Pola Makan Rasulullah

Akhir-akhir ini banyak sekali penyakit menyeramkan muncul akibat dari pola makan yang salah, yang menjadikan makanan hanya sebagai penghilang rasa lapar dan pemberi kenikmatan sesaat, tanpa memedulikan kandungan dan kehalalannya. Padahal jauh-jauh hari Rasulullah telah mengajarkan cara makan yang baik dan benar, yang tidak sekadar membuat kita kuat dan sehat, tapi juga kebal terhadap serangan berbagai macam penyakit. * Apa saja makanan yang baik dan menyehatkan munurut Rasulullah? * Bagaimana Rasulullah mengatur waktu makan sehari-hari? * Menu apa saja yang biasa Rasulullah santap setiap harinya sehingga jarang sekali penyakit bisa hinggap di tubuh beliau? * Kapan waktu makan dan minum yang tepat menurut Rasulullah? * Bagaimana kiat Rasulullah dalam menggunakan makan dan minuman sebagai obat yang bisa menyehatkan sekaligus menyembuhkan penyakit? Penulis buku ini berusaha menguraikan hal di atas secara gamblang disertai dalil-dalil pendukung sembari menggambarkan berbagai makan berkualitas dan baik yang dimuat al-Quran dan al-Hadits sekaligus dianjurkan supaya dikonsumsi oleh orang sehat maupun orang sakit. Di bagian akhir, penulis juga memberikan beberapa tips dan resep makanan yang bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, dari penyakit ringan sampai berat, dari gangguan saat sedang datang bulan sampai penyakit tumor dan kanker. Semoga buku ini bisa memberi manfaat kepada setiap orang yang membacanya, termasuk juga ANDA.

Jangan-Jangan Kau Bukan Manusia

 Panggil aku tikus! Karena aku, ya, tikus. Siapa yang tidak ingin jadi tikus? Karena itu, panggil aku tikus saja. Kalau bisa tikus besar.Lalu semua orang memanggilnya tikus. Om tikus. Pak tikus. Nak tikus. Kakek tikus. Bergantung siapa yang memanggil. Dan dia bangga karena Tikus adalah simbol kebesaran. Maka, di negeri itu banyaklah orang yang ingin jadi tikus. Cita-cita mereka sama; jadi seorang tikus profesional. Sementara simbol lain menjadi tak laku. Tak ada lagi yang mau jadi kucing, kelinci, kijang, kancil, bebek, angsa, merpati, atau kupu-kupu. Paling-paling yang masih banyak digemari di bawah kredibilitas tikus adalah, anjing, srigala, harimau, babi, dan ular.Panggil aku tikus setelah saat ini. Saat ini adalah pembaptisan bagiku. Aku bisa kau panggil Prof, Dr. Tikus Sugiwo, M. Si. Dan cukup kau panggil aku Tikus atau Tikus Besar. Ya, Tikus Besar! Ujarnya di atas podium, di depan para guru besar, di sebuah balairung besar.Lalu setelah berpidato, Prof. Dr. Tikus Sugiwo, M. Si. dikerubuti para wartawan dari berbagai media, cetak maupun elektronik. Mereka layaknya semut. Dan memang mereka terkenal dengan simbol semut.  Dan Tikus Sugiwo adalah gula. Tikus gula. Tikus yang bisa menjadi bahan berita yang akan menaikkan oplah media. Sudah dapat dipastikan setelah acara tersebut, nanti sore atau besok pagi koran-koran akan memampangkan tampangnya yang klimis dan berkumis tipis. Bahkan untuk media elektronik saat tersebut adalah saat on air. Peristiwa itu diliput langsung dan dinikmati oleh pemirsa seluruh negeri itu. Jadilah keuntungan berlipat-lipat uang datang bagai banjir bandang. Karena itulah, media memerlukan figur-figur tikus untuk dikultuskan, dimitoskan, dipelihara ....Cerita-cerita yang unik, dengan bahasa tutur yang segar,  berhasil menggugah  rasa kemanusiaan saya sebagai pembaca. Ahmadun Yosi Herfanda (Sastrawan dan Redaktur Republika)

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?