Pedang pusaka kebijaksanaan merupakan sebuah ulasan yang menelanjangi senandung pencerahan, sebuah naskah Chan yang sangat termasyur yang membahas metode dan sikap yang tepat dalam latihan.Dalam buku ini, yang disusun dari serangkaian ceramah yang disampaikan dalam beberapa retreat/ meditasi intensif, Acarya Sheng Yen memberikan nasihat dan bimbingan berharga bagi mereka yang mempraktekkan meditasi Chan. Kata-katanya bak air dingin yang memberikan penyadaran yang segar terhadap filosofi yang tak lekang oleh masa, yang akan membawa manfaat bagi siapapun yang tertarik pada agama Buddha.Kebijaksanaan sekeras dan sekokoh intan,setajam pedang pusaka yang tiada taranya.Kebijaksanaan menembus segalanya.
Kisah-kisah dari Negeri 1001 Malam selalu membuat kita terkesima. Petualangan Sindbad, Kisah Ali Baba, Cerdiknya Aladdin, dan lain sebagainya. Kisah-kisah tersebut didongengkan kembali oleh Val Biro yang mampu menyajikannya secara menarik. Petualangan yang penuh dengan rintangan ajaib, penyihir jahat, kebijaksanaan seorang hakim, atau lampu ajaib pasti mampu menyihir imajinasi anak-anak saat diceritakan kisah-kisah dari buku ini.
Straight to target. Lember demi lember buku ini akan mengasah imajinasi kita dalam fantasi yang luar biasa; menyajikan sisi emosi yang tak terlupakan dalam konflik percintaan terlarang antara makhluk cahaya dan makhluk kegelapan.Seharusnya, cahaya dan kegelapan yang berpendar dari tubuh keduanya yang berasal dari bangsa berbeda akan saling menyakiti. Namun, yang terjadi pada pertemuan keduanya sungguh tak terduga.Faye memejam, bersiap merasakan sakit ketika kegelapan pekat Eugene menyentuh pipinya. Namun beberapa detik telah berlalu dan tak ada rasa sakit sama sekali. Gadis itu termangu. Ia sama sekali tak merasakan sakit ketika devoile itu menyentuh kulitnya.
Belajar bahasa Inggris lewat cerita mengasyikkan lho.Baca buku ini. Ternyata bahasa Inggris dan dapat pelajaran berharga dari cerita ini.Ceritanya juga bagus. Burung dara bermain di udara, semut bermain di daratan. Akankah mereka bertemu? Ya, mereka akan bertemu dan saling menolong. Kok bisa ya? Nah, kalian pasti penasaran. Ayoo...miliki buku ini! Tunggu apa lagi?
Pasti enak, ya, kalau kita memiliki kebun sayur di belakang rumah. Kalau ibu mau memasak sayur, tinggal petik, deh. Nah, itulah yang ingin dibuat ayah Putri. Mereka ingin memiliki kebun sayur organik di kebun belakang rumah mereka. Putri ingin sekali membantu ayahnya tapi Putri geli melihat cacing-cacing yang kata ayahnya berguna menyuburkan tanaman sayur mereka. Tidak hanya itu, Putri pernah menemukan ulat di sayuran yang mereka makan. Kata ayahnya, tidak apa-apa. Ih, bagaimana, sih, ayah Putri? Lain lagi kisah Vitri. Sejak melihat Eyang Andar membawa tas dari bekas kemasan kopi, Vitri jadi suka mengumpulkan bekas kemasan mi. Apakah kemasan mi bisa dibuat tas? Baca, yuk, kisah seru mereka!
Jean-Baptiste Grenouille dilahirkan tanpa bau tubuh, namun memiliki indra penciuman yang luar biasa. Ia mampu memilah-milah seluruh bau yang ada. Dari seorang ahli parfum ternama, ia mewarisi seni meramu berbagai minyak dan tumbuhan. Namun kegeniusannya telah melampaui itu semua. Setelah mencium aroma seorang perawan, ia terobsesi untuk menciptakan parfum terbaik yang pernah ada. Obsesi yang mengubahnya menjadi seorang pembunuh. Pembunuhan berantai yang misterius terjadi. Dua puluh lima gadis perawan tewas mengenaskan. Pakaian dan rambut serta kulit kepala mereka hilang. Tubuh mereka benar-benar layu, seolah tak pernah hidup sebelumnya. Seakan seluruh daya hidup yang pernah ada telah terisap tak bersisa. Semua pembunuhan identik. Dilakukan dengan amat rapi dan terencana. Masterpiece seorang seniman yang genius.*****Sebuah novel yang orisinal dan mengagumkan. People"Kuat dan menghanyutkan." Time Magazine"Fantasi yang cerdas dan sungguh memikat." Daily Telegraph
Sesuai dengan judulnya, Integrasi Bangsa dalam Bingkai Keindonesiaan, buku ini memaparkari peran sejarah dan ilmu sejarah dalam merajut keindonesiaan.Gagasan mengenai Indonesia sebagai wujud suatu negara-bangsa memang baru muncul pada awal abad ke-20, tetapi proses ke arah sana telah berlangsung sejak berabad-abad silam ketika kepulauan yang disebut Nusantara itu masih menjadi wilayah-wilayah mandiri. Memang. wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bekas wilayah kolonial Belanda, namun keindonesiaan bukan pemberian kolonial, melainkan kesadaran anak-anak bangsa yang ditempa oleh kesamaan nasib, kesamaan sejarah. dan kesamaan cita-citn. Oleh karena itu kesadaran mengenai keindonesia harus senantiasa dipupuk dengan salah satunya pemahaman mengenai masa lalu, mengenai keragaman, dan mengenai cita-cita. Di sinilah peran sejarah dan ilmu sejarah.Buku ini juga berbicara mengenai "Pemekaran Wilayah"; "Pahlawan Nasional"; "Hari Jadi Kota/Kabupaten"; dan "Pendidikan Sejarah", yang merupakan masalah kekinian nam,un memiliki keterakaitan dan benang merah masalah keindonesiaan.
MEMOAR PULAU BURU DALAM SKETSAGregorius Soeharsojo Goenito adalah seorang seniman yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Setelah belajar kesenian di I'erguruan Taman Siswa, Madiun, ia melukis. bermusik, bermain drama dan teater bareng Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra) pada paruh pertama 1960 an. Imbas dari peristiwa 1965 membawanya "lugas belajar" dari penjara ke penjara hingga akhirnya ia diasingkan di Pulau Buru oleh rezim Orde Baru.Sepuluh tahun ia menjalani pengasingan sebagai tahpol di Burn (1969-1979). Di bawah komando Badan Pelaksana Resettlement dan Rehabilitasi Pulau Buru (Bapreru), Gregorius bersama para tahpol lain harus menghadapi siksaan, mengalami kerja paksa, juga memendam rasa rindu kepada keluarga. Sulit. Tetapi, Gregorius mencoba sabar dan percaya bahwa manusia punya ketegaran inasing masing untuk tetap bertahan.Di tengah siluasi sulit itulah bahan memoar tiilisan Han sketsa ini lahir. Gregorius mengekspresikan memori, his tori, dan perenungannya sebagai tahpol dalam tulisandan sketsa ini tidak lianya dengan ma rah dan meratap, tetaj)i juga dengan meiiertawainya. "Aku tak ingin mengenang Pulau Burn sebagai kenangan paliit, nyatanya setiap jalan menuju cita-cita tak selalu indah," tuturnya.
"Ini tahun terakhir saya di SMP. Dengan segala ke-labilan khas anak remaja SMP, semua orang sibuk belajar buat UN.Tetapi rasanya saya agak salah fokus. Duduk di kelas berisi makhluk-makhluk aneka rupa - saya nggak bisa nggak bikin cerita tentang kelas sableng ini.Lagipula, sekolah nggak cuma buat nilai aja, kan?"
Hindari kegagalan dan panik mengerjakan ujian mulai sekarang. Pelajari tip dan trik cara belajar efektif. Buku ini memberimu ilmu agar bisa berhasil dan tenang menghadapi ujian. So, bye-bye stress!- Cara memaksimalkan potensi otak.- Trik melatih ingatan.- Gaya baru ketika mengulang pelajaran--visual mapping.- Tip meningkatkan rasa percaya diri.- Langkah-langkah untuk menghilangkan rasa stres.Buku ini dilengkapi pula dengan ilustrasi menarik sehingga trik belajar efektif dapat diserap dengan mudah.***Pujian untuk workshop pendidikan Dr. Eva J. Hoffman"... Kunci untuk belajar yang mudah dimengerti oleh semua umur."- David Orr, pendidik, Instruktur International Buzan Centres"Saya belajar beberapa latihan yang membuat saya lebih rileks dan berhasil menyingkirkan tekanan-tekanan. Ini sangat berguna karena Dr. Hoffman mengatakan bahwa stres tidak baik untuk belajar."- Martin, 10 tahun, murid asal Middlewich - Inggris"Saya kagum dengan ide belajar dari Dr. Hoffman. Dia begitu mencintai dunia pendidikan yang digelutinya."- Celia Abellegro, pengajar di Buenos Aires - Argentina
Dia cinta pertamaku. Dia cinta masa kecilku.Dia cinta gilaku. Dia kedipan mataku.Dia cinta monyetku. Dan dia adalah cintaku selamanya. Dia dulu dekat, tapi selalu menjauh. Kini dia dekat, tapi terasa jauh.Dulu dia tampan, sekarang dia jauh lebih tampan. Dulu dia songong, sekarang dia semakin songong. Dulu dia menolakku, sekarang pun juga. Dulu aku tidak pernah menyerah untuk mendekatinya, sekarang pun sama.Menjinakkannya itu lebih susah daripada menjinakkan singa yang mengamuk.Tapi aku tidak akan pernah menyerah.ItuDia***Kak Melvin lucu deh!Aku terus mengejarnya.Dia pun mulai ketakutan
"Scene 40 take 4!"Semua hening dan camera rolling.Tiga puluh detik berlalu.Enam puluh detik berlalu.Tiga menit berlalu."CUTTTT!!!! LO NGAPAIN LAGI SIH, CONG?" tanya Sutradara emosi."Penghayatan, Men. Bunuh orang kan gak gampang. Nyawa orang itu berharga.""Lha, tukang bajaj kemaren?""Itu sih gue laper," ujar Pocong tanpa merasa bersalah."GAK PAKE PENGHAYATAN, CONG. BUNUH AJA LANGSUNG! INGET, TIGA PULUH DETIK!!""Kayaknya gue gak bisa.""KENAPAAAAAAAAAAA???""Nih ya gue jelasin. Waktu Christine Hakim main di Pasir Berbisik, untuk menyiapkan mental adegan bunuh orang, dia butuh enam jam, Men.""TRUS, MAU LO APA?""Gue butuh dua belas jam.""LAKUIN SEKARANG! LAKUIN SEKARANG JUGA! LAKUIN ATO GUE SURUH SEMUA ORANG DI SINI NGAJI BIAR LO BERASEP!"Ketika dunia perfilman mengandalkan tokoh dari dunia lain untuk memerankan aktor utama, kehadiran sosok Pocong kemudian menghancurkan semua imajinasi para pembuat film. Ditemani sahabatnya, Babi Ngepet, Pocong akan membuat kita terbahak-bahak lewat kisahnya mempertahankan eksistensi di jagat industri film.
Buku ini adalah catatan seorang blogger narsis bernama Arham. Di sini dia bercerita tentang kehidupan sehari-harinya di Kendari, lalu saat merantau ke Jakarta, dan akhirnya pulang kampung lagi ke Kendari dalam gaya yang amazing inspiring fun thing sinthing!
Edisi terbaru dari karya besar John W. Santrock ini semakin lengkap dengan materi serta penelitian-penelitian terakhir. Ciri khas buku karya John W. Santrock adalah memberikan peta pembelajaran yang komprehensif terhadap seluruh materi melalui tujuan pembelajaran yang detail. Bagi pembaca buku ini, penekanan tema koneksi pada berbagai aspek perkembangan masa hidup akan sangat bermanfaat dalam memahami konsepnya.Tema-tema koneksi ini Koneksi Perkembangan, Koneksi Topik, Mengoneksikan Perkembangan dengan Kehidupan, Terkoneksi dengan Karier, dan Terkoneksi melalui Riset menyatukan konsep dari berbagai bab untuk memperkuat proses pembelajaran dan mengoneksikan materi ke dalam kehidupan sehari-hari pembaca serta aspirasi di masa depannya. Singkatnya, buku ini memudahkan pembaca dalam menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, memahami penelitian tentang perkembangan masa hidup, dan akhirnya menghubungkan perkembangan masa hidup dengan dunia nyata. Materi terbaru dalam edisi ke-13 ini serta keakuratannya telah mendapat rekomendasi dari pakar psikologi perkembangan di berbagai universitas.Keunggulan produk:Edisi terbaru dari buku teks yang banyak menjadi acuan dalam bidang psikologi perkembanganPembaruan materi dan penelitian dari banyak ahli di bidangnyaKeakuratan materi telah mendapat rekomendasi dari para pakar
Marjinalisasi dan diskriminasi yang dialami sebuah etnis dalam kurun waktu yang sangat lama membuat ikatan emosional etnis semakin erat dan kuat, karena adanya common cause, common goal, and common interest dan akhirnya memunculkan politik identitas, yang merupakan aliran politik dengan melibatkan seseorang atau kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan karakteristik, seperti agama, etnis dan budaya.Konsep tersebut sejalan dengan simpulan dan temuan penelitian ini, yaitu: (1) marjinalisasi dan diskriminasi etnis Dayak di Kalimantan Barat telah menyebabkan ikatan emosional etnis Dayak semakin erat dan kuat, sehingga memunculkan politik identitas etnis Dayak dan membuat lebih mudah dikonsolidasi untuk memilih tokoh dari etnis Dayak sebagai Gubernur; (2) demokrasi dan desentralisasi pada era reformasi merupakan peluang bagi etnis Dayak untuk berkompetisi dengan mencalonkan tokoh dari etnis Dayak sebagai Gubernur; (3) kemenangan tokoh dari etnis Dayak sebagai Gubernur Pada Pilkada Gubernur Kalimantan Barat pada Tahun 2007 telah menggugurkan mindset yang dibentuk oleh kolonial Belanda bahwa Dayak Ulun atau kuli dan oleh Orde Baru bahwa Dayak pemalas serta tidak produktif, sekaligus kemenangan ini telah menyelamatkan dan mengangkat harkat dan martabat etnis Dayak yang selama ini kurang diperhatikan; (4) kenyataan bahwa lembaga politik resmi atau partai politik tidak selamanya mampu menjadi arena perpolitikan yang handal untuk dapat memenangkan kandidat dalam sebuah kompetisi seperti Pilkada; (5) Teori Were (1996) yang mengatakan bahwa partai politik yang representative merupakan wadah dan alat untuk proses konsolidasi, komunikasi, dan kompetisi dalam pemilihan umum, dapat digugurkan oleh munculnya politik identitas yang memenangkan tokoh etnis Dayak pada Pilkada Gubernur Kalimantan Barat tahun 2007.Buku dengan analisis komprehensif ini membawa kita pada kenyataan bahwa partai politik tidak selamanya dan bukan satu-satunya yang dapat diandalkan sebagai wadah atau alat pemenangan Pemilihan Umum. Munculnya politik identitas telah berhasil mengkonsolidasikan etnis Dayak secara emosional untuk memenangkan tokoh Dayak dalam kontestasi politik.Buku Kebangkitan Etnis menuju Pilitik Identitas ini menawarkan referensi bagi kepala Negara (cq. Kementrian dalam negeri) sebagai penentu kebijakan daerah di seluruh Indonesia terutama dalam pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman yang sudah lama terabaikan, pengkaji ilmu politik, peminat studi politik, dan para pemangku kepentingan di bidang politik.
Pada 26 Februari 2008, para pelanggan di 7.100 gerai Starbucks di Amerika Serikat diminta meninggalkan gerai. Tiga jam berikutnya, semua barista di setiap gerai dilatih kembali seni membuat espresso yang sempurna. Peristiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi hal ini menunjukkan betapa gawat situasi yang dialami oleh perusahaan yang tidak pernah melakukan kesalahan.Selama lebih dari tiga dekade, Starbucks memiliki sejarah sebagai tempat yang disebut-sebut sangat menyenangkan untuk bekerja, sebagai perusahaan yang memanggang biji kopi kualitas terbaik yang diperoleh secara etis dan menyajikan minuman untuk jutaan pelanggan yang mendatangi gerai Starbucks demi secangkir kopi dan bersosialisasi. Tapi pada tahun 2008, setelah bertahun-tahun berfokus pada ekspansi yang amat cepat, nilai-nilai yang menjadikan Starbucks sukses berada di ujung tanduk. Penjualan merosot tajam. Harga saham Starbucks jatuh. Kelangsungan perusahaan pun berada dalam bahaya.Untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul, mantan chief executive officer Howard Schultz, yang sudah hampir delapan tahun melepaskan jabatannya setelah mengembangkan Starbucks dari 11 menjadi ribuan gerai, melakukan sesuatu yang tak terduga: Ia kembali sebagai CEO untuk menangani Starbucks. Tujuannya tidak hanya menstabilkan perusahaan, tetapi juga mentransformasikannya dengan berfokus pada nilai-nilai inti dan menyalakan kembali inovasi yang dibutuhkan untuk bertahan dalam pasar yang berubah pesat, sembari menepis kritik tajam dan bersaing dengan para pesaing besar.Schultz datang kembali dengan gairah dan sebuah rencana, dan dalam jangka waktu dua tahunwalaupun menghadapi masalah internal yang menyesakkan dan perekonomian yang memburukStarbucks secara mengejutkan kembali menjadi perusahaan yang keuntungannya terus bertumbuh.Onward adalah kisah yang luar biasa mengenai transformasi itu. Schultz mengajak pembaca mengamati secara dekat proses pengambilan keputusannya sehari-hari, dari sesi-sesi perencanaan yang dilakukan secara tertutup di Seattle, percakapan dengan para petani kopi di Rwanda, hingga presentasi di hadapan investor di New York di tengah kekacauan ekonomi yang sangat buruk.Onward lebih daripada sekadar buku tentang bisnis. Buku yang inspiratif dan apa adanya ini menghidupkan kisah yang dramatis melalui penuturan yang melibatkan emosi dan suspens layaknya sebuah novel.***"Buku baru Howard Schultz ini membeberkan kisah yang luar biasa tentang bagaimana ia mengembalikan kejayaan Starbucks. Keberhasilannya ini merupakan salah satu aksi terhebat dalam dunia bisnis di Amerika Serikat. Kita semua bisa belajar dari visi dan integritasnya."Tina Brown, Editor in Chief, Newsweek, The Daily Beast