3M Magic Memory for Muslim

"Allah memiliki 99 nama. Barang siapa menghafalnya, niscaya akan masuk surga." (HR Muslim)Betapa besarganjaran menghafal Asma al-Husna. Tapi, sudahkah Anda menghafalnya? Alhamdulillah, bersama buku ini, Erwin Kurnia Wijaya memberikan solusi yang bernama metode Magic Memory yang canggih, sebuah teknik menghafal cepat, mudah, dan menyenangkan. Di dalamnya, Erwin memaparkan secara detail tentang:    Teknologi Otak Magic Memory    Magic Memory Asma al-Husna    Magic Memory Tahfizh Al-Quran (Surah Pilihan)    Magic Memory Tahfizh Hadis PilihanUntuk memudahkan Anda dalam menghafal Asma al-Husna, surah-surah, dan hadis-hadis pilihan, Erwin mengungkap kode-kode memori hafalan yang unik. Kini, Anda takkan sulit dan repot lagi dalam menghafal. Bersiaplah menjadi muslim yang pintar, cerdas, dan menguasai ilmu-ilmu Islam.****"Saya berpendapat bahwa metode Magic Memory sangat tepat untuk dipelajari dan diaplikasikan baik untuk kalangan anak, remaja, dewasa maupun orang tua. Saya sudah pernah mencoba ikut metode ini dan luar biasa sampai sekarang apa yang pernah saya terima teringat terus dan tidak membosankan. Semoga Allah membalas semua kebaikan para penggagas maupun penulis metode ini dan semoga semakin dikembangkan untuk materi-materi keislaman lainnya, terutama yang memerlukan hafalan."Ust. H. Arif Ramdani, S.Pd. I., M. H, ketua Baznas provinsi Jawa Barat"Alhamdulillah, bisa ikut pelatihan ini, tadinya nggak hafal nama-nama Allah, sekarang, dalam waktu beberapa jam, insya Allah bisa mengingat dengan cara yang "FUN" tidak stress hanya perlu pembiasaan saja. Terimakasih pak Erwin sudah berbagi ilmunya" dengan kita."Debby, Ibu Rumah Tangga"Bagi saya pelatihan ini sangat menyenangkan. Saya dapat menggabungkan pikiran otak kiri dengan otak kanan! IT'S SO MAGIC FOR ME."-Ahmadillah firdaus, Siswa SMP"Sangat menyenangkan, semoga menambah motivasi untuk menambah semangat menjadi Hafidz Al-Quran 30 juz."Uup saefuliah, karyawan PTTelkom

Menjadi PNS di Usia Senja

Buku yang menggambarkan kegigihan seorang guru honorer dalam menyikapi ketidakpastian janji-janji birokrasi. Buku yang menggugah. Wajib dibaca para guru honorer yang bernasib sama. Dr. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, anggota BSNP"Dengan kemampuan komunikasi yang dimilikinya sekarang ini, Qaimah memang ingin menunjukkan sisi lain dari kemampuannya itu, yaitu berkomunikasi melalui tulisan. Meskipun karyanya terbilang masih tahap mencoba, namun kemampuan refleksi Qaimah dalam mengembangkan ide dasar tulisannya yang berasal dari pengalamannya ini cukup baik. Ini terlihat dari cara penulis yang ingin menunjukkan bagaimana menjadi guru yang baik, bukan sekadar profesi sampingan tetapi sebagai alat mengabdi kepada Allah, Bangsa dan Negara. Fuad Fachruddin, PhD, Direktur Eksekutif INSEPInspiring experience. Sebuah buku berharga yang patut dijadikan cermin bagi setiap guru yang ingin mengembangkan kemampuan menulis dalam rangka meningkatkan kapasitas akademis seorang guru.Dr. Khoirudin Bashori, Rektor UMY***** Menjadi PNS di Usia Senja adalah catatan perjalanan panjang seorang guru sekolah dasar, sejak menjadi guru honorer hingga sekitar 15 tahun kemudian diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade tersebut Qaimah, sang guru sekolah dasar, telah mengalami berbagai pengalaman menarik selama menggeluti profesi ini. Duka, gembira, susah, senang, semua menjadi pengalaman yang senantiasa memberi hikmah dan pelajaran di dalamnya.Selain membagi pengalamannya dalam mengajar, Qaimah juga memaparkan beberapa pendapat dan pemikiran pribadinya dalam hal pendidikan, khususnya pendidikan untuk tingkat sekolah dasar. Ini mencakup bagaimana menyuguhkan metode pengajaran dan atau pembelajaran kepada anak didik di dalam kelas. Dengan bahasa tutur yang lugas dan mengalir, ia tidak hanya membagi pengalaman dan pelajaran yang didapatnya selama ini, tetapi juga menularkan semangat berkobar kepada sesama guru untuk tetap maju dan berkarya semakin baik di bidangnya: mengajar.***** Dra. Hj. Qaimah Umar adalah guru pada SDN Harapan Baru IV, Bekasi Utara. Perempuan kelahiran 8 September 1966 di desa Tegalinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali ini menamatkan pendidikan sarjananya pada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Bandung tahun 1991. Ia bekerja sebagai guru honorer selama 15 tahun dan diangkat menjadi PNS pada 2007, dan telah aktif mengikuti serangkaian seminar serta pelatihan active learning dan effective school management yang diselenggarakan oleh INSEP dan Sekolah Madania Jakarta.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?