Sejarah Dunia yang Disembunyikan [Hard Cover]

Banyak orang mengatakan bahwa sejarah ditulis oleh para pemenang. Hal ini sama sekali tak mengejutkan alias wajar belaka. Tetapi, bagaimana jika sejarahatau apa yang kita ketahui sebagai sejarahditulis oleh orang yang salah? Bagaimana jika semua yang telah kita ketahui hanyalah bagian dari cerita yang salah tersebut?Dalam buku kontroversial yang sangat tersohor ini, Jonathan Black mengupas secara tajam penelusurannya yang brilian tentang misteri sejarah dunia. Dari mitologi Yunani dan Mesir kuno sampai cerita rakyat Yahudi, dari kultus Kristiani sampai Freemason, dari Karel Agung sampai Don Quixote, dari George Washington sampai Hitler, dan dari pewahyuan Muhammad hingga legenda Seribu Satu Malam, Jonathan menunjukkan bahwa pengetahuan sejarah yang terlanjur mapan perlu dipikirkan kembali secara revolusioner. Dengan pengetahuan alternatif ihwal sejarah dunia selama lebih dari 3.000 tahun, dia mengungkap banyak rahasia besar yang selama ini disembunyikan.Buku ini akan membuat Anda mempertanyakan kembali segala sesuatu yang telah diajarkan kepada Anda. Dan, berbagai pengetahuan baru yang diungkapkan sang penulis benar-benar akan membuka dan mencerahkan wawasan Anda.PENULISJonathan Black adalah nama pena dari Mark Booth. Ia belajar di Ipswich School dan Oriel College, Oxford, mengambil Jurusan Filosofi dan Teologi. Ia telah bekerja dalam dunia penerbitan lebih dari dua puluh tahun, dan saat ini mengepalai Century, sebuah penerbit dari Random House UK. The Secret History of the World (oleh Penerbit Alvabet diterbitkan dengan judul Sejarah Dunia yang Disembunyikan) merupakan hasil dari pembacaan literatur sepanjang hidup dalam bidang ini, dan berkeliaran di toko-toko buku kuno.

Perang Salib Sudut Pandang Islam (HC)

Pemenang The King Faisal International Prize for Islamic StudiesBuku ini tidak memberikan uraian kronologis tentang peristiwa yang berlangsung antara 1099 hingga 1291 itu, dan hingga masa-masa selanjutnya. Buku ini ditulis dengan maksud memperkenalkan aspek-aspek yang lebih luas dari sejarah Perang Salib dari perspektif kaum muslim, dengan secara khusus berusaha menggali sumber-sumber yang berasal dari kaum muslim Abad Pertengahan. Tentu saja bisa tak dapat dihindari. Tapi perspektif ini akan cukup bermanfaat, terutama untuk menyeimbangkan kecenderungan Eropasentris yang mewarnai bidang kajian ini.Sejumlah tema disajikan, untuk dapat mengungkapkan reaksi kaum muslim terhadap kehadiran Tentara Salib. Segi ideologis dikupas tuntas, dan nilai penting konsep jihad dianalisis dalam konteks direbutnya kembali Tanah Suci dan diusirnya Tentara Salib. Bagian yang lain berusaha masuk ke sisi militer, menyangkut persenjataan, jalannya peperangan, pengepungan, taktik pertempuran, benteng-benteng, dan sebagainya, dengan didasarkan pada karya-karya tulis dan sejumlah karya seni. Segi pertempuran laut yang terabaikan juga diulas mendalam. Ada pula bagian yang menggambarkan pola interaksi masyarakat muslim dengan komunitas Tentara Salib. Pada akhirnya, seluruh uraian dalam buku ini berusaha menunjukkan bagaimana peristiwa yang dikenal dengan Perang Salib itu memengaruhi dunia Islam, baik secara kultural maupun psikologis, juga dalam konteks interaksi kaum muslim dengan Barat.Dilengkapi dengan lebih dari 500 ilustrasi yang merupakan karya-karya seni Islam Abad Pertengahan****Sebuah kajian yang menerobos ... sang penulis telah menempuh tantangan yang langka ... melahirkan sebuah karya monumental yang sungguh bernilai, baik bagi pakar maupun pembaca umum. Kaya data, mendalam, dan nyaman dibaca.Journal of Islamic StudiesSebuah karya yang baru dan inovatif. Nilai lebihnya tidak hanya terdapat dalam penuturannya yang detail, tapi juga bagaimana penulis buku ini, Carole Hillenbrand, memandu para sejarawan Barat pada bahan-bahan sumber, baik yang tak diketahui oleh mereka atau yang hanya dapat diperoleh versi terjemahannya. Untuk pembaca, karya ini memperkenalkan latar pemikiran kaum muslim Abad Pertengahan, menyajikan sebuah sudut pandang yang benar-benar berbeda tentang Perang Salib. Buku ini baik untuk dibaca oleh kalangan Barat maupun umat Islam sendiri, untuk memberi wawasan pemahaman yang lebih baik tentang peristiwa yang, hingga tingkat tertentu, turut membentuk masa kini.--Jonathan Riley-Smith, Emmanuel College, CambridgeDengan analisis mendalam dan bekal sumber-sumber berbahasa Arab, karya ini mencoba menjelaskan motif dan maksud kaum muslim .... Karya ini, yang menunjukkan dengan jelas dampak Perang Salib yang terus dirasakan kaum muslim hingga kini, merupakan sebuah kontribusi yang luar biasa pada kajian sejarah tentang relasi Timur dan Barat.Anne-Marie Edd, Universit de ReimsCarole Hillenbrand membuka cakrawala dan informasi tentang pemikiran, sikap dan reaksi kaum muslim saat tentara Salib datang. Dia menunjukkan, tentara Salib membawa banyak hikmah yang tak ternilai harganya karena mereka dapat berkenalan dengan kebudayaan dan peradaban Islam yang sudah sedemikian maju. Kebudayaan yang mereka peroleh dari kaum Muslim seperti bidang militer, seni, astronomi, perdagangan, pertanian, kesehatan, kebersihan, dan kepribadian sedikit banyak telah memberikan pencerahan kepada mereka.--JAWA POS

Metode Penelitian : Studi Media dan Kajian Budaya

Perkembangan studi media dan budaya atau (media cultural studies) di Indonesia mulai maraksejak tahun 2000-an, terutama ketika mulai bermunculan berbagai analisis teks dengan pendekatan semiotika dan analisis wacana. Perkembangan kajian media dan budaya ini semakin pesat, ketika mahasiswa Ilmu-ilmu Sosial dan Humanisme mulai menggemari metodologi yang ditawarkan oleh tradisi studi media dan budaya dari British Cultural Studies dan Frankfurt School.Mata kuliah Riset Kajian Media dan Budaya yang selama ini ditawarkan pada program studi Ilmu Komunikasi merupakan kelanjutan dari mata ajaran sejenis riset media, tetapi lebih bersifat kualitatif dan kritis dan fokus pada konten media, bahasa, serta teks media dan gambar visual. Mata ajaran ini membahas model dan contoh penelitian komunikasi dan media yang bersifat kualitatif, yang digunakan dalam tradisi Media and Cultural Studies seperti analisis tekstual, analisis visual (image-based research), film, video arts, analisis wacana/discourse, dan etnografi penonton.Dengan penyajian materi bahasan dan analisis konten yang komprehensit bahan ajar ini disiapkan sebagai bahan referensi yang mencakup contoh penelitian kajian studi media dan komunikasi yang diteliti dengan metode induktif, observasi partisipan, aliran kritis, dan penelitian grounded yang menggunakan teknik wawancara mendalam, serta diskusi kelompok fokus yang selama ini dilakukan dalam tradisi studi media dan budaya.DAFTAR ISIBAB 1 PENGANTAR KAJIAN MEDIA DAN BUDAYA (MEDIA DAN CULTURAL STUDIES)BAB 2 AREA KAJIAN KOMUNIKASI, MEDIA, DAN BUDAYABAB 3 RAGAM PENELITIAN STUDI-STUDI MEDIA DAN BUDAYABAB 4 PENGANTAR ANALISIS TEKSTUALBAB 5 ANALISIS TEKSTUAL SEMIOTIKBAB 6 ANALISIS TEKSTUAL MEDIA DISCOURSEBAB 7 ANALISIS MEDIA DISCOURSE PENDEKATAN FOUCAULTBAB 8 METODOLOGI VISUAL MENGANALISIS BUDAYA VISUAL (VISUAL CULTURE)BAB 9 METODOLOGI PENELITIAN STUDI FILM ANALISIS NARATIF DAN GENREBAB 10 PENELITIAN KHALAYAK MEDIA DAN ANALISIS RESEPSI WAWANCARA MENDALAM DAN DISKUSI KELOMPOK TERFOKUS (FDG)BAB 11 ETNOGRAFI AUDIENS DAN PENGGUNAAN MEDIA SEHARI-HARIBAB 12 GENDER DAN SEKSUALITAS APLIKASI METODOLOGI DALAM STUDI MEDIA, KOMUNIKASI DAN BUDAYA

The Warren Buffett Way: Mengungkap Prinsip Abadi dan Pendekatan Investasi

PUJIAN UNTUK BUKU THE WARREN BUFFETT WAY The Warren Buffett Way menjelaskan mengenai karier Buffett dan memberikan berbagai contoh di masa kini tentang bagaimana teknik-teknik dan metode-metode investasinya kemudian berkembang, serta orang-orang penting yang terlibat dalam proses itu. Buku ini juga menjelaskan tentang berbagai keputusan investasi penting yang membuahkan sejarah kinerja yang tak tertandingi. −PETER S. LYNCH, penulis buku terlaris, One Up on Wall Street dan Beating the Street Buku yang sangat berguna tentang metode seorang investor yang dianggap oleh banyak orang sebagai investor terbesar di dunia. −The Wall Street Journal Robert Hagstrom memberikan penelitian mendalam tentang strategi-strategi Warren Buffett, serta bagaimana dan mengapa yang melatarbelakangi setiap pilihan sekuritas utamanya yang berkontribusi terhadap rekor kesuksesannya yang luar biasa. Kebijaksanaan dan filosofinya yang sederhana juga merupakan bagian dari buku yang komprehensif, menarik, dan menyenangkan untuk dibaca ini. −JOHN C. BOGLE, founder and retired CEO, The Vanguard Group Sungguh luar biasa. Buffett mendapatkan banyak perhatian atas ajaran yang dia sebarkan, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa menggambarkan dengan lebih baik apa yang dipraktikkannya daripada Hagstrom. Buku ini menggambarkan kenyataan dari setiap saham utama yang pernah dibeli oleh Buffett dan mengapa dia membelinya. Sungguh menarik. Anda bahkan bisa mencobanya sendiri. −JOHN ROTHCHILD, penulis buku terlaris, The Bear Book dan The Davis Dynasty Tidak ada seorang pun yang dapat menggambarkan dengan lebih baik apa yang dipraktikkan oleh Buffett selain Hagstrom. −Time Hampir semua orang yang penasaran mengenai hubungan antara perilaku ekonomi, kinerja perusahaan, dan naik turunnya pasar saham akan mendapatkan hal-hal yang menarik di buku ini. −The Economist

Surat Kepada Kanjeng Nabi-New

Di negeri kami ini, umatmu berjumlah terbanyak dari penduduknya. Di negeri ini, kami punya Muhammadiyah, punya NU, Persis, punya ulama-ulama dan MUI, ICMI, punya bank, punya HMI, PMII, IMM, Anshor, Pemuda Muhammadiyah, IPM, PII, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah, kelompok-kelompok studi Islam intensif, yayasan-yayasan, mubalig-mubalig, budayawan, seniman, cendekiawan, dan apa saja.Yang tak kami punya hanyalah kesediaan, keberanian, dan kerelaan yang sungguh-sungguh untuk mengikuti jejakmu.***Demikian tulis Kiai Mbelingjulukan budayawan Emha Ainun Nadjibdalam surat-nya kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Sudah sampai di manakah langkah kita dalam meneladani kiprah Nabi Suci Saw.?Dalam diri Emha terwakili suatu sensibilitas pemuda. Yaitu pemuda yang kritis, suka protes, tapi sekaligus religius.KuntowijoyoTentang PenulisEmha Ainun Nadjib lahir di Jombang, Jatim, 27 Mei 1953. Dia adalah seorang budayawan multi-talenta: penyair, esais, pegiat teater, pemusik, dan lain-lain. Sebagai seorang penulis, Emha sangat produktif, telah menghasilkan puluhan buku. Di antara karya-karya emasnya yang diterbitkan Mizan adalah Dari Pojok Sejarah (1985), Seribu Masjid Satu Jumlahnya (1990), Secangkir Kopi Jon Pakir (1992), Markesot Bertutur (1993), Markesot Bertutur Lagi (1994), Slilit sang Kiai, dan Surat kepada Kanjeng Nabi. Selain berkiprah di dunia tulis-menulis, Emha juga merupakan motor penggerak di balik kelompok musik Kiai Kanjeng dan pengajian komunitas Jamaah Maiyah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.    

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?