1 Jam Bersama Nabi

Mempelajari Hadis Nabi selalu menarik terlebih bila dikaitkan dengan kondisi masyarakat masa kini. Sesungguhnya, banyak problem masa kini bisa teratasi dengan mempelajari perilaku Nabi. Karena, segala perbuatan baik maupun buruk, yang terjadi di masa kini, telah terjadi pula di zaman Nabi hanya bentuknya saja yang berubah. Buku ini, yang ditulis dengan gaya bercerita, mengajak pembaca mengkaji hadis melalui wawancara imajiner dengan Nabi Saw. Dengan cara penulisan yang mengalir, kita seolah-olah diajak berdialog langsung dengan Nabi berkaitan dengan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari.TENTANG PENULIS:TASIRUN SULAIMAN lahir di Tegal 15 November 1965. Menamatkan pendidikannya di Pondok Modern Gontor, juga sempat menjadi pengajar di almamaternya selama 4 tahun, sembari berkuliah di IPD (Institut Pendidikan Darussalam, saat itu) di Pondok Modern Gontor. Baginya menulis adalah sarana berbagi pengetahuan dan meluaskan wawasan yang mengasyikan. Karena itu, ia aktif membuat tulisan-tulisan ringan yang diunggah di statusnya, bahkan jumlahnya mencapai sekitar 300 judul. Ia telah menulis puluhan buku yang sudah diterbitkan seperti:  Humor Sufistik dan Hikmah (10 seri), Bukan Cinta Biasa, Kiai Sontoloyo; Robin Hood Bangkit Kembali, Menjadi Sufi Moderen (5 seri), Bersama Rasulullah di Surga (3 Seri), Hidup dalam Cinta, Wisdom Kekuasaan, Serial Agama Cinta (3 Seri), Book of Wisdom, Wisdom of Gontor, 30 Sajian Rohani Dr. Nurcholish Madjid, dan Tuhan Kesepian.Ia juga menulis serial buku anak, di antaranya berjudul:  Muslim Bed Story (3 seri) dan Cerita yang Membesarkan Jiwa Anak (5 Seri).KEUNGGULAN BUKU:-    Ditulis dengan gaya bercerita yang mengalir seolah-olah diajak berdialog langsung dengan Nabi Saw.-    Mengajak pembaca mengkaji hadis melalui wawancara imajiner dengan Nabi Saw. yang membahas masalah sehari-hari.

Iblis Menggugat Tuhan : The Madness of God

Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, "Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk rupa." Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya atas dunia ini. Lihatlah betapa Monster itu melakukan semuanya hanya untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya ternoda! Jika ada yang manis, Dia buat masam! Jika ada yang bernilai, dibuat-Nya jadi sampah! Dia tak lebih dari sekadar Badut dan Pesulap Murahan, Pembohong Gila! Dan kegilaan-Nya masih terus membuatku lebih gila lagi! The Madness of God menjadikan ketergelinciran Iblis, dan dakwaannya kepada Tuhan karena telah "menyesatkannya", sebagai landasan bagi pertanyaan-pertanyaan mengenai kemungkinan kehendak-bebas di hadapan kemahakuasaan Tuhan. Pertanyaan yang berulang kali diajukan adalah: jika Tuhan Mahakuasa, dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi di luar kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk dapat disalahkan karena dosa-dosanya? Seiring dengan bergulirnya cerita, pembaca akan tenggelam dalam keyakinan tentang keesaan, kemahakuasaan, dan keadilan Tuhan. The Madness of God penting dibaca oleh para monoteis yang kritis. Shawni meramu adikaryanya ini dengan gayanya yang amat unik dan khas. Novel ini, terlepas dari judulnya yang provokatif, merupakan usaha Shawni dalam menyelaraskan keimanannya dengan akalnya.

Buku Trilogy of Inspirations Hermanto Tanoko Richer Mindset

Telah tersedia di Bukukita.com buku yang banyak dicari tentang Rahasia Kesuksesan dari orang terkaya ke 10 di Indonesia:Buku Trilogy of Inspirations Hermanto Tanoko Richer Mindsetyang menceritakan tentang kisah hidup Hermanto Tanoko hingga berada di titik saat ini.SETIAP PEMBELIAN INCLUDE 3 BUKU (1 PAKET) Semua Buku Hardcover dikemas dalam Boxset[Buku 1] Menceritakan tentang memori masa kecil ketika pertama kali mengenal dunia bisnis[Buku 2] Berisi tentang transformasi Hermanto Tanoko yang membawa nihai-nilai mulia yang ditanamkan oleh orang tua dari kecil pinga beranjak dewasa[Buku 3] Menceritakan sepak terjang Hermanto Tanoko dałam menggeluti dunia bisnis dengan berbagai macam lini bisnis yang telah dijalankanSemua Buku dengan sampul Hardcover dikemas dalam Boxset dengan cetakan premium full color dan cover dengan embose tinta emas (Sangat Eksklusif dan Premiun).Buku ini menceritakan keluarga, kisah hidup, prinsip hidup dari kecil, remaja hingga dewasa dengan masing-masing buku terpisah yang disusun dengan sangat bagus untuk dapat mudah dipahami dengan gambar ilustrasi menarik (full color). Setiap bab dan sesi yang diceritakan dengan baik beserta halaman quisioner yang bisa kita isi sebagai pembaca untuk introspeksi dan lebih memahami inti dari setiap bab.Terdapat banyak poin penting pada setiap bagian buku yang memberikan cara dan rahasia menjadi sukses yang belum pernah diceritakan sebelumnya.Dengan membaca buku ini, anda akan dibawa dalam pola pikir yang tersusun rapi bagaimana membentuk pola pikir serta kebiasaan yang dijalankan sejak kecil, remaja hingga menjadi pengusaha terkaya di Indonesia.Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh siapa saja mulai dari anak-anak, remaja, teman, saudara dan tentunya anda sendiri yang ingin menjadi orang sukses seperti pak Hermanto Tanoko. Buku ini merupakan intisari dan rahasia yang dikumpulkan selama puluhan tahun hingga kesuksesan pak Hermanto Tanoko saat ini.Nilai buku ini sangat murah dibandingkan dengan ilmu, pelajaran dan rahasia yang dibagiakan didalam buku ini.Setiap buku dicetak dengan kertas premium full color dengan sampul Hardcover dengan judul embossed tinta emas, sangat berkelas sesuai dengan isi buku dan sangat layak menjadi buku acuan untuk dipelajari dan dikoleksi.Dengan harga ini (3 buku hardcover dikemas lagi dalam Boxset) sangat murah dibandingkan dengan kualitas dan ilmu yang didapatkan, dibandingkan ikut seminar mahal atau menonton konser dengan harga jutaan, maka buku wajib anda miliki sebagai pembelajaran untuk mencapai kesuksesan anda.Silahkan langsung order sekarang sebelum kehabisan, ekslusif di Bukukita.com, stok sangat terbatas!!

Lopa Yang Tak Terlupa [Free buku Berani Korupsi itu Memalukan]

Indonesia tidak seharusnya melupakan Baharuddin Lopa. Ia adalah seorang pendekar hukum yang tak pernah lupa. Lopa tak pernah alpa pada tanggung jawabnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang harus menjalankan perintah-Nya untuk menebarkan kebaikan sesuai dengan peran yang diemban. Maka, Lopa tak pernah lupa bahwa ia adalah penegak hukum yang memiliki tanggung jawab penuh menegakkan keadilan di muka bumi ini. Bila sudah menyinggung tentang hukum dan keadilan, jangan berharap datang kompromi darinya. Sekali lagi, karena Lopa tak pernah lupa pada tanggung jawabnya.Namun bangsa ini, kini, gampang lupa. Penyimpangan-penyimpangan kembali bertumbuhan seiring kepergian Lopa. Maka, untuk mewujudkan cita-cita negeri yang damai dan adil, marilah Indonesia, jangan kita melupakan keteladanan yang ditabur oleh Baharuddin Lopa.Endorsement:Berintegritas, pintar, dan berani.- K.H. Abdurrahman Wahid,, Presiden ke-4 Republik IndonesiaPak Lopa sebagai Guru Besar Tidak Tetap Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mendapat Anugerah UII (UII Award) yang pertama, karena dinilai memiliki integritas dan menjadi teladan dalam penegakan hukum di Indonesia.- Artidjo Alkostar, Dosen Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Hakim Agung (2000-2018),Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI (2007-20018)Ibarat tinju, kita terkena hook di dagu. Pukulan ini biasanya membuat KO. Itulah rasanya yang menimpa kita ditinggalkan Baharuddin Lopa. Dia pergi pada saat kita membutuhkannya, pada saat dirinya mendapatkan kesempatan untuk memulai perjuangan besar, dambaan hidupnya: menegakkan hukum. Mungkin Lopa sendiri pergi dengan pedih, bukan karena mendadak dipanggil Tuhan, melainkan karena kecemasan akan berlanjutnya kesemrawutan hukum di tengah bangsanya. Lopa memang bukan satu-satunya harapan. Tetapi, rasanya, dia adalah ujung tombak. Ketika ujung tombak ini patah, masihkah ada harapan untuk menegakkan hukum yang sudah begini parah?- Rakyat Merdeka, 5 Juli 2001

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?