Apakah latar belakang sosial pengarang menentukan isi karangannya? Apakah dalam karya-karyanya si pengarang mewakili golongannya? Apakah karya sastra yang digemari masyarakat sudah dengan sendirinya tinggi mutunya? Sampai berapa jauhkah karya sastra mencerminkan keadaan zamannya? Apa pengaruh masyarakat yang semakin rumit organisasinya ini terhadap penulisan karya sastra? Apakah perkembangan bentuk dan isi karya sastra membuktikan bahwa sastrawan mengabdi kepada selera pembacanya?Sederet pertanyaan di atas menunjukkan bahwa hubungan yang ada antara sastrawan, sastra, dan masyarakat bukanlah sesuatu yang dicari-cari. Buku Sosiologi Sastra karya Sapardi Djoko Damono ini memaparkan dengan jelas pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan. Sebuah pengantar singkat yang mengemukakan bahwa sastra bisa mengandung gagasan yang mungkin dimanfaatkan untuk menumbuhkan sikap sosial dalam suatu masyarakat atau bahkan untuk mencetuskan peristiwa sosial tertentu.
Para Mukmin sejati memandang Islam sebagai satu-satunya jalan yang lurus (al-shirth al-mustaqm). Isu utama mereka adalah bagaimana kaum Muslim melaksanakan Islam secara kffah (total). Hal ini bisa menimbulkan kesan bahwa dunia di mata mereka hanya berwajah biner: Islam/kafir, thght/Allah, haqq/bthil, jahiliyah/Islami, Dr Al-Islm/dr al-harb, dan seterusnya. Dengan pandangan-dunia semacam itu, bagi sebagian orang, sikap dan tindakan mereka dianggap terlalu simplistik, linier, keras, dan bahkan radikal.Di sisi yang berseberangan, terdapat sebagian Muslim yang longgar, atau bahkan abai, terhadap prinsip-prinsip Islam. Mereka sering menafsirkan ajaran Islam dalam rangka kepentingan-diri mereka sendiri. Mereka lebih dekat pada sekularisme dan ateisme ketimbang pada Islam, bahkan oleh sebagian orang, mereka dianggap telah keluar dari Islam.Yusuf Qardhawi, seorang ulama yang sangat disegani di dunia Muslim, mencoba memetakan pandangan-pandangan yang berkembang di Dunia Islam. Dengan keluasan ilmu, kejernihan argumentasi, dan kelapangan hati, dia menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang senantiasa menempuh jalan tengah (wasath), yang membawa rahmat bagi semesta alam (rahmah li al-lamn). Dengan pandangan-dunia itu, Islam menampilkan diri sebagai sebuah agama yang toleran, moderat, adil tanpa harus kehilangan prinsip-prinsip intrinsiknya. Di dalamnya tersirat pengakuan akan adanya berbagai pandangan, kemungkinan, alternatif, tafsiran tentang Islam yang satu itu.Tentang PenulisYusuf Qardhawi lahir di Saft Turab, Mesir, 1926, sekarang tinggal di Doha, Qatar, adalah tokoh-pemikir gerakan Islam Al-Ikhwan Al-Muslimun dan ulama intelektual yang sangat dihormati, baik di kalangan Muslim maupun non-Muslim. Selain dikenal sebagai penulis yang prolifik, dokter lulusan Universitas Al-Azhar ini merupakan figur pemikir yang fatwa-fatwanya diikuti oleh banyak kaum Muslim. Pemikirannya yang moderat dan relevan dengan kebutuhan modernitas masyarakat Islam selalu memberikan kontribusi yang berharga bagi Dunia Islam.
* Apa kamu ngerasa kiamat kalo diputusin?* Apa kamu nggak berani ambil risiko karena takut diketawain?* Apa kamu butuh persetujuan n' pendapat orang lain?* Apa kamu ngerasa nggak bakal ada cowok yang naksir?Kalo ada yang kamu jawab Ya, kamu bakal perlu banget buku ini.Pede Aja Lagi...!!! penuh dengan kiat-kiat asyik yang bakal nunjukin gimana kamu bisa jadi cewek yang pede. Buku ini juga bakal menjawab pertanyaan seputar diri kamu, keluarga, sekolah, pergaulan, n' so pasti soal cowok.Dengan bahasa kamu-kamu, bikin buku ini enak dibaca n' kamu bakal ngerasa kayak lagi ngobrol, bukannya lagi baca buku. Ditambah dengan ilustrasi n' quiz, dijamin kamu bakal enjoy ngebacanya.Pas lagi minder, kamu bakal bilang........ PEDE AJA LAGI...!!!
Mempelajari hadis dapat dilakukan sejak dini. Orang tua/pedamping dapat menyampaikan hadis melalui cerita. Dalam buku ini, terdapat 20 kisah menarik yang dilengkapi dengan hadits pilihan. Anak dapat menghambil hikmah dari cerita yang disampaikan, didukung dengan hadis yang berkaitan dengan kisah tersebut. Kisah-kisah disampaikan dengan bahasa sederhana, dilengkapi ilustrasi yang menarik.
Farah, Gina, Xily, Tia, Zizy, Dirly, dan Hany tergabung dalam The Seven Angels, kelompok tujuh anak perempuan yang baik hati dan suka menolong. Saat Jakarta dilanda banjir, mereka mengumpulkan sumbangan dan menyalurkannya ke tempat pengungsian korban banjir. Tidak hanya itu, mereka juga menonjol di sekolah. Saat perlombaan menyanyi dan dance, mereka menjadi juaranya. Tapi, mereka tidak disukai oleh The Girls, kelompok anak perempuan angkuh di sekolah mereka. Grace, sebagai ketua kelompok The Girls selalu berusaha mengalahkan The Seven Angels dengan berbagai cara. Hingga, tiba-tiba Grace menghilang. Ke mana perginya Grace? Apakah ada suatu rencana di balik kepergian Grace? Yuk, baca ceritanya! Dijamin seru dan bikin penasaran.
Kehidupan pernikahan itu bagaikan rollercoaster. Yes? No?Jungkir balik! Kadang di atas, kadang di bawah. Ada yang menikmati dan tertawa bahagia, ada juga yang tersiksa dan menangis tersedu. Setelah mencobanya, setiap orang punya pilihan masing-masing: ingin terus mencoba atau justru kapok luar biasa.Bagaimana dengan Audi dan Rafa? Kehidupan urban yang dijalani pasangan ini memberi tantangan lebih pada pernikahan mereka. Bagaimana mencari waktu untuk bersama di tengah kesibukan mereka. Bagaimana mengatur mood setelah semua energi positif hilang di kantor. Bagaimana menahan godaan dari orang yang pernah hadir di masa lalu.Akankah mereka terus mencoba dan bertahan? Atau justru kapok dan menyerah?
BlurbsKepergianmu pasti menghadirkan rindu untukkku. Tak masalah, sebab aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku punya acara sendiri untuk mengatasinya saat rindu itu hadir membawa kenangan kita.Fokus saja pada langkahmu yang makin menjauh. Kamu yang memilih itu. Temukan bahagia di luar sana, yang kamu jadikan alasan untuk perpisahan kita.Terima kasih pernah tertawa bersamaku, terima kasih atas bahagia yang sementara.Tak usah risaukan aku. Aku baik-baik saja dan akan tetap baik-baik saja tanpamu. Semoga bila kembali bertemu di kemudian hari masing-masing dari kita telah sama-sama bahagia.Kelebihan:1. Penulis dengan jumlah followers di akun Instagram 179k, rata-rata likes 8.000.2. Kumpulan curahan hati tentang melepas cinta yang dikemas dengan indah.3. Layout berwarna dengan desain yang cantik.
Nama gadis itu Aya. Semua orang mengenalnya sebagai pembuat onar. Anak laki-laki sudah kapok dirayunya kabur dari sekolah. Anak perempuan malas pada tingkah Aya yang tidak seperti anak perempuan lainnya. Bahkan, ayahnya dendam kepadanya karena istrinya meninggal gara-gara Aya. Meski pihak sekolah juga kesal, prestasi akademiknya membuat semua orang harus menahan diri dengan sabar.Namun, bukan itu yang menjadi masalah utama Aya sekarang. Dia sedang menjadi sasaran dendam seseorang. Dia terjebak sendirian di puncak tertinggi Danau Toba. Dia bertemu dengan gadis kecil yang membawanya ke sebuah desa damai nan tentram. Dia tinggal di sana untuk sementara waktu, sampai akhirnya... dendam itu membuat onar. Boneka mistis itu memporak-porandakan desa. Seluruh tetua desa ingin Aya pergi dari sana. Katanya, semua kekacauan ini gara-gara Aya. Untuk menghentikannya Aya harus mengorbankan nyawa. Haruskah Aya menuruti semua itu?
Kazu dan Hana mengikuti Masaru dari belakang. Mereka berlari sampai ke tengah-tengah lapangan olahraga untuk bergabung dengan anak-anak klub baseball. Di luar dugaan, anak-anak klub dan penduduk yang entah dari mana datangnya, berbondong-bondong berlari melewati mereka menuju gedung sekolah sambil berteriak-teriak, TSUNAMI! TSUNAMI! Awalnya, hari itu Hana jalani seperti biasa. Ia tak menyangka, pada hari itu pula, gempa besar dan tsunami menyerang kotanya, Minami Souma. Gadis keturunan Indonesia-Jepang itu tak hanya kehilangan rumah, dia juga kehilangan ibunya. Bersama dengan ribuan pengungsi lainnya, Hana tinggal di dalam sebuah sekolah. Mencoba melanjutkan hidup, mencoba bertahan dengan harapan yang perlahan-lahan terkikis.***Silvia Iskandarmenulis novel ini berdasarkan musibah yang terjadi di Provinsi Fukushima, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa dan tsunami pada tanggal 11 Maret 2011 lalu.
Teng! Teng! Teng! Bel tanda masuk berbunyi. Delya tidak sempat menggosok gigi. Delya hanya membersihkan giginya sebisanya .... Begitu pelajaran dimulai, Delya diminta untuk menjelaskan tentang makhluk hidup di depan kelas. Begitu Penjelasan dimulai... gubraks ternyata ada potongan cabe yang nyempil tepat di bagian tengah behel Delya. "Del, apaan tuh di gigimu? Kok, merah-merah? Hahaha ...," celetuk Joko yang membuat hampir semua siswa tertawa. Bagaimana sikap Delya setelah kejadian itu? Masih tetap pakai behel? Atau .... *** "Buku ini akan memberi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menerbitkan karyanya." - Prof. Dr. Bambang Sudibyo, M.B.A. (Mendiknas)
Taman yang Indah, Kupu-kupu Surga, dan Cahaya Kecil Kita"Dinda memohon dengan sangat kepada keluasan hati Kanda untuk menerima kehadiran satu cahaya lagi dalam kehidupan Kanda berwujud seorang wanita shalihah yang akan bersama-sama Dinda berbuat lebih banyak demi kebaikan keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama."***Pilihan Faruq untuk menikahi Indah tidak mendapat restu dari ayahnya, Ahmad Imron. Sang ayah menilai Indah tidak sepadan dengan Faruq karena ia miskin. Namun, Faruq bertahan dengan keputusannya. Mereka pun menikah. Malang, setelah beberapa tahun menikah, mereka belum dikaruniai keturunan juga. Ahmad Imron pun makin gencar melakukan segala cara agar mereka berpisah. Bahkan, ia akan menceraikan ibunya Faruq jika Faruq tidak mau meninggalkan Indah.Di tengah keputusasaan itu, Indah justru memberi Faruq sebuah tawaran yang sulit. Bahwa, Indah bersedia dipoligami. Sebuah tawaran yang membuat Faruq terhenyak.Apakah Faruq menerima tawaran itu? Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya?***Sebuah novel religi yang menyuguhkan jalinan cerita yang kompleks. Namun, memberi oase menyejukkan tentang kekuatan sebuah keluarga.
Faktor keberhasilan lulus psikotes tidak hanya dipengaruhi oleh kepandaian dari nilai-nilai yang dicapai melalui ijazah, tetapi juga dipengaruhi oleh frekuensi mengikuti seleksi psikotes dan berlatih mengerjakan soal-soal psikotes. Latihan mengerjakan soal psikotes menjadi solusi yang paling tepat untuk lebih mengenal dan memahami berbagai jenis soal psikotes yang akan dihadapi.Semoga buku ini dapat membantu teman-teman untuk berhasil mengerjakan soal-soal psikotes gambar
Shalawat adalah cahaya penerang sanubari, kekuatan bagi hati, ketenangan bagi jiwa, kesejukan bagi mata, wangi kesturi bagi majelis pertemuan, kenikmatan bagi hidup, zakat bagi umur, keindahan bagi hari-hari dan penghilang kesedihan dan kesusahan. Shalawat bisa mendatangkan kebahagiaan, kelapangan dada, kesempurnaan nikmat, dan keagungan cahaya.Dr. A'id al-Qarni, penulis L Tahzan Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya (al-Ahzb: 56).* * *Ibnu al-Qayyim berpesan, "Jika Allah dan para malaikat-Nya saja bershalawat kepada Nabi, kalian juga harus bershalawat kepadanya. Lebih-lebih kalian mesti memanjatkan shalawat dan salam kepadanya, karena kalian telah mendapatkan berkah risalah yang diembannya dan diberi kabar gembira oleh makhluk paling mulia di dunia dan akhirat ini."Kita bukan, malah dilarang, berdoa kepada Nabi Muhammad, tetapi bershalawat kepada beliau ibarat kunci pembuka kemurahan Allah. Doa itu berhenti antara langit dan bumi, tidak naik sedikit pun sehingga engkau bershalawat kepada Nabimu (HR Al-Tirmidz). Lebih dari itu, Nabi bersabda, "Orang yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali," (HR Muslim). Inilah rujukan induk bacaan shalawat dari masa ke masa. Syekh al-Nabhani menghimpun bacaan shalawat dari Nabi, sahabat, dan ulama klasik. Dilengkapi rahasia keagungan dan keuntungan bershalawat dalam kehidupan kita, buku ini tak saja indah tapi juga menggugah.
Shalat dan doa merupakan komunikasi paling intim antara manusia dan Tuhan, antara makhluk dan Sang Pencipta. Shalat melimpahkan kelezatan dan ketenangan kepada hati yang lelah, resah dan gelisah, sekaligus merupakan hakikat penyucian batin dan pancaran cahaya bagi jiwa manusia.Ia sebuah komitmen, motivasi untuk bertindak, pengerahan diri, dan permakluman untuk berserah diri dengan cara yang paling tulus, jauh dari tipu daya dan angan, untuk mengingkari segala macam kejahatan dan kebobrokan, dan pada saat bersamaan untuk menegaskan segala kebaikan dan keindahan. Ia sebuah program menemukan jati diri.Mengapa shalat dipandang sebagai kewajiban paling penting dan utama? Mengapa shalat dilukiskan sebagai fondasi dan dasar keimanan? Kenapa tanpa shalat tak ada amal yang dapat diterima? ***Ali Khamenei: menjabat presiden Iran 1982-1990 setelah sebelumnya pernah menjadi menteri Pertahanan, dan kini adalah Pemimpin Tertinggi Iran. Meniti karier keilmuan dengan mendalami bidang fikih, ushul fikih (Jurisprudence) dan filsafat. Sempat meninggalkan karier cemerlangnya karena memutuskan ingin mengabdikan diri pada ayahnya yang tertimpa penyakit buta.
Nikmati lezatnya kandungan materi buku ini yang insyaa Allah akan melembutkan hati andaIkhlas & Mengikuti Sunnah Syarat Diterimanya IbadahKeutamaan Ilmu dan UlamaKeadaan Hati dan Pembagian HatiTanda-tanda Hati Yang Sehat dan Yang SakitSebab-sebab Sakitnya HatiFaktor-faktor Kehidupan Hatidan Makanannya yang Bermanfaat
Twinkle masih SMP, tapi ia juga seorang desainer profesional sebuah toko Pop Lolita yang ada di Harajuku. Suatu hari, di depan toko Twinkle dibuka sebuah toko Gothic Lolita! Ternyata desainernya masih SMP juga, sama seperti Twinkle! Twinkle merasa terjepit karena muncul saingan yang berat!
Dinamika Polri Menegakkan Keadilan Hukum"Soal sebenarnya bukan apel yang busuk. Soalnya adalah kebunnya yang busuk," ungkap Maurice Punch dalam bukunya Police Corruption: Deviance, Accountability and Reform in Policing.Kejahatan atau malpraktik anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab tidak selalu disebabkan oleh individu polisi itu. Faktor lingkungan pada lingkup internal institusi juga menjadi pendorong utama.Jika lebih dikaji, malpraktik yang dilakukan polisi sesungguhnya tidak selalu disebabkan oleh watak individu polisi, tetapi besar kemungkinan dipengaruhi oleh lingkungan kerjanya. Hal yang sama juga berlaku bagi anggota Polri. Buruknya perilaku malpraktik di kalangan internal Polri, terutama yang dilakukan para perwira tinggi, bukan mustahil telah memotivasi anggota kepolisian di level bawah untuk membenarkan perilaku malpraktik itu.