Bijak & Cerdas Mengolah Sampah

Bijak & Cerdas Mengolah Sampah Membuat Kompos dari Sampah Rumah Tangga * Aneka Teknik dan Cara Pengomposan * Aneka Tipe Komposter untuk Sampah Rumah Tangga * Teknis Pembuatan Komposter If there's a will, there's a way. Begitulah kiranya semangat dan perjuangan Teti Suryati menyosialisasikan pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos. Banyak rintangan yang dihadapi oleh kader kebersihan Dinas Kebersihan DKI Jakarta ini, tetapi semuanya dijadikan sebagai tantangan. Keberhasilannya memberdayakan warga di sekitar tempat tinggalnya, membuahkan sejumlah prestasi yang sangat membanggakan. RW 15 tempat ia berdomisili, terpilih sebagai RW percontohan di Jakarta Timur, bahkan juara nasional RW Bersih 2007 yang diselenggarakan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup. Selain itu, guru biologi ini juga berhasil membawa sekolah tempatnya mengajar terpilih sebagai sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional, melalui kegiatan muatan lokal pengolahan sampah sekolah. Srikandi lingkungan ini pun sukses mengembangkan komposter untuk membuat kompos dari sampah rumah tangga. Bahan pembuatan komposter ini pun tetap memanfaatkan barang bekas di sekitar kita. Dalam buku ini, Teti Suryati berbagi pengalaman dan pengetahuan pengolahan sampah, khususnya pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Tak ketinggalan, dibahas pula pembuatan berbagai tipe komposter beserta penggunaannya dalam menghasilkan kompos. Kini, saatnya kita yang ambil bagian untuk peduli pada sampah yang kita produksi. Kalau bukan kita, siapa lagi? Mari, selamatkan bumi kita!

Islamic Parenting: Pendidikan Anak Metode Nabi (Cover Baru)

Saat banyak tindak kekerasan orangtua terhadap ariak mencuat, ada baiknya kita uji sejauh mana pengetahuan kita tentang interaksi Rasulullah terhadap anak-anak. Pernahkah terbayang, tubuh besar yang mulia itu tergulung-gulung di tanah disertai derai tawa anak-anak kecil yang ceria? Atau, saat bersama pasukannya nan gagah perwira pulang usai peperangan, tiba-tiba berhenti di gerbang kota sekadar untuk menaikkan anak-anak kecil di kuda tunggangan beliau? Atau, bagaimana khotbah Jum'at yang demikian agung dapat berhenti oleh langkah kaki kecil yang berjalan tertatih mendekat mimbarsewaktu beliau berkhotbah?Banyak hal selama ini tersembunyi yang diungkap buku ini. Adegan demi adegan dipotret dengan jelas oleh Penulis, membuat kita seolah hadir menyaksikan langsung bagaimana beliau mendidik anak-anak kaum Muslimin. Mengagumkan, mengesankan, akan memaksa airmata keharuan Anda meleleh... yang akan bermuara pada kesimpulan: beginilah cara beliau melahirkan generasi terbaik. Suatu fragmen yang sering kita lupakan, karena menganggap generasi terbaik hanyalah para shahabat yang bertemu beliau dalam keadaan dewasa, tidak termasuk anak-anak yang hidup semasa dengan beliau.Kejelian penulis untuk membidik proses pendidikan dari sejakjanin hingga pra-nikah, merupakan keistimewaan tersendiri buku ini. Fase sangat menentukan yang menjadi tanggungjawab orang tua untuk menghitam-putihkan anak-anak mereka. Beginilah Nabi mendidik anak!

My Possessive Boyfriend

Mungkin semua perempuan akan merasa bahagia jika bisa mendapatkan cowok seperti Reza. Tapi tidak dengan Dara. Dara menyesal kenapa dulu ia menerima Rezacowok pengekang itu. Dara benar-benar sial.    "Enggak, Ra," tolak Reza mendengar permintaan Dara.    "Boleh, ya?" bujuk Dara dengan wajah melasnya.    "Enggak!"    Boleh, Za."    "Sekali enggak, ya enggak."    "Ih ... nyebelin banget, sih. Dara ngambek karena tak berhasil membujuk Reza.    Bagaimana kehidupan Dara yang selalu dilarang ini dan itu oleh pacarnya yang notabene cowok paling posesif? Dara juga tak habis pikir, bagaimana Reza mencintai sampai segitu dalam padanya. Reza akan melakukan apa pun untuk Dara agar dia tidak kehilangan gadisnya. Ya, miliknya.    "Aku melakukan ini karena aku perhatian sama kamu, Ra."    "Aku jauh lebih butuh pengertian daripada perhatianmu, Za."Tentang PenulisNama lengkapnya Fasti Nur Aistya. Lahir di Kediri, 27 Oktober 2000. Perempuan yang tidak suka hujan ini sering dipanggil Fasti oleh temannya dan dipanggil Tya kalau di rumah. Pada saat menulis novel ini, dia masih berumur 16 tahun. Sekarang, dia masih duduk di bangku kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan, tepatnya di SMKN 2 Kediri.Perempuan yang suka nonton drama korea, anime, dan film action ini, mulai menggeluti dunia kepenulisan saat masuk SMK melalui akun Wattpad. Sampai saat ini sudah ada enam cerita yang dia tulis di Wattpad, My Possesive Boyfriend yang merupakan karya pertama yang berhasil diterbitkan, Backstreet, Azalea, Stalker, Not Kompak But Somplak dan Unfair Love. Bagi kalian pengguna Wattpad bisa cek profil @fastiaistya untuk menemukan karya lainnya. Ig : @fastiaistyaAsk.fm : @fastiaistya

Smart Eating Nutritious & Delicious

Luar biasa...Buku yang menarik dan perlu dibaca. Memberikan panduan kepada pembacanya untuk mendapatkan gizi seimbang, terutama dari pangan berbahan keju.Prof. Dr. Ali Khomsan,Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPBPenyediaan pangan aman dan bergizi di rumah, utamanya merupakan tanggung jawab ibu. Namun seiring dengan tren untuk makan di luar rumah atau jajan, semua anggota keluarga dituntut untuk mengetahui pangan yang aman dan bergizi. Buku ini dapat menjadi referensi untuk memperoleh informasi tersebut.Prof. Dr. Winiati P.RahayuSekretaris Jenderal Jejaring Intelijen PanganBuku ini berisi informasi yang sangat spesifik tentang keju, mulai dari karakteristik gizinya, cara penanganan dan penyimpanan yang baik, hingga cara menggunakannya sebagai ingridien dalam menyusun sajian produk pangan lezat dan sehat berbasis keju. Buku ini bisa digunakan untuk keluarga secara "smart" dalam menentukan menu makannya, baik makan di luar rumah atau jajan, semua anggota keluarga dituntut untuk mengetahui pangan yang aman dan bergizi. Buku ini dapat menjadi referensi untuk memperoleh informasi tersebut.Prof. Purwiyanto HariyadiDirektur SEAFAST Center IPBSangat dianjurkan untuk mengonsumsi pangan secara beraneka ragam dan cukup.Sehingga kekurangan gizi pada salah satu jenis makanan dapat ditutupi oleh jenis makanan yang lain. Jadi, untuk mencapai gizi yang seimbang, tidak mungkin dipenuhi hanya satu jenis bahan pangan. Setiap jenis pangan memiliki peranan masing-masing dalam menyeimbangkan asupan gizi setiap harinya. Buku ini dapat menjadi tambahan pengetahuan dan informasi mengenai hal tersebut bagi para pembacanya.Hindah. J.MuarisAhli Kulinologi pada Majalah KULINOLOGI INDONESIA

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?