Jiandan De Zhongwen : Bahasa Mandarin Itu Mudah

BAHASA MANDARIN ITU MUDAHJiandan de ZhngwenBuku Jiandān de Zhongwn [X]: Bahasa Mandarin B Itu Mudah adalah pilihan yang tepat untuk menemani kita belajar bahasa Mandarin. Buku ini cocok untuk pemula dari berbagai kalangan, terutama pelajar SMP dan SMA. Pelajaran Pelajaran di dalamnya mudah dipahami dan cepat dimengerti, yang meliputi:1. Penulisan Hanzi, Pinyin, dan lafal bahasa Indonesia 2. Kosakata sehari-hari untuk berbagai benda dan suasana 3. Percakapan sehari-hari untuk berkomunikasi di berbagai situasi4. Kamus kelompok kata yang sangat lengkap 5. Contoh soal dan berbagai latihan yang menarik Dengan buku ini, proses pembelajaran bahasa Mandarin akan terasa lebih ringan, cepat, dan menyenangkan.PENDAHULUAN什么叫汉语【华语中文】? Shnme jio Hnyũ (huyũ/zhngwen)?APA YANG DIMAKSUD DENGAN BAHASA MANDARIN?Bahasa Mandarin merupakan bahasa nasional yang dituturkan di Republik Rakyat Tiongkok. Di Tiongkok bahasa ini dinamakan Půtonghu 【】. Oleh karena itu, kata-kata yang dikenal dalam bahasa Indonesia seperti angpau, siomai, gopek, koukou, atau bakpao tidak akan ditemukan dalam buku ini, karena kata-kata tersebut tidak berasal dari bahasa Mandarin, melainkan bahasa Hokkian.Ejaan yang digunakan dalam buku ini adalah Hnyu Pinyin 【 yang biasanya disingkat Pīnyin saja. Bahasa Mandarin ini menggunakan lafal dialek dari Tiongkok UtaraBěijing Hu 【 】 sebagai lafal baku, tata bahasa dari bahasa daerah Tiongkok Utara-Běifāng Fangyn (55) sebagai tata bahasa baku, dan kosakata modern dari kesusastraan Tiongkok sebagai kosakata baru.Bahasa Mandarin juga dijadikan bahasa nasional Taiwan dengan nama Guyů 【】. Di negara Singapura dan Malaysia bahasa ini dinamakan Huyu [4). "Mandarin" berasal dari kata mandarim dalam bahasa Portugis. Istilah ini berasal dari kata mantri dalam bahasa Melayu yang berarti "menteri".

Sebuah Lagu Untuk Tuhan

Gilang adalah penyanyi terkenal yang memutuskan mundur dari dunia tarik suara karena kasus korupsi yang menimpa ayahnya. Di masa-masa sulitnya, ia tak sengaja berkenalan dengan Angel, seorang gadis remaja tunarungu yang jujur dan baik hati. Gilang merasa simpatik dan mereka pun menjadi sahabat yang baik tanpa peduli latar belakang mereka yang berbeda. Persahabatan yang indah itu tiba-tiba menjadi penuh kesedihan ketika Angel divonis mengidap penyakit kanker yang bias merenggut nyawanya. Ketika Gilang berusaha untuk menyelamatkan hidup sahabatnya, Angel meminta satu permintaan terakhir kepada Gilang untuk membuatkan sebuah lagu kepada Tuhan yang akan ia bawa ketika menghadap sang Pencipta. Mampukah Gilang melaksanakan permintaan Angel yang sedang berpacu dengan waktu untuk bertahan hidup?Tentang Penulis:Agnes Davonar adalah nama pena dari dua orang kakak beradik yang sukses menggapai puncak keemasan lewat dunia sastra. Karya-karya mereka yang fenomenal dan selalu dijadikan best-seller adalah bukti dari popularitasnya. Bernama asli Agnes Li, perempuan yang lahir di Jakarta 8 Oktober 1986 dan Teddy Li, sang adik laki-laki yang lahir di Jakarta,7 Agustus 1989 merupakan anak dari pasangan mendiang Ng Bui Cui dan Bong Nien Chin. Mereka berdua hidup dalam ruang lingkup sastra, budaya, dan seni. Ayah mereka yang dulu berprofesi sebagai penulis kaligrafi Cina adalah tulang punggung satu-satunya yang menopang Agnes, Teddy, dan ibunya. Namun, miris, maut harus memisahkan ayahanda tercinta dari mereka karena sang ayah menderita kanker. Ekonomi keluarga mereka pun merosot. Kemahiran sang ayah menulis kaligrafi Cina ternyata tak menurun pada anak-anaknya, sehingga tiada yang bisa mewarisi usaha ayahnya. Untuk dapat terus bertahan hidup di tengah perekonomian yang merosot, sang ibu akhirnya berusaha menjajahkan kue. Agnes dan Teddy pun juga sudah biasa mengantarkan kue untuk dijajahkan sebelum mereka berangkat sekolah. Keadaan ini pulalah yang membuat Agnes yang dulu berkuliah di Universitas Bina Nusantara jurusan Sastra Cina berhenti dari bangku kuliahnya lantara biaya kuliah yang mahal.Karena tak kuasa terus hidup dalam keadaan pas-pasan, sang Ibu kemudian memutuskan untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Taiwan. Agnes dan adiknya pun harus merelakan niat ibunya untuk merantau di Taiwan. Tiap bulannya, sang ibu selalu mengirimkan uang yang bisa digunakan oleh Agnes dan adiknya untuk kebutuhan sehari-hari. Agnes yang ketika itu putus kuliah, dan Teddy yang kala itu masih duduk di bangku SMA tak mau tinggal diam dan hanya menunggu uang dikirim oleh ibunya. Lantas, mereka mencoba mencari pekerjaan. Dan lewat dunia sastralah mereka menemukan jalan terangnya. Mereka mulai menulis novel dan menawarkan naskahnya kepada para penerbit guna mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, begitu miris rasanya, tulisan mereka ditolak mentah-mentah oleh para penerbit. Tentu kegagalan ini membuahkan rasa kekecewaan yang mendalam bagi mereka berdua. Mereka berdua kemudian berinisiatif menuliskan cerita-cerita mereka di Friendster sebagai akun sejaring sosial yang sedang nge-trend kala itu pada tahun 2007.Tulisan yang mereka masukkan ke akun Friendster ini diakui mereka merupakan pengalaman pribadi mereka dan pengalaman orang lain. Semakin waktu bergulir, cerpen yang mereka post di Friendster semakin banyak dengan diimbangi meledaknya jumlah pengujung Friendster mereka yang asyik menikmati cerita mereka. Titik meledaknya ketenaran Agnes Davonar (nama yang diusung mereka berdua) ini terjadi ketika mereka menuliskan novel online "Kisah Lirik Terakhir" yang diangkat dari sebuah lirik lagu, yang menceritakan Gaby si penulis lagu yang mati bunuh diri.Nama Agnes pada Agnes Davonar tentunya diambil dari nama Agnes sendiri. Sedangkan nama Davonar, diambil dari inisial yang menggambarkan Teddy lewat orang terdekat Teddy. Cerita-cerita yang mereka post di Friendster ini pun telah berhasil merebut predikat pertama situs yang paling banyak dikunjungi dari sebuah web top100.comCerita yang menarik, lekat dengan kehidupan remaja, dan dikemas lewat bahasa yang santai dan mudah dimengerti menjadi ciri khas dari Agnes Davonar. Ketenaran dan popularitas semakin mereka raih ketika menerbitkan novel kedua mereka yang berjudul "Surat Kecil untuk Tuhan" yang diangkat dari kisah nyata seorang perempuan penderita kanker jaringan lunak pada tahun 2008. Novel kedua mereka itu berhasil menjadi novel best-seller di Indonesia, serta diterjemahkan ke dalam bahasa Cina, serta dipasarkan dan laris pula di Taiwan.Awalnya, mereka tak berniat membukukan kisah "Surat Kecil untuk Tuhan", namun  melihat banyaknya antusias pembaca online di web site mereka, alhasil kisah itu dibuat dalam bentuk buku. Seperti halnya cerita online yang laris dibaca banyak orang, buku "Surat Kecil untuk Tuhan" ini akhirnya menjadi best-seller, apalagi ketika Agnes Davonar diundang dalam acara talk show di sebuah stasiun TV swasta, mereka menyebutkan bahwa mereka juga sempat menguras air mata saat menuliskan cerita haru yang inspiratif itu. Apalagi, mereka juga teringat akan sang ayah tercinta yang meninggal akibat penyakit ganas nan mematikan itu.Tidak berhenti pada karya kedua mereka yang telah berhasil difilmkan, mereka juga terus berkarya hingga menghasilkan beberapa buku novel dan biografi. Berikut adalah karya-karya mereka:    Misteri Kematian Gaby dan Lagunya Jauh (difilmkan)    Surat Kecil untuk Tuhan (difilmkan)    Biografi Denny Sumargo: Sebuah Catatan Perjalanan Pebasket Nasional    Ayah Mengapa Aku Berbeda? edisi: Moon (gabungan Moon&Venus difilmkan)    Ayah Mengapa Aku Berbeda? edisi: Venus      Kumpulan Cerpen Love n' Life Chocolatos    Kisah Tragis Oei Hui Lan, Putri Orang Terkaya di Indonesia Asal Semarang    F.R.I.E.N.D.S : 3 Kisah 2 Cinta 1 Hati    My Last Love (difilmkan)    My Blackberry Girlfriend (difilmkan)    My Idiot Brother: Love And Life Chocolates (difilmkan)    Kisah Tragis Nina Wang: Perempuan Terkaya di Hongkong    Bidadari Terakhir    IBU AKU MENCINTAIMU CHOCOLATOS    Kisah Hidup Queeny Chang Putri Orang Terkaya Di Medan 

Make Time: Cara Fokus pada Hal-Hal Penting Setiap Hari

Pernahkah kamu merenung dan bertanya-tanya, "Apa sih yang benar-benar telah kulakukan hari ini?" Pernahkah kamu melamunkan proyek-proyek dan aktivitas yang akan kamu kerjakan "suatu hari nanti"tetapi saat itu tak pernah datang?Kita semua mengalami kesulitan meluangkan waktu untuk hal-hal yang sangat penting. Setiap hari kita memulai dengan niat terbaiktapi kemudian waktu kita ditelan habis oleh rapat beruntun, rantai pesan dan e-mail yang tak pernah berhenti, dan update yang tak pernah berakhir di media sosial. Terkadang letih dan terdistraksi sudah menjadi "keadaan normal" kita. Tetapi, bagaimana jika kita bisa melangkah keluar dari roda putar hamster itu dan mulai memegang kendali atas waktu dan perhatian kita?Sebagai pencipta Design Sprint-nya Google Ventures, Jake Knapp dan John Zeratsky telah menolong ratusan tim menyelesaikan masalah-masalah penting dengan mendesain ulang jam kerja mereka. Berdasarkan pelajaran-pelajaran dari Design Sprint ini, mereka menghabiskan bertahun-tahun untuk bereksperimen dengan kebiasaan dan rutinitas mereka sendiri, mencari cara untuk mengoptimalkan energi, fokus, dan waktu. Sekarang, mereka telah berhasil mewujudkan taktik-taktik paling efektif ke dalam kerangka kerja harian yang terdiri dari empat langkahSorotan, Laser, Energi, Renunganyang bisa digunakan oleh setiap orang untuk mendesain jadwal harian secara sistematis.Make Time bukanlah soal produktivitas atau mencontreng lebih banyak daftar tugas. Buku ini juga tidak mengusulkan solusi yang tak realistis, misalnya membuang smortphone atau menyumpahi media sosial. Make Time menawarkan menu 87 poin taktik yang bisa kamu selaraskan sendiri, antara lain: Daftar Hal-Hal yang Mungkin Bisa Dilakukan Tidak Memudahkan Diri Sendiri Jangan Cek Handphone Sewaktu Bangun Pagi Jadikan Piringmu Seperti Alun-alun Mengunci Diri di Luar dan masih banyak lagiBacaan wajib bagi setiap orang yang pernah menginginkan lebih dari 24 jam dalam sehari. Buku ini akan membantumu mendesain hidup di seputar hal-hal yang penting bagimu. Kamu bisa "memiliki" hidupmu sendiri, detik demi detik, dari hari ke hari.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?