Mulutmu Harimaumu Antara Manfaat/Bahaya dalam Berbicara, Makan dan Minum

Buku "Mulutmu Harimaumu" ini membahas secara khusus manfaat dan bahaya penggunaan mulut. Dalam hal berbicara: "Segala perkataan yang terlanjur dikeluarkan apabila tidak difikirkan terlebih dulu akan dapat merugikan diri sendiri. Sebab, mulut yang bijak akan membuat orang menjadi baik, dan meraih impiannya, tapi mulut yang buruk, penuh dengan cacian akan menggagalkan impian seseorang."Dalam hal makan dan minum: "Bila mulut digunakan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang baik dan sehat, tubuh akan sehat. Tapi, bila mulut digunakan mengonsumsi makanan dan minuman yang buruk atau tidak sehat, tubuh akan sakit."DR. Ponijan Liaw, seorang komunikator, pelatih, dan penulis buku komunikasi Indonesia menyatakan, bahwa peribahasa "Mulutmu Harimaumu" adalah pepatah para sesepuh yang tidak pernah sepuh. Mulut bisa menjadi harimau pemangsa penggunanya, bisa juga menjadi kelinci yang sopan menyayanginya.DR (He) H. Asril Esden, yang aktif dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan berpendapat, peribahasa "Mulutmu Harimaumu," artinya sangat sederhana: "Bila mulut digunakan dalam ber- bicara, makan dan minum secara baik, akan mengundang sukses dan sehat. Sebaliknya, bila mulut digunakan secara buruk, celaka, bahaya sakit bahkan, kematian akan datang tanpa diundang." Tapi karena uraian yang cerdas dan bijaksana dengan bahasa yang baik dan mudah dicerna, ditambah banyak pustaka yang digunakan, dapat menjadikan buku ini ilmiah, berbobot, dan pantas untuk dibaca oleh khalayak yang ingin sukses dan sehat.Buku ini sangat baik untuk dibaca dan dipahami oleh banyak kalangan dan lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, orangtua, pengusaha, politikus dan lainnya. Pasalnya, dalam buku ini diuraikan secara lengkap mengenai, manfaat penggunaan mulut yang baik dan bahaya penggunaannya secara buruk sebagai alat: berbicara, makan, dan minum. Dilengkapi pula, dengan uraian peristiwa yang terjadi akibat ulah mulut di Indonesia, maupun di luar negeri.Sungguh banyak hal-hal yang terungkap dalam buku ini, maka kami yakin, para pembaca, "Yang pandai menggunakan mulutnya, akan sukses dalam bidang karier dan kesehatan." Kami juga yakin, setelah membaca buku ini, para pembaca yang budiman akan menghadiahkan buku ini pada orang-orang yang dikasihinya, atau............!

Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Perspektif Internasional (Konteks, Teori, dan Profil Pembelajaran)

Buku ini mengkaji lebih dalam bagaimana perkembangan civic education atau citizenship education atau pendidikan kewarganegaraan di berbagai negara. Untuk itu penulis mengorganisasikan pembahasan terpusat pada pertanyaan-pertanyaan: Bagaimana konteks lahirnya civic education atau citizenship education?; Apa yang menajdi landasan pegembangannya?; Bagaimana kerangka sistematiknya?; Bagaimana profil kurikulum dan bahan belajarnya?; dan Bagaimana kultur kelasnya? Sementara itu negara-negara yang menjadi situs nasional civic education atau citizenship education akan dikelompokkan kedalam: (1) Kawasan Eropa, Amerika, an Australia, dan (2) Kawasan Asia dan Afrika.Dari hasil kajian desriptif-analitik tentang civic education atau citizenship education pada semua kawasan tersebut, akan dikemukakan: Persamaan karakteristik civic education secara universal; Keunikan profil civic education pada masing-masing negara; Strategi umum pengembangan kurikulum dan pembelajaran civic education di berbagai negara; Analisis teoretik dan empirik berbagai konsepsi pengembangan kurikulum dan pembelajaran civic education yang diterapkan dalam konteks sistem pendidikan di berbagai negara; Keunggulan dan kelemahan setiap konsepsi pengembangan kurikulum dan pembelajaran civic education dalam konteks sistem pendidikan negara berkembang; dan Model adaptif kurikulum dan pembelajaran civic education untuk negara berkembang dalam perspektif kebutuhan pengembangan pendidikan kewarganegaraan.

Resimen Pelopor Pasukan Elit Yang Terlupakan

Jauh di masa lalu ketika hiruk-pikuk mesin perang dan konfrontasi bersenjata masih meliputi air, udara, dan tanah Indonesia. Ketika Republik ini masih berusia seumur jagung, pada masa ketika pemerintah berjuang untuk mempertahankan keberadaan Republik yang masih belia ini dari serangan penjajah Belanda dan rongrongan para pemberontak dari tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia lahir sebuah pasikan khusus yang memiliki kemampuan dan keberanian menggetarkan. Sebuah pasukan yang dihormati oleh kawan dan disegani lawan.Reputasi yang didapat pasukan ini bukan berasal dari serangkaian pencitraan, bukan pula mitos yang digaungkan melalui berbagai media seperti layaknya mitos-mitos pasukan khusus yang kita dengar sekarang ini, melainkan melalui rangkaian perjuangan panjang yang menuntut keuletan, keterampilan, ketabahan, ketahanan, keberanian, dan upaya yang terkadang melampaui prajurit, mengingat bahwa mau tidak mau mereka harus selalu siap diturunkan di berbagai medan. Namun, yang membedakannya, atau yang membuat mereka layak diberi sandaran sebagai pasukan khusus, adalah hasil dan keefektifan mereka dalam menjalanan tugas.Pada masa kejayaannya, Resimen Pelopor, nama pasukan tersebut, merupakan sebuah "mesin perang" yang efektif dan efisien. Setidaknya, mereka merupakan gambaran ideal dari sebuah pasukan khusus: berani, berkemampuan tinggi, efektif, dan efisien dalam menjalankan tugas. Dimanapun mereka diturunkan, dimana pun mereka ditugaskan, para anggota pasukan ini seolah memiliki semboyan bahwa itu adalah penugasan terakhir mereka sehingga mereka memiliki semangat yang meluap-luap.Sayangnya, gelombang sejarah menenggelamkan kesatuan ini dalam palung terdalam. Ketika terjadi pergantian penguasa, keberlangsungan pasukan ini pun seolah mereka tidak pernah ada. Yang lebih ironis lagi, kisah kehebatan mereka nyaris tak ditulis dalam sejarah dan hanya menjadi cerita pengantar tidur anak-anak, cucu, dan saudara terdekat para mantan anggota pasukan tersebut.Inilah buku yang mengulas kisah para prajurit hebat yang terlupakan dan nyaris tanpa sejarah itu. Ditulis berdasar cerita, wawancara, dan sumber-sumber lainnya, buku ini berupaya merekonstruksi sejarah dan heroisme Resimen Pelopor, pasukan elit yang terlupakan.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?