Panggil aku tikus! Karena aku, ya, tikus. Siapa yang tidak ingin jadi tikus? Karena itu, panggil aku tikus saja. Kalau bisa tikus besar.Lalu semua orang memanggilnya tikus. Om tikus. Pak tikus. Nak tikus. Kakek tikus. Bergantung siapa yang memanggil. Dan dia bangga karena Tikus adalah simbol kebesaran. Maka, di negeri itu banyaklah orang yang ingin jadi tikus. Cita-cita mereka sama; jadi seorang tikus profesional. Sementara simbol lain menjadi tak laku. Tak ada lagi yang mau jadi kucing, kelinci, kijang, kancil, bebek, angsa, merpati, atau kupu-kupu. Paling-paling yang masih banyak digemari di bawah kredibilitas tikus adalah, anjing, srigala, harimau, babi, dan ular.Panggil aku tikus setelah saat ini. Saat ini adalah pembaptisan bagiku. Aku bisa kau panggil Prof, Dr. Tikus Sugiwo, M. Si. Dan cukup kau panggil aku Tikus atau Tikus Besar. Ya, Tikus Besar! Ujarnya di atas podium, di depan para guru besar, di sebuah balairung besar.Lalu setelah berpidato, Prof. Dr. Tikus Sugiwo, M. Si. dikerubuti para wartawan dari berbagai media, cetak maupun elektronik. Mereka layaknya semut. Dan memang mereka terkenal dengan simbol semut. Dan Tikus Sugiwo adalah gula. Tikus gula. Tikus yang bisa menjadi bahan berita yang akan menaikkan oplah media. Sudah dapat dipastikan setelah acara tersebut, nanti sore atau besok pagi koran-koran akan memampangkan tampangnya yang klimis dan berkumis tipis. Bahkan untuk media elektronik saat tersebut adalah saat on air. Peristiwa itu diliput langsung dan dinikmati oleh pemirsa seluruh negeri itu. Jadilah keuntungan berlipat-lipat uang datang bagai banjir bandang. Karena itulah, media memerlukan figur-figur tikus untuk dikultuskan, dimitoskan, dipelihara ....Cerita-cerita yang unik, dengan bahasa tutur yang segar, berhasil menggugah rasa kemanusiaan saya sebagai pembaca. Ahmadun Yosi Herfanda (Sastrawan dan Redaktur Republika)
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Buku ini untuk mata kuliah dasar-dasar akuntanasi di S1 atau D3 fakultas ekonomo, pertanian, sosial politik, dan fakultas lain. Sangat cocok bagi mahasiswa yang baru pertama kali mengenal akuntansi. Dapat digunakan oleh para sarjana -ekonomi yang akan melanjutkan kuliah ke S2 ekonomi atau Magister Manajemen. Para mahasiswa teknologi informasi (komputer) juga belajar buku ini.JILID 11 akuntansi dan lingkungan bisnis2 pencatatan transaksi bisnis3 proses penyesaian4 siklus akuntanasi5 operasi perusahaan dagang6 persediaan barang dagangan7 sistem informasi akuntansi8 pengendalian internal dan kas9 piutang10 aktiva tetap dan aktiva tak berwujud11 kewajiban lancar dan penggajian 12 persekutuan13 korporas: modal disetor dan neraca
Di sepanjang jalan yang dipenuhi bunga angsana kering, vania terpaku. Bukankah cinta yang tumbuh sejak masa kecil seharusnya bisa berakhir bahagia? Seperti yang terjadi dalam banyak cerita romantis yang dia tahu. Namun, tenyata alur cinta tak selalu semanis itu. Raka, laki-laki cinta masa kanak-kanaknya. Kini terasa begitu asing, Vania tak tahu bagaiman cara merengkuhnya karea dunia mereka kini begitu jauh berbeda. Akhir bahagia yang dia damba, cerita perih yang terus dia rasa.Membiarkan cinta menemukan jalannya sendiri, atau memilih memutar berbalik pergi? Di sepanjang jalan yang dipenuhi bunga angsana kering, Vania harus memastikan hati.
Perabot rumah merupakan barang yang rutin digunakan. Karena sering digunakan, resiko rusak, terkena noda, dan pecah akan sering muncul pada perabot, entah disengaja atau tidak disengaja.Akhirnya masalah-masalah 'sepele' tersebut akan menggangu aktivitas penghuni rumah. Perabot pada buku ini di klasifikasikan menjadi tiga kelompok, diantaranya perabot furnitur dan asesoris, perabot elektronik, serta perabot dapur.
Perabot rumah merupakan barang yang rutin digunakan. Karena sering digunakan, resiko rusak, terkena noda, dan pecah akan sering muncul pada perabot, entah disengaja atau tidak disengaja.Akhirnya masalah-masalah 'sepele' tersebut akan menggangu aktivitas penghuni rumah. Perabot pada buku ini di klasifikasikan menjadi tiga kelompok, diantaranya perabot furnitur dan asesoris, perabot elektronik, serta perabot dapur.
Perabot rumah merupakan barang yang rutin digunakan. Karena sering digunakan, resiko rusak, terkena noda, dan pecah akan sering muncul pada perabot, entah disengaja atau tidak disengaja.Akhirnya masalah-masalah 'sepele' tersebut akan menggangu aktivitas penghuni rumah. Perabot pada buku ini di klasifikasikan menjadi tiga kelompok, diantaranya perabot furnitur dan asesoris, perabot elektronik, serta perabot dapur.
Perabot rumah merupakan barang yang rutin digunakan. Karena sering digunakan, resiko rusak, terkena noda, dan pecah akan sering muncul pada perabot, entah disengaja atau tidak disengaja.Akhirnya masalah-masalah 'sepele' tersebut akan menggangu aktivitas penghuni rumah. Perabot pada buku ini di klasifikasikan menjadi tiga kelompok, diantaranya perabot furnitur dan asesoris, perabot elektronik, serta perabot dapur.