Buku ini disusun oleh para ahli yang sangat berpengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan nasional yang mengacu pada KURIKLUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP), yang berisikan soal-soal Ulangan Harian semua mata pelajaran SD/MI kelas 3 dengan ragam dan tipe soal yang berbeda-beda dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda pula. Dari kategori soal yang paling sederhana hingga yang terumit, lengkap dengan kunci jawabannya. Dan setiap paket soal yang ada dalam buku ini selalu diawali dengan pembahasan intisari semua materi yang ada.Buku "30 MENIT BERES ULANGAN HARIAN SD/MI KELAS 2" tentunya sangat bermanfaat bagi setiap siswa. Dan dengan mempelajari buku ini, maka tidak heran setiap siswa hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menyelesaikan setiap ulang harian yang ada dan mampu meraih nilai 100. Buku ini juga sangat berguna bagi para siswa dalam menghadapi Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester sehingga semua siswa dapat naik kelas dengan nilai yang sangat memuaskan.Jadi buku ini sangatlah tepat untuk dijadikan sebagai buku pegangan wajib oleh siswa dan guru dalam rangka menyukseskan pendidikan nasional yang berkualitas.
"Aku mencintaimu!!! Bukan dengan tangan tapi dengan jiwa, bukan dengan kata tapi dengan perasaan, bukan pula dengan nafsu tapi dengan cinta, bukan dengan janji tapi dengan hati.""Jika kegelapan menyembunyikan pepohonan dan bunga-bunga dari penglihatan kita. Ia tidak akan menyembunyikan cinta dalam hati kita.""Jangan pernah takut untuk jatuh cinta, mungkin akan begitu menyakitkan, dan mungkin akan menyebabkan engkau sakit dan menderita. Tapi jika engkau tidak mengikuti kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis, Jauh lebih pedih, Karena saat itu menyadari bahwa engkau tidak pernah memberi, Cinta itu sebuah jalan."
Peribahasa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari ternyata tidak banyak yang mengerti artinya dengan tepat. Peribahasa tidak bisa diartikan kata demi kata, tetapi harus secara keseluruhan untuk mendapatkan maknanya. Karena peribahasa memang diciptakan untuk menyampaikan pesan-pesan secara halus baik berupa nasihat, sindiran maupun teguran. Dan tentunya peribahasa harus terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang berestetika tinggi.Buku ini berisikan peribahasa-peribahasa yang sangat populer beserta artinya yang sering digunakan di sekolah-sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Buku ini sangat cocok dimiliki oleh semua orang, mulai dari para pelajar, mahasiswa, guru dan dosen hingga orang umum.
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Buku ini disusun oleh para ahli yang sangat berpengalaman dalam penyelenggaraan pendidikan nasional yang mengacu pada KURIKLUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP), yang berisikan soal-soal Ulangan Harian semua mata pelajaran SD/MI kelas 3 dengan ragam dan tipe soal yang berbeda-beda dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda pula. Dari kategori soal yang paling sederhana hingga yang terumit, lengkap dengan kunci jawabannya. Dan setiap paket soal yang ada dalam buku ini selalu diawali dengan pembahasan intisari semua materi yang ada.Buku "30 MENIT BERES ULANGAN HARIAN SD/MI KELAS 1" tentunya sangat bermanfaat bagi setiap siswa. Dan dengan mempelajari buku ini, maka tidak heran setiap siswa hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk menyelesaikan setiap ulang harian yang ada dan mampu meraih nilai 100. Buku ini juga sangat berguna bagi para siswa dalam menghadapi Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester sehingga semua siswa dapat naik kelas dengan nilai yang sangat memuaskan.Jadi buku ini sangatlah tepat untuk dijadikan sebagai buku pegangan wajib oleh siswa dan guru dalam rangka menyukseskan pendidikan nasional yang berkualitas.
Di sepanjang jalan yang dipenuhi bunga angsana kering, vania terpaku. Bukankah cinta yang tumbuh sejak masa kecil seharusnya bisa berakhir bahagia? Seperti yang terjadi dalam banyak cerita romantis yang dia tahu. Namun, tenyata alur cinta tak selalu semanis itu. Raka, laki-laki cinta masa kanak-kanaknya. Kini terasa begitu asing, Vania tak tahu bagaiman cara merengkuhnya karea dunia mereka kini begitu jauh berbeda. Akhir bahagia yang dia damba, cerita perih yang terus dia rasa.Membiarkan cinta menemukan jalannya sendiri, atau memilih memutar berbalik pergi? Di sepanjang jalan yang dipenuhi bunga angsana kering, Vania harus memastikan hati.
Kalian sudah tahu atau pernah mendengar istilah wartawan, kan? Itu lho, orang yang ke sana kemari buat mencari berita. Pekerjaan mereka sangat seru dan menantang! Apakah kalian punya cita-cita untuk jadi wartawan? Atau, tertarik buat mencari tahu bagaimana mereka bekerja? Ayo temukan semuanya di buku ini.Kak Mastris Radyamas dan Kak Kabun Triyatno telah berpengalaman di dunia jurnalistik. Mereka berkolaborasi dan menulis panduan asyik buat kalian. Kalian bisa tahu seluk beluk dan serunya dunia wartawan. Buku ini dilengkapi note interaktif, jadi kalian bisa latian menulis berita di sini.Ayo belajar bareng buku ini
Hidup berumah tangga ibarat bahtera yang mengarungi lautan. Ia pasti akan menghadapi berbagai tantangan dan masalah di perjalanan, dari mulai yang remeh-temeh, sedang, hingga yang berat, sulit dan rumit. Tantangan dan masalah itu bisa jadi berkaitan dengan pasangan, orangtua dan mertua, anak-anak, dan orang lain.Didasarkan pada sejumlah cerita dan pengalaman pasangan menikah dan akan menikah, buku ini memberi gambaran nyata persoalan-persoalan yang sering kali dihadapi. Misalnya, bagaimana menikah tanpa cinta, menikah saat kuliah, calon pasangan belum mapan, jodoh tak sesuai harapan, hubungan tak direstui orang tua, menikah di hari sial, bimbang antara menikah atau karier/pendidikan, menunda atau mempercepat kehamilan, tinggal bersama mertua atau mandiri, pendidikan anak, soal perceraian, poligami, dan lainnya.Ditulis dengan bahasa yang komunikatif, populer, dan tak membuat dahi berkerut, juga pengarang yang spesialis dalam hal pernikahan dan keluarga, buku ini sayang dilewatkan. Kita diajak untuk berpikir cerdas, bijak, dan tegas, dalam menyikapi pelbagai persoalan rumah tangga. Banyak kiat dan tips yang bisa diteladani dalam upaya untuk merajut hubungan rumah tangga agar harmonis, awet, bertanggung jawab, dan berhasil melewati setiap problem dengan baik.
Dua remaja bertemu dalam situasi yang tidak biasa, saling berprasangka dan abai. Diawali dari keterpaksaan untuk menuntaskan tugas sekolah, keduanya saling mengenal dan menemukan satu interferensi serta nasib yang tidak jauh berbeda. Konflik dengan orang tua dan preferensi seks yang tidak diterima oleh lingkungan sekitar, mengajarkan keduanya kenyataan hidup yang harus mereka hadapi di tengah pembentukan jati diri.Mereka, barangkali, menjadi penggambaran bahwa citra diri yang ditampakkan di depan orang lain. benar-benar tidak menunjukkan diri mereka yang sesungguhnya. Bahwa di balik nilai sempurna, kepopuleran, dan penggambaran kesempurnaan hidup, ada kebebasan dan kasih sayang yang diambil paksa dari keduanya. Hingga salah satu dari mereka menyadari bahwa titik terakhir dari keputusasaan seseorang adalah ketika mereka berhenti merajut asa dan menumpasintensi untuk sekadar terbangun melihat dunia."Rena, salahkah aku bila mempunyai perbedaan dengan orang-orang di luar sana? Apakah aku terlalu berdosa untuk sekadar hidup di dunia?"Regina Nurhaliza, akrab dipanggil dengan Regin atau Gina. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 2004 ini aktif dalam komunitas online berbasis kesehatan mental dan edukasi di kalangan remaja. Novel ini merupakan novel keduanya setelah Nebula dan tiga karya antologi cerpennya: Konstelasi Putih; By the Wi11 of Evil; Garis Perhentian.
Dua remaja bertemu dalam situasi yang tidak biasa, saling berprasangka dan abai. Diawali dari keterpaksaan untuk menuntaskan tugas sekolah, keduanya saling mengenal dan menemukan satu interferensi serta nasib yang tidak jauh berbeda. Konflik dengan orang tua dan preferensi seks yang tidak diterima oleh lingkungan sekitar, mengajarkan keduanya kenyataan hidup yang harus mereka hadapi di tengah pembentukan jati diri.Mereka, barangkali, menjadi penggambaran bahwa citra diri yang ditampakkan di depan orang lain. benar-benar tidak menunjukkan diri mereka yang sesungguhnya. Bahwa di balik nilai sempurna, kepopuleran, dan penggambaran kesempurnaan hidup, ada kebebasan dan kasih sayang yang diambil paksa dari keduanya. Hingga salah satu dari mereka menyadari bahwa titik terakhir dari keputusasaan seseorang adalah ketika mereka berhenti merajut asa dan menumpasintensi untuk sekadar terbangun melihat dunia."Rena, salahkah aku bila mempunyai perbedaan dengan orang-orang di luar sana? Apakah aku terlalu berdosa untuk sekadar hidup di dunia?"Regina Nurhaliza, akrab dipanggil dengan Regin atau Gina. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 2004 ini aktif dalam komunitas online berbasis kesehatan mental dan edukasi di kalangan remaja. Novel ini merupakan novel keduanya setelah Nebula dan tiga karya antologi cerpennya: Konstelasi Putih; By the Wi11 of Evil; Garis Perhentian.
Selama ini terbentuk kesan umum bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan juga menakutkan. Nyatanya memang demikian banyak sekali siswa yang tidak menyukainya. Padahal, sesungguhnya unsur-unsur matematika itu menyertai kita dalam kehidupan sehari-hari. Lalu mengapa matematika sampai begitu menakutkan? Boleh jadi karena cara pembelajarannya yang salah, tapi mungkin juga karena sengaja dikesankan bahwa matematika itu sulit. Nah, buku ini akan membantu para guru SD memberikan pemahaman yang benar tentang konsep pembelajaran matematika, dengan pendekatan praktis dan mudah.Mengapa hanya di Sekolah Dasar? Inilah kuncinya. SD adalah tahap ketika guru meletakkan fondasi yang nantinya berdiri berbagai bangunan pengetahuan, termasuk matematika. Apabila sejak di bangku SD siswa sudah ditanamkan konsep yang benar, pada tingkat selanjutnya mereka tidak akan terlalu kesulitan, sebagaimana kesan umum yang selama ini terbentuk. Materi dalam buku ini sengaja disesuaikan dengan topik-topik yang diajarkan di SD. Disajikan secara sederhana, tahap demi tahap, sehingga proses pembelajaran berlangsung efektif. Perlu juga ditanamkan tekad dan mental untuk menghadapi pelajaran matematika, dengan tidak membuatnya malah menjadi betul-betul sulit. Semoga ...
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Dua remaja bertemu dalam situasi yang tidak biasa, saling berprasangka dan abai. Diawali dari keterpaksaan untuk menuntaskan tugas sekolah, keduanya saling mengenal dan menemukan satu interferensi serta nasib yang tidak jauh berbeda. Konflik dengan orang tua dan preferensi seks yang tidak diterima oleh lingkungan sekitar, mengajarkan keduanya kenyataan hidup yang harus mereka hadapi di tengah pembentukan jati diri.Mereka, barangkali, menjadi penggambaran bahwa citra diri yang ditampakkan di depan orang lain. benar-benar tidak menunjukkan diri mereka yang sesungguhnya. Bahwa di balik nilai sempurna, kepopuleran, dan penggambaran kesempurnaan hidup, ada kebebasan dan kasih sayang yang diambil paksa dari keduanya. Hingga salah satu dari mereka menyadari bahwa titik terakhir dari keputusasaan seseorang adalah ketika mereka berhenti merajut asa dan menumpasintensi untuk sekadar terbangun melihat dunia."Rena, salahkah aku bila mempunyai perbedaan dengan orang-orang di luar sana? Apakah aku terlalu berdosa untuk sekadar hidup di dunia?"Regina Nurhaliza, akrab dipanggil dengan Regin atau Gina. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 2004 ini aktif dalam komunitas online berbasis kesehatan mental dan edukasi di kalangan remaja. Novel ini merupakan novel keduanya setelah Nebula dan tiga karya antologi cerpennya: Konstelasi Putih; By the Wi11 of Evil; Garis Perhentian.
Dua remaja bertemu dalam situasi yang tidak biasa, saling berprasangka dan abai. Diawali dari keterpaksaan untuk menuntaskan tugas sekolah, keduanya saling mengenal dan menemukan satu interferensi serta nasib yang tidak jauh berbeda. Konflik dengan orang tua dan preferensi seks yang tidak diterima oleh lingkungan sekitar, mengajarkan keduanya kenyataan hidup yang harus mereka hadapi di tengah pembentukan jati diri.Mereka, barangkali, menjadi penggambaran bahwa citra diri yang ditampakkan di depan orang lain. benar-benar tidak menunjukkan diri mereka yang sesungguhnya. Bahwa di balik nilai sempurna, kepopuleran, dan penggambaran kesempurnaan hidup, ada kebebasan dan kasih sayang yang diambil paksa dari keduanya. Hingga salah satu dari mereka menyadari bahwa titik terakhir dari keputusasaan seseorang adalah ketika mereka berhenti merajut asa dan menumpasintensi untuk sekadar terbangun melihat dunia."Rena, salahkah aku bila mempunyai perbedaan dengan orang-orang di luar sana? Apakah aku terlalu berdosa untuk sekadar hidup di dunia?"Regina Nurhaliza, akrab dipanggil dengan Regin atau Gina. Perempuan kelahiran Jakarta tahun 2004 ini aktif dalam komunitas online berbasis kesehatan mental dan edukasi di kalangan remaja. Novel ini merupakan novel keduanya setelah Nebula dan tiga karya antologi cerpennya: Konstelasi Putih; By the Wi11 of Evil; Garis Perhentian.
[NOTE] Mulai tersedia 29 Maret 2012PERHATIAN! PERHATIAN!Bersiaplah Membaca Kisah MenakjubkanHETTY FEATHER* * *TERKESIAPwaktu ia ditelantarkan saat masih bayiTERBELALAKdengan keberaniannya mewujudkan mimpiKAGUMpada perjuangannya mencari ibu kandung***MENAMPILKAN:- Perayaan Emas Ratu Victoria- Sirkus Keliling Tanglefield- Matron Bottomly Bau- Ida pelayan dapur baik hati- Saudara-saudara Hetty tersayang: Jem dan Gideon
Kajian tentang epistemologi Al-Farabi dan Ibn Rusyd, menjadi sangat relevan saat ini. Pertama, kedua tokoh ini sama-sama berusaha mempertemukan dikotomi antara wahyu, rasio, dan realitas, yang saat ini dikenal dengan program islamisasi atau integrasi ilmu. Kedua, adanya kecenderungan kuat di kalangan muda Muslim kontemporer untuk mengkaji ulang warisan keil- muan Islam klasik dalam upaya membangun peradaban Islam masa depan. Ketiga, kedua tokoh secara geografis mewakili wilayah Islam Timur dan Barat, dan secara keilmuan mewakili tradisi neo-Platonis dan Aristotelian Islam sehingga kajian keduanya berarti merangkum keseluruhan wilayah dan mazhab besar pemikiran filsafat Islam.Al-Farabi (870-950 M), yang mewariskan sedikitnya 119 karya tulis, adalah tokoh besar setetah Aristoteles (384-322 SM) yang berjasa mendefinisikan batas-batas dari setiap cabang pengetahuan serta mcrumyskon setiap disiplin ilmu dalam suatu metode paling sistematik dan permancn dalam pcradaban Islam. Rumusan dan klasifikasi ilmunya dikenal secara luas oleh masyarakat dan paling berpengaruh dalam sejarah peradaban Islam poriodeawal Karena itulah, rlia diberi gelar al-Muallim al-Tsani (Guru Kedua) dalam pemikiran Islam setelah Aristoteles (384-322 SM) sebagai Guru Pertama.- Prof. Sayyld Huseln NasrSumbanganHbaRusyd (1126-1198 M), tokoh yang menulis 117 buah buku, dalam filsafat dan sains hartya dapat disejajarkan dengan Al-Farabi (870-950 M) dan Ibn Sina (980-1017 M),dua ppsaingnya HiTimur. Meski demikian, Ibn Rusyd (1126-1198 M) masih mengunyguli keduanya dalam tiga hal pokok:(1) kertiahlranriya dalam rneiiyuiaikcin dan menafsirkan pemikiran Aristoteles (384-322 SM) sehingga diberi gelar "Sang Komentator"(2) kontribusinya pada bidang fiqh (yurisprudensi);(3) sumbangannya pada bidanq teoloqi.- Prof. Majid FakhryIbn Rusyd (1126-1198), tokoh terbesar Aristotelianisme Muslim, telah berjasa mengupayakan sistesis terbesar antara tradisi filosofis Yunani dengan kepercayaan pada Tuhan Yang Esa. Sistemnya tidak hanya "memberi kepenuhan" pada pemikiran Yunani di mata kaum teis, tetapi juga memberi landasan pada periode skolastik dalam tradisi teologi Kristen yang telah menghasiikan karya teologi filosofis palmg sistematis yang pernah saya kenal dalam tradisi Kristen. Ajaran-ajaran Ibn Rusyd tentang penciptaan yang memperlihatkan bagaimana Tuhan dapat menjadi Penyebab langsung keberadaan dunia adalah sangat dekat dengan gambaran yang diberikan Alkitab maupun Al Quran mengenai penciptaan daripada pendahulu-pendahulu Neo-Platonismenya.- Prof. Philip Clayton
Buku ini memuat putusan-putusan yang dipilih dan merupakan yurisprudensi tetap dari Badan Pengadilan Tertingi kita mengenai beraneka macam persoalan dalam Hukum Adat. Untuk memudahkan penemuan yurisprudensi yang dicari oleh para pembaca, himpunan ini disusun menurut persoalannya yang dimintakan putusan Hakim, sedangkan persoalan-persoalan itu disajikan dalam urutan menurut abjad. Penjelasan atau komentar atas setiap kasus dan putusan, diberikan dalam catatan dibawah tiap-tiap putusan tersebut.Putusan-putusan yang dibahas meliputi Ahliwaris, Alimentasi, Anak, Anak Angkat, Asal (Barang - -) Bunga Pinjaman, Desa, Dewasa, Gadai, Gaduh, Gogol, Gono-Gini, Hibah, Iktikad Baik, Janda, Jual-Beli, Lampau Waktu, Pekulen, Pelepasan Hak, Pembagian (- - Warisan), Pencarian (Harta - -), Penggantian (- - Ahliwaris), Perampasan, Peranan Mahkamah Agung dalam Pembinaan Hukum di Indonesia.
Majas, pantun, peribahasa, dan kesusastraan Indonesia merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia. Sebagai warga Negara Indonesia dan sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya bangga dan memberikan apresiasi terhadap produk budaya bangsa ini. Hal ini sejalan dengan pepatah bahwa budaya menunjukkan jatidiri suatu bangsa. Banyak hal yang didapat dengan mempelajari budaya bangsa ini, di antaranya menjadi perekat persatuan dan menjadi modal untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik lagi.Namun pada kenyataannya, masih banyak di antara kita, khususnya para pelajar, yang merasa kesulitan saat berhadapan dengan bahan pembelajaran yang berkaitan dengan majas, pantun, peribahasa, dan kesusastraan. Hal ini karena kurangnya referensi dan ketersediaan buku yang membahas bahan pembelajaran tersebut secara lengkap.Kini, para pelajar tidak perlu merasa kesulitan lagi karena telah hadir buku "Kumpulan Majas, Pantun, dan Peribahasa, plus Kesusastraan Indonesia" yang disusun secara lengkap. Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Buku ini berisi berbagai majas, pantun, dan peribahasa, lengkap dengan contoh-contohnya, dan arti yang mudah dipahami. Adanya pembahasan tentang kesusastraan Indonesia, dari sastra lama hingga sastra modern, nama-nama sastrawan dan penyair dari berbagai angkatan, kumpulan puisi, hingga kamus mini padanan arti dari kata-kata sulit dalam peribahasa dan pantun, menjadi pelengkap buku ini.