Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga

Pendidikan agama Islam dalam keluarga merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam rangka mewujudkan kehidupan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah, dan muthmainah. Kehidupan keluarga yang demikian, tentu akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan kemajuan umat (baca: bangsa), karena keluarga merupakan barometer kemajuan bangsa. Pendek kata jika keluarga itu baik, maka bangsa itu juga akan menjadi baik. Pun begitu sebaliknya.Untuk mencapai tujuan itu, maka ada baiknya jika para orang tua, para pendidik, dan juga para calon, untuk mengetahui apa dan bagaimana pendidikan agama Islam dalam keluarga.Bagaimana caranya? Buku ini akan mencoba menjawab pertanyaan di atas. Keluarga yang islami perlu dipersiapkan sejak awal, yakni sejak pemilihan pasangan hidup, yakni memilih calon suami dan istri, masa pernikahan dan persiapan menuju pernikahan, ketika bersenggama, masa kehamilan dan berbagai hal setelah kehamilan yakni ketika menyusui; pola pendidikan dan pola asuh, serta berbagai hal terkait tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anaknya, mulai pendidikan keimanan, pendidikan kesehatan hingga pendidikan seksual. Inilah yang menjadi inti pendidikan agama Islam dalam keluarga yang dibahas dalam buku ini.Kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dan dalam menggapai puncak karier cenderung memperkecil peran orang tua dalam pendidikan anak. Terlebih lagi kuatnya orientasi hidup yang sekularistik dan materialistik membawa implikasi kurangnya perhatian terhadap pendidikan agama yang sesungguhnya sangat fundamental bagi pembentukan anak yang saleh (berkarakter baik). Membaca buku ini akan melahirkan inspirasi dan sekaligus petunjuk bagaimana mewujudkan harapan memiliki anak yang saleh itu menjadi kenyataan. Prof. Dr. H. Tobroni, M.Ag.Guru Besar Ilmu Filsafat Pendidikan IslamUniversitas Muhammadiyah Malang

Manajemen perguruan tinggi modern

Manajemen perguruan tinggi telah cukup lama mengalami berbagai perkembangan yang tidak saja bersifat musiman atau siklikal, tetapi juga struktural, dengan intensitas yang semakin meningkat. Dinamika tersebut dengan berbagai perkembangan terjadi karena berbagai inovasi baru dan proses globalisasi di berbagai bidang, serta upaya hampir semua negara untuk menyesuaikan diri dengan dinamisme tersebut, telah menyebabkan manajemen perguruan tinggi berkembang dengan ketidakpastian yang meningkat serta pasar persaingannya kian mengetat. Buku ini mengupas permasalahan, tantanganm dan kebijakan yang berkaitan dengan berbagai aspek manajemen perguruan tinggi. DAFTAR ISI: Bagian 1: Manajemen Perguruan Tinggi Bab 1 Konsep Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Bab 2 Manajemen Perguruan Tinggi Bab 3 Manajemen Strategis Perguruan Tinggi Bab 4 Perguruan Tinggi dan Tantangan Globalisasi Bagian 2: Penggunaan Balanced Scorecard di Perguruan Tinggi Bab 5 Aplikasi Konsep Balanced Scorecard di Perguruan Tinggi Bab 6 Perspektif Pelanggan Perguruan Tinggi dalam Balanced Scorecard Bab 7 Perspektif Keuangan Perguruan Tinggi dalam Balanced Scorecard Bab 8 Perspektif Proses Internal Perguruan Tinggi dalam Balanced Scorecard Bab 9 Perspektif Pertumbuhan Perguruan Tinggi dalam Balanced Scorecard Bagian 3: Good Corporate Governance di Perguruan Tinggi Bab 10 Prinsip dan Konsep Corporate Governance Bab 11 Aplikasi Konsep Corporate Governance di Perguruan Tinggi Bagian 4: Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi Bab 12 Peranan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Teknologi Informasi Indonesia Bab 13 Peranan Strategis Teknologi Informasi dan Komunikasi di Perguruan Tinggi

#Muslimgirl Mulsimah Bicara Melawan Islamofobia

MUSLIMAH PERTAMA DALAM DAFTARFORBES 30 UNDER 30 BIDANG MEDIA PADA 2015"Jika kamu tidak dapat mengubah sesuatu dengan tanganmu, ubahlah dengan ucapanmu. Dan jika kamu tidak bisa mengubahnya dengan ucapanmu, milikilah keyakinan dalam hatimu untuk mengubahnya."Selama berabad-abad, masyarakat dunia memiliki stereotip-stereotip buruk akan kaum Muslim. Anggapan ini diperburuk salah satunya oleh insiden 11 September yang menghancurkan gedung World Trade Center di Amerika. Kaum Muslim dituduh sebagai teroris, Muslimah diancam akan dilucuti jilbabnya, anak-anak menjadi korban bullying di sekolahAmani adalah satu dari sedikit Muslimah Amerika yang berani angkat suara untuk mengubah stereotip-stereotip buruk itu. Lewat situs Muslimgirl yang dia buat bersama sahabatnya, Amani menyuarakan opini-opininya menentang Islamofobia, dan menyadarkan dunia akan permasalahan Muslim yang hampir tidak diliput media massa mainstream, seperti tragedi pembantaian di Sudan yang baru-baru ini terjadi. Amani adalah ikon, bukti bahwa tidak semua wanita Muslim terkekang, dan bisa berprestasi hingga diapresiasi di sepenjuru dunia.Kisah Amani menggugah pembaca untuk lebih menghargai perbedaan dan mengutamakan kemanusiaan, karena sesungguhnya itulah inti Islam.Tentang Penulis:Amani Al-Khatahtbeh adalah pendiri dan pimpinan redaksi Muslimgirl.com, situs wanita Muslim nomor satu di Amerika. Secara berkala, Amani memberikan komentar tentang isu-isu sosial, budaya, dan politik lewat CNN, Al Jazeera, dan BBC. Dia telah dimuat di The New York Times dan The Guardian. Temukan Amani di Twitter dan Instagram @amani dan baca tulisannya di Muslimgirl.com.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?