Buku Ajar Dasar-Dasar Keperawatan Gawat Darurat

Buku Ajar Dasar-Dasar Keperawatan Gawat Darurat memberikan pengetahuan dan membekali mahasiswa keperawatan dan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan gawat darurat. Selain itu, buku ini juga memberikan informasi praktis tentang tindakan yang dilakukan perawat ketika berada di unit gawat darurat sehingga dapat memberikan tindakan keperawatan secara cepat dan tepat.  Daftar Isi:Bab 1 TriageBab 2 Manajemen Jalan NapasBab 3 Pengkajian PasienBab 4 Penilaian Pasien TraumaBab 5 Penatalaksanaan Nyeri di Unit Gawat DaruratBab 6 Pengenalan Irama dan Interpretasi EKGBab 7 Perawatan Luka di Ruang Gawat DaruratFITUR-FITUR BUKU    * Gambar-gambar berisi prosedur tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi kegawatdaruratan.    * Lampiran berisi tabel skala kategori kegawatdaruratan pasien versi Singapura.TENTANG PENULISDewi Kartikawati N. adalah staf pengajar di Departemen Emergency Nursing Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan di universitas yang sama pada 2004. Pada pertengahan 20042005 mengikuti program magang di unit gawat darurat RS dr. Saiful Anwar Malang sebelum menjadi dosen aktif di Jurusan Keperawatan dan pada 2007 mengikuti short course terkait emergency nursing di Singapore General Hospital.Selain mengajar, juga aktif di seminar-seminar keperawatan dan pernah menjadi penulis kedua buku bertema Penatalaksanaan Henti Jantung di Luar Rumah Sakit.

Emotional Intelligence (Cover Baru)

Apakah IQ merupakan takdir? Goleman memperlihatkan faktor-faktor yang menyebabkan orang ber-IQ tinggi gagal dan orang yang ber-IQ sedang menjadi sangat sukses. Faktor-faktor itu mengacu pada kecerdasan emosional, yang mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati, serta kecakapan sosial.Kecerdasan emosional merupakan ciri orang-orang yang menonjol dalam kehidupan nyata, yaitu mereka yang memiliki hubungan dekat yang hangat dan menjadi bintang di tempat kerja. Ini juga ciri utama karakter dan disiplin diri, altruisme, serta belas kasihkemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan bila kita mengharapkan terciptanya masyarakat yang sejahtera.Sebagaimana ditunjukkan oleh Goleman, kerugian akibat rendahnya kecerdasan emosional dapat berkisar dari kesulitan perkawinan dan mendidik anak hingga buruknya kesehatan jasmani. Rendahnya kecerdasan emosional dapat menghambat pertimbangan intelektual dan menghancurkan karier. Barangkali kerugian terbesar diderita oleh anak-anak, yang mungkin bisa mengalami depresi, gangguan makan dan kehamilan yang tak diinginkan, agresivitas, serta kejahatan dengan kekerasan.Kabar gembiranya, kecerdasan emosional tidak ditentukan sejak lahir. Karena pelajaran-pelajaran emosional yang diperoleh seorang anak akan membentuk sirkuit otaknya, Goleman memberikan pedoman mendetail tentang bagaimana orangtua dan sekolah dapat memanfaatkan kesempatan emas masa kanak-kanak itu dengan sebaik-baiknya.

Pengembangan Diri Menjadi Pribadi Mulia

Saat ini banyak muncul elite-elite muslim di berbagai lembaga pemerintah dan swasta yang mengalami krisis integritas. Kecerdasan intelek hanya mengantarkan sosok kaum muslim menjadi manusai yang memiliki wawasan pengetahuan tentang Islam, tetapi tidak mengantarkannya menjadi muslim yang berakhlak mulia.Sementara itu muncul kelompok putus asa yang kehilangan kepercayaan dan kesabaran dalam menghadapi elite-elite muslim di berbagai lembaga pemerintah yang mengalami krisis integritas. Mereka mencari jalan pintas untuk segera keluar dari kebusukan ini dengan mengembangkan pola pikir dan corak keislaman yang radikal. Padahal Islam adalah ajaran yang berdasarkan pada landasan akidah, syariat, dan al-akhl�q al-kar�mah, akhlak yang mulia. Ini semua tercermin pada perilaku Nabi Muhammad saw., sebagai al-Qur`an hidup.Rasulullah merupakan figur sentral yang menjadi teladan umat Islam dalam kehidupan sosial, intelektual, dan penghayatan nilai-nilai spiritual. Buku ini diharapkan menjadi ragi dalam mengembangkan corak keislaman yang menjadikan seorang muslim menjadi pribadi yang memadukan keyakinan agama yang kuat dengan pengamalan ibadah yang mantap.Dari keyakinan yang kuat dan ibadah yang mantap, melahirkan sosok seorang muslim yang memiliki kesalehan sosial. Seorang muslim yang tampil dengan kepribadian yang mulia, peduli dan berbagi, serta toleran dengan segala perbedaan yang ada. Dari corak keislaman yang memadukan ilmu dan amal, serta akal dan kalbu; diharapkan akan membimbing umat memiliki kekuatan akal atau argumentasi yang kuat untuk menolak corak keislaman yang radikal; sementara pada waktu yang sama akan menguatkan integritas moral dan akhlak.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?