Tafsir Ahkam Ayat-Ayat Ibadah

Betapa pun awamnya seorang Muslim niscaya mereka tahu dan memang selayaknya mengetahui bahwa al-Qur'an al-Karim merupakan sumber utama dan pertama bagi agama Islam.Secara garis besar, al-Qur'an berisikan tentang akidah (keimanan), akhlak, janji baik dan ancaman buruk (wa'ad dan wald), kisah dan sejarah, syariah (hukum), ilmu pengetahuan dan teknologi, dan Iain-Iain. Ayat-ayat yang berisikan mengenai hukum disebut dengan ayat-ayat ahkam.Dalam bukuTafsir Ahkam ini dibahas mengenai hukum-hukum ibadah yang diambil dari surah-surah dalam al-Qur'an. Hukum dari ayat-ayat Thaharah diambil dari Surah al-Ma'idah [5] ayat 6 dan Surah an-Nisa' [4] ayat 43; ayat-ayat Shalat yang diambil dari Surah al-Baqarah [2] ayat 43-46, al-Hajj [22] ayat 77, dan al-lsra' [17] ayat 78; ayat-ayat Zakat dari Surah al-Baqarah [2] ayat 276, dan at-Taubah [9] ayat 60; ayat-ayat Puasa dari Surah al-Baqarah [2] ayat 185; dan ayat-ayat Haji dari Surah al-Baqarah [2] ayat 196-197, Surah Ali'lmran [3] ayat 96-97, dan Surah al-Hajj [22] ayat 27-29.Sistem penulisan Tafsir Ahkam ini disusun dengan urutan yang dapat mempermudahpembaca. Sistematikanya terdiri dari ayat yang bersangkutan dan terjemahan, tafsir mufradat, makna global, sabab nuzul, penjelasan, dan istinbath. Insya Allah buku ini dapat mengisi kekosongan tafsir ahkam berbahasa Indonesia yang masih langka dan sekaligus menambah khazanah ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.

Love You Like Crazy

Karena kau adalah yang paling berharga untukku di dunia iniCintaku padamu telah mengubur jauh akal sehatku. Namun, sekali pun aku tak pernah menyesali itu. Bahkan jika aku harus merasakan sakit berulang kali karena itu, tak mengapa bagiku. Karena hatiku selalu meyakini, cinta kita memang ditakdirkan begitu. (Hee Jin)Bukankah cinta tak pernah mengenal batas? Jika memang aku mencintai dia, mengapa itu salah? Cinta yang salah itu bukan cintaku kepadanya, tapi cintanya pada pria itu. Pada seseorang yang mampu melukai, bahkan membunuhnya sewaktu-waktu. Tapi bisakah kau memahami hatiku? (Cho Kyuhyun)Berulangkali aku memintanya jangan jatuh pada hatiku, namun dia mengabaikan itu. Aku juga memiliki rasa padanya, tapi aku tak ingin memerangkapnya, apalagi membuatnya menderita di neraka bersamaku. Bisakah aku menghentikan hatiku sendiri, juga hatinya? Pantaskah monster sepertiku mendapatkan dewi sepertinya? (Park Yoochun)                                                       ****Rasa-rasanya cinta bukan alat untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Salahkah jika Hee Jin mencintai pria yang pernah menikamnya dengan pisau lipat? Salahkah jika Cho Kyuhyun mencintai sepupunya sendiri? Salahkah jika Park Yoochun yang tak bisa mengendalikan monster dalam dirinya jatuh cinta pada wanita selembut bidadari? Yang paling penting, salahkah jika cinta itu ada.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?