Karena apabila kita meyakini bahwa Kematian dan kebangkitan Kristus adalah sebuah kemenangan, maka kehidupan setiap orang yang mengikut Kristus haruslah juga menjadi sebuah kehidupan yang penuh kemenangan. Fondasi kemenangan dalam hidup pengikut Kristus bukanlah pada kekuatannya, kekayaannya, atau pada apa yang dilihatnya, melainkan pada "iman"nya. Buku ini berisi 50 outline khotbah yang banyak berbicara tentang "iman" dan bagaimana "iman" tersebut dapat membawa setiap kita yang menjadi pengikut Kristus untuk mengalami kemenangan demi kemenangan. Saya berharap bahwa buku ini dapat membantu memberi inspirasi bagi rekan-rekan hamba Tuhan, pemimpin-pemimpin kelompok sel atau siapapun yang bertugas menyampaikan renungan. Dalam tiap outline di buku ini terdapat Tema hotbah, nats Alkitab, pendahuluan, kalimat kunci, isi khotbah yang mencakup point dan sub point beserta penjelasannya, serta penutup khotbah.Buku yang ada di tangan anda ini adalah buku pertama dari seri buku outline khotbah yang (apabila Tuhan kehendaki) seluruhnya bertema "kemenangan". Kiranya segala puji hormat dan kemuliaan, hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.
Mempelajari Hadis Nabi selalu menarik terlebih bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat masa kini. Sesungguhnya, banyak problem masa kini bisa teratasi dengan mempelajari perilaku Nabi. Karena, segala perbuatan baik maupun buruk, yang terjadi di masa kini, telah terjadi pula di zaman Nabi hanya bentuknya saja yang berubah. Buku ini, yang ditulis dengan gaya bercerita, mengajak pembaca mengkaji hadis melalui wawancara imajiner dengan Nabi Saw. Dengan cara penulisan yang mengalir, kita seolah-olah diajak berdialog langsung dengan Nabi berkaitan dengan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari.TENTANG PENULIS:TASIRUN SULAIMAN lahir di Tegal 15 November 1965. Menamatkan pendidikannya di Pondok Modern Gontor, juga sempat menjadi pengajar di almamaternya selama 4 tahun, sembari berkuliah di IPD (Institut Pendidikan Darussalam, saat itu) di Pondok Modern Gontor. Baginya menulis adalah sarana berbagi pengetahuan dan meluaskan wawasan yang mengasyikan. Karena itu, ia aktif membuat tulisan-tulisan ringan yang diunggah di statusnya, bahkan jumlahnya mencapai sekitar 300 judul. Ia telah menulis puluhan buku yang sudah diterbitkan seperti: Humor Sufistik dan Hikmah (10 seri), Bukan Cinta Biasa, Kiai Sontoloyo; Robin Hood Bangkit Kembali, Menjadi Sufi Moderen (5 seri), Bersama Rasulullah di Surga (3 Seri), Hidup dalam Cinta, Wisdom Kekuasaan, Serial Agama Cinta (3 Seri), Book of Wisdom, Wisdom of Gontor, 30 Sajian Rohani Dr. Nurcholish Madjid, dan Tuhan Kesepian.Ia juga menulis serial buku anak, di antaranya berjudul: Muslim Bed Story (3 seri) dan Cerita yang Membesarkan Jiwa Anak (5 Seri).KEUNGGULAN BUKU:- Ditulis dengan gaya bercerita yang mengalir seolah-olah diajak berdialog langsung dengan Nabi Saw.- Mengajak pembaca mengkaji hadis melalui wawancara imajiner dengan Nabi Saw. yang membahas masalah sehari-hari.
Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, "Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk rupa." Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya atas dunia ini. Lihatlah betapa Monster itu melakukan semuanya hanya untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya ternoda! Jika ada yang manis, Dia buat masam! Jika ada yang bernilai, dibuat-Nya jadi sampah! Dia tak lebih dari sekadar Badut dan Pesulap Murahan, Pembohong Gila! Dan kegilaan-Nya masih terus membuatku lebih gila lagi! The Madness of God menjadikan ketergelinciran Iblis, dan dakwaannya kepada Tuhan karena telah "menyesatkannya", sebagai landasan bagi pertanyaan-pertanyaan mengenai kemungkinan kehendak-bebas di hadapan kemahakuasaan Tuhan. Pertanyaan yang berulang kali diajukan adalah: jika Tuhan Mahakuasa, dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk dapat disalahkan karena dosa-dosanya? Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. The Madness of God penting dibaca oleh para monoteis yang kritis. Shawni meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel ini, terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.
Buku Pintar Anak Muslim, Aku Belajar Akhlak ini hadir sebagai salah satu media yang membantu orangtua dalam mengenalkan jenis ibadah kepada anak-anaknya melalu berbagai kisah dan aktivitas seru, menyenangkan, dan tentunya mendidik.Aktivitas tersebut meliputi: menggambar, mewarnai, menempel, melipat, menebalkan garis putus-putus, mencocokkan, melengkapi, menyusun puzzle, mencari jalan, menghitung tunggal sederhana, menulis dasar, sensori peraba, storytelling, dan berkomunikasi lewat permainan drama,Melalui buku ini, anak-anak muslim usia dini dapat tumbuh ceria penuh aktivitas menyenangkan dan mampu mengenal islam dengan baik melalui cara yang menarik.
Pendidikan karakter tiba-tiba menjadi wacana hangat di dunia pendidikan lndonesia. Gagasan pendidikan karakter menginterupsi kita, atau bahkan menonjok keterlenaan kita. Selama ini kita begitu asyik berenang-renang pada model pendidikan yang menafikan karakter, sibuk menyusun desain pembelajaran dengan meletakkan pilihan a, b, atau c sebagai evaluasi terakhir. Kita bangga menyaksikan anak-anak didik begitu terampil memainkan pensil 28-nya di antara isian soal ujian akhir...Merujuk pada piramida terbalik Maslow, kini saatnya dunia pendidikan mengubah paradigma. Bukan lagi mengarahkan siswa untuk sekadar memiliki keterampilan mengerjakan soal-soal eksakta (IQ), melainkan mendorong siswa untuk dapat mengaktualisasikan dirinya dan memiliki kebiasaan menemukan makna kehidupan...Buku ini menawarkan cara pandang baru dalam pendidikan karakter. Merujuk pada hadits Nabi bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan krakter, buku ini menawarkan sejumlah prinsip pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an. Mengapa? Al-Qur'an adalah akhlak Muhammad Rasulullah, atau Muhammad Rasulullah adalah Al-Qur'an hidup. Jadi, bila kita hendak mengarahkan pendidikan kita, dan menumbuhkan karakter yang kuat pada anak didik, tiada lagi model yang memiliki karakter yang sempurna kecuali Muhammad Rasulullah.
"Jangan pernah minta maaf karena menjadi dirimu sendiri." Perayaan Natal tahun ini menjadi titik balik bagi Skylar Tempest. Pameran karya seni yang tidak dihadiri satu pun keluarganya, lamaran kekasih yang tak terduga, serta penyelamatan oleh Alec Hunter. Lelaki sinis, ahli sejarah maritim, sekaligus pembawa acara terkenal yang dijuluki Pemburu Kapal Karam itulah yang menemaninya pada saat paling memalukan dalam hidup Sky. Alec selalu menganggap Sky tidak lebih dari gadis pirang cantik rapuh yang berbahaya. Namun, keputusan untuk membawa Sky ke perayaan Natal keluarganya membuat Alec menyadari betapa banyak potensi yang dimiliki gadis itu. Ia pun nekat meyakinkan Sky untuk kembali ke Puffin Island, tempat sahabat-sahabat mereka berkumpul. Sky dan Alec tidak pernah berniat untuk saling jatuh cinta. Namun, seiring malam dingin yang berlalu dan daya tarik di antara mereka meningkat tajam, mungkinkah kali ini mereka bisa menjadi diri sendiri dan tetap mencintai?
Salam Pramuka!Teman-teman tentunya tahu apa itu pramuka. Kita bahkan diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini di sekolah. Tapi sebenernya, apa sih positifnya ikut pramuka? Kegiatan pramuka itu ngapain aja sih?Tak kenal maka tak sayang, sepertinya ini istilah yang tepat buat menggambarkan pramuka. Buku ini akan mengajak teman-teman semua berpetualang ke dunia pramuka. Kita akan naik mesin waktu ke tahun 1901 supaya bisa tahu lebih jelas tentang sejarah pramuka. Nggak hanya itu, kita juga akan belajar sama-sama soal semangat pramuka, Dasadharma, dan Trisatya. Yuk, ,kita bca sama-sama.Setelah sekian lama menunggu angin segar di dunia kepramukaan, akhirnya saya menemukan terobosan besar dari buku ini. Ditulis dengan gaya bahasa remaja, sehingga mudah dipahami dan menarik.- Pakualam IX, Ka Kwarda Yogyakarta-
Telah tersedia di Bukukita.com buku yang banyak dicari tentang Rahasia Kesuksesan dari orang terkaya ke 10 di Indonesia:Buku Trilogy of Inspirations Hermanto Tanoko Richer Mindsetyang menceritakan tentang kisah hidup Hermanto Tanoko hingga berada di titik saat ini.SETIAP PEMBELIAN INCLUDE 3 BUKU (1 PAKET) Semua Buku Hardcover dikemas dalam Boxset[Buku 1] Menceritakan tentang memori masa kecil ketika pertama kali mengenal dunia bisnis[Buku 2] Berisi tentang transformasi Hermanto Tanoko yang membawa nihai-nilai mulia yang ditanamkan oleh orang tua dari kecil pinga beranjak dewasa[Buku 3] Menceritakan sepak terjang Hermanto Tanoko dałam menggeluti dunia bisnis dengan berbagai macam lini bisnis yang telah dijalankanSemua Buku dengan sampul Hardcover dikemas dalam Boxset dengan cetakan premium full color dan cover dengan embose tinta emas (Sangat Eksklusif dan Premiun).Buku ini menceritakan keluarga, kisah hidup, prinsip hidup dari kecil, remaja hingga dewasa dengan masing-masing buku terpisah yang disusun dengan sangat bagus untuk dapat mudah dipahami dengan gambar ilustrasi menarik (full color). Setiap bab dan sesi yang diceritakan dengan baik beserta halaman quisioner yang bisa kita isi sebagai pembaca untuk introspeksi dan lebih memahami inti dari setiap bab.Terdapat banyak poin penting pada setiap bagian buku yang memberikan cara dan rahasia menjadi sukses yang belum pernah diceritakan sebelumnya.Dengan membaca buku ini, anda akan dibawa dalam pola pikir yang tersusun rapi bagaimana membentuk pola pikir serta kebiasaan yang dijalankan sejak kecil, remaja hingga menjadi pengusaha terkaya di Indonesia.Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh siapa saja mulai dari anak-anak, remaja, teman, saudara dan tentunya anda sendiri yang ingin menjadi orang sukses seperti pak Hermanto Tanoko. Buku ini merupakan intisari dan rahasia yang dikumpulkan selama puluhan tahun hingga kesuksesan pak Hermanto Tanoko saat ini.Nilai buku ini sangat murah dibandingkan dengan ilmu, pelajaran dan rahasia yang dibagiakan didalam buku ini.Setiap buku dicetak dengan kertas premium full color dengan sampul Hardcover dengan judul embossed tinta emas, sangat berkelas sesuai dengan isi buku dan sangat layak menjadi buku acuan untuk dipelajari dan dikoleksi.Dengan harga ini (3 buku hardcover dikemas lagi dalam Boxset) sangat murah dibandingkan dengan kualitas dan ilmu yang didapatkan, dibandingkan ikut seminar mahal atau menonton konser dengan harga jutaan, maka buku wajib anda miliki sebagai pembelajaran untuk mencapai kesuksesan anda.Silahkan langsung order sekarang sebelum kehabisan, ekslusif di Bukukita.com, stok sangat terbatas!!
Indonesia tidak seharusnya melupakan Baharuddin Lopa. Ia adalah seorang pendekar hukum yang tak pernah lupa. Lopa tak pernah alpa pada tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus menjalankan perintah-Nya untuk menebarkan kebaikan sesuai dengan peran yang diemban. Maka, Lopa tak pernah lupa bahwa ia adalah penegak hukum yang memiliki tanggung jawab penuh menegakkan keadilan di muka bumi ini. Bila sudah menyinggung tentang hukum dan keadilan, jangan berharap datang kompromi darinya. Sekali lagi, karena Lopa tak pernah lupa pada tanggung jawabnya.Namun bangsa ini, kini, gampang lupa. Penyimpangan-penyimpangan kembali bertumbuhan seiring kepergian Lopa. Maka, untuk mewujudkan cita-cita negeri yang damai dan adil, marilah Indonesia, jangan kita melupakan keteladanan yang ditabur oleh Baharuddin Lopa.Endorsement:Berintegritas, pintar, dan berani.- K.H. Abdurrahman Wahid,, Presiden ke-4 Republik IndonesiaPak Lopa sebagai Guru Besar Tidak Tetap Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mendapat Anugerah UII (UII Award) yang pertama, karena dinilai memiliki integritas dan menjadi teladan dalam penegakan hukum di Indonesia.- Artidjo Alkostar, Dosen Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Hakim Agung (2000-2018),Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI (2007-20018)Ibarat tinju, kita terkena hook di dagu. Pukulan ini biasanya membuat KO. Itulah rasanya yang menimpa kita ditinggalkan Baharuddin Lopa. Dia pergi pada saat kita membutuhkannya, pada saat dirinya mendapatkan kesempatan untuk memulai perjuangan besar, dambaan hidupnya: menegakkan hukum. Mungkin Lopa sendiri pergi dengan pedih, bukan karena mendadak dipanggil Tuhan, melainkan karena kecemasan akan berlanjutnya kesemrawutan hukum di tengah bangsanya. Lopa memang bukan satu-satunya harapan. Tetapi, rasanya, dia adalah ujung tombak. Ketika ujung tombak ini patah, masihkah ada harapan untuk menegakkan hukum yang sudah begini parah?- Rakyat Merdeka, 5 Juli 2001