Wow, bagus sekali kerudung itu, cocok untuk Mama. Pasti Mama akan cantik sekali pakai kerudung tersebut. Tapi, aku nggak punya uang untuk membelinya. Hmm, aku, kan, bawa uang kas kelas. Apa aku pakai dulu, ya? Toh, nanti bisa aku ganti pakai uang jajan yang aku kumpulin setiap hari. Bu Rosa dan teman-teman nggak akan tahu kalau uangnya aku pakai dulu, kata Alya dalam hati sambil memandang kerudung cantik tersebut.Alya tahu itu tidak baik. Namun, dia ingin sekali membelikan kerudung baru untuk Mama.Hmm, Alya jadi membeli kerudung itu apa tidak, ya? Kalau jadi beli, berarti dia sudah tidak menjadi anak yang jujur dan amanah. Jika tidak? Ah, bikin penasaran deh. Mending kamu langsung baca bukunya aja, ya! Selain cerpen Kerudung untuk Mama, masih ada 10 cerpen menarik lainnya lho. Selamat membaca!
Acara pun dimulai. Kami urutan ke-3. Waaah! Gugup banget. Untungnya saat urutan ke-2 tampil, Faras datang bersama Ryna. Ooh, ternyata Faras menjemput Ryna. Cool! Alhamdulillah. Maya datang saat urutan ke-2 hampir selesai. Waduh, Nur dan Rys mana, nih?Saat urutan 4 menari, Bu Tasya datang bersama Nur. Kulihat Bu Tasya seperti panik sekali. Bu, kenapa? tanya kami kepada Bu Tasya.Ini, katanya ban mobil Rys bocor. Katanya nyari-nyari tambal ban nggak ketemu-ketemu. Akhirnya Rys naik sepeda sama Ibunya. Rumah Rys jauh dari sini, kan? tanya Bu Tasya yang sangat panik karena tidak menyangka akan terjadi seperti ini.Wah, apa yang akan terjadi selanjutnya, ya? Apakah mereka jadi ikut kompetisi menari? Yuk, intip keseruannya dalam kumcer Kemenangan di Balik Kekalahan ini. Selain cerpen Kemenangan di Balik Kekalahan, masih ada 9 cerpen menarik lainnya lho. Selamat membaca!
Teman-teman, perkenalkan namaku Dita Putri Cahyani. Meskipun aku buta, aku berkeinginan untuk ikut lomba menghafal al Quran. Aku bercita-cita menjadi hafidzah suatu saat nanti.Indra penglihatanku memang tak sempurna, tapi aku tak menyerah. Aku ingin membuktikan kekurangan bukanlah sebuah keterbatasan. Apalagi Mama dan Ayah senantiasa mendukungku. Dengan ridha Allah, aku yakin aku bisa!Teman-teman, selamat membaca kisahku ini ya. Semoga bisa mengambil pelajaran. Baca juga sebelas cerita lain dalam kumpulan cerpen ini. Salam semangat selalu.
Teman-teman, Keisya sedang kesulitan nih. Bundanya sedang dirawat di rumah sakit dan Ayah sekarang sedang tidak punya pekerjaan tetap. Padahal SPP sekolah Keisya sudah menunggak dan harus segera dilunasi. Tidak heran jika Keisya sedih. Atas saran Bu Guru, Keisya akhirnya mulai menabung. Sedikit demi sedikit ia menyisihkan uang saku untuk ditabung di celengan ayam peninggalan neneknya. Keisya berniat menabung untuk melunasi tunggakan SPP. Nah, Teman-teman, apakah Keisya berhasil? Yuk, baca kisahnya dalam kumpulan cerpen Keisya Pandai Menabung. Selain itu, masih ada 10 cerpen lain yang harus kalian baca. Happy reading
Cerita yang seru untuk dibaca dan baik untuk diambil hikmahnya. Sukses buat penulis-penulis keren seperti Laksita dan yang lainnya. (Kak Ali Muakhir, Penulis 333 judul buku, Peraih Adikarya Ikapi 2007 Fiksi Anak Terbaik)Janji Seribu Bakau, kisah inspiratif yang dikemas begitu menarik. Tentang kegigihan seorang gadis yang peduli lingkungan, menyadarkan kita bahwa janji adalah hutang yang harus dibayar, dan tidak semua hal bisa didapatkan dengan uang. (Sherina Salsabila, Penulis, Tokoh Anak dan Remaja, Penerima Penghargaan Kebudayaan 2015 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)Tidak hanya menghibur, cerpen ini menyuarakan kepedulian pada lingkungan, khususnya pelestarian hutan bakau. Acung jempol untuk penulis cilik ini, yang kemampuannya merangkai kata melebihi anak-anak seusianya, disertai pesan moral kuat yang mengembus di sekujur cerita. (Linda Satibi, penerima penghargaan IBF Award 2016 kategori fiksi anak terbaik)Wow, kalau sebagai penulis cilik karyanya udah kayak gini, nanti kalau sudah jadi penulis dewasa karyanya bakal kayak apa, ya? (Marisa Agustina, penulis buku anak, penerima penghargaan IBF Award 2015 kategori fiksi anak)
Naya kesal pada Bunda. Kok Bunda nggak ada capek-capeknya ngomelin Naya ya? Sebenarnya Bunda sayang nggak sih sama Naya? Begitu pikir Naya. Akhirnya, Naya pergi ke hutan untuk membuktikan, apakah Bunda sayang padanya atau tidak.Diam-diam Naya kabur ke tengah hutan. Di hutan Naya bertemu seorang nenek. Naya ngeri mengingat cerita Alifa. Konon ada dukun perempuan yang tinggal di hutan itu. Jangan-jangan nenek itu yang dimaksud Alifa? Benarkah si nenek seorang dukun? Lalu, bagaimana reaksi Bunda saat tahu Naya tidak ada di rumah?Nah, teman-teman cari tahu kisah selengkapnya di buku ini. Ada juga cerpen-cerpen lain yang tidak kalah menarik. Selamat membaca
Enak, ya, Mbak jadi mereka, pingin apa tinggal nunjuk. Tahun ajaran baru, semua juga ikut baru. Lha kita, jangankan beli baru, tas kalau nggak sampai jebol, ya, belum beli yang baru.Mulai mulai mulai! Bersyukur, Din ingat, rezeki orang itu sudah diatur Allah. Mungkin saat ini belum bisa beli ini itu, siapa tahu nanti ada rezeki nomplok. Yang penting kita itu harus selalu bersyukur! Coba bayangkan, andai ibumu dengar kamu mengeluh seperti itu. Kira-kira ibumu sedih nggak?Hmm. Apa yang sedang dibicarakan Mbak Intan dan Dini, ya? Kok sepertinya Dini kurang bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki? Lalu, apa yang membuat Dini seperti itu, ya?Simak kelanjutan ceritanya di Kumpulan Cerpen Finalis Kompetisi Menulis Indiva 2019 kategori cerpen Lintang, yuk! Masih ada banyak cerpen menarik lainnya lho. Jangan mau ketinggalan!
Kamu tahu, kan, Mama selalu melarangku melakukan ini dan itu. Aku terlalu dimanja di rumah. Terlalu dimanja itu nggak enak. Aku tidak bisa melakukan apa pun yang aku mau. Keluh Nia pada Nasywa.Dimanja itu ternyata tidak selalu menyenangkan ya. Seperti kata Nia, ruang geraknya jadi terbatasi, dan nggak enaknya lagi kita jadi terlalu tergantung pada orang lain. Saat Sekolah mengadakan lomba untuk memperingati Hari Ibu, Nia pun bingung harus berpartisipasi dalam lomba yang mana, karena ia merasa tak punya kemampuan di bidang-bidang yang dilombakan.Sebagai sahabat, Nasywa sanagt ingin membantu Nia. Nah sobat, kira-kira apa ya yang akna dilakukan Nasywa untuk membantu Nia? Ikuti ceritanya di buku ini ya Selain cerita tentang mereka berdua, masih ada delapan cerpen lainnya yang hanya bisa kalian baca di sini. Jangan lewatkan!
Tiara disebut sebagai Ratu Kuaci di kelas. Mengapa, hayo? Yash! Karena dia suka sekali makan kuaci. Tiada hari tanpa kuaci. Tapi Tiara juga punya kebiasaan buruk nih. Dia abai banget soal kebersihan. Tiap makan kuaci, kulitnya dibuang semabarangan!Wah ini kebiasaan buruk yang tidak patut ditiru. Padahal kebersihan itu sebagaian dari iman lho. Untung ada Ibu yang selalu mengingatkan Tiara.Nah, bagaimana dengan kalian teman-teman? Sudahkah kalian menjaga kebersihan? Biar lebih semangat buat menjaga kebersihan diri dan lingkungan, yuk, baca 12 cerpen inspiratif dalam kumcer Indahnya Menjaga Kebersihan!
Pukul tiga pagi, Ummi sudah membangunkan Naya. Beliau menyuruhnya untuk shalat Tahajud. Naya terpaksa bangun karena enggan mendengar omelan Ummi. Setelah shalat, ia melipat mukena, lalu bangkit.Eits, kamu mau ngapain? cegah Ummi. Mau tidur lagi, Mi. Masih ngantuk, jawabku kemudian menguap.Ayo baca al Quran dulu! Sebentar lagi, kan, adzan Subuh. Nanti langsung shalat Subuh, suruh Ummi.Naya menggerutu. Seharian mood-nya jadi buruk karena mengantuk. Duh, mengapa ibadah pagi malah bikin Naya uring-uringan ya? Ternyata eh ternyata, perkara ikhlas jadi akar masalahnya.Apakah teman-teman punya pengalaman seperti Naya? Hm gimana ya caranya biar kita bisa melakukan sesuatu dengan ikhlas? Yuk, simak cerita Naya selengkapnya dalam Ikhlas dari Hati. Ada juga delapan cerpen lainnya yang tidak kalah menarik lho. jangan lewatkan!
Hilma dikenal sebagai anak yang disiplin dan bertanggung jawab. Siang tadi Fira minta tolong padanya untuk membelikan permen kapas apel. Hilma bersedia dan berjanji akan mengantarkan pukul lima. Tapi sebelum berangkat, Bunda menyuruh Hilma bersih-bersih ruang keluarga dan dapur. Pukul setengah empat Hilma baru bisa berangkat ke penjual permen, dan dia masih harus mengantre! Duh, waktunya cukup nggak ya?Teman-teman, yuk, kita belajar menjaga amanah bersama Hilma. Ada juga delapan cerpen lain yang tak kalah menarik. Jangan lewatkan
Kalau misalkan kita memakai pasmina, kan memang pemakaiannya diputar-putar, ya? Bentuk pasmina memang panjang, tapi ketika dibuat agar bergaya, hasilnya akan terlihat pendek dan tidak menutupi dada. Jadi mungkin lebih baik kita menggunakan jilbab yang lebar sehingga bisa menutupi dada.Begitu kata Ustadzah. Sontak teman-teman menatap ke arah Aleya. Kulihat Aleya. Ia memang orang yang stylish. Ia senang mengikuti tren, meski kadang menabarak aturan syari dalam berbusana. Bukan hanya sekali teman-teman mengingatkannya. Kapan ya Aleya akan berubah?Nah, teman-teman ikuti kisah Aleya dalam kumpulan cerpen Hijrah Aleya karya Zata. Buku ini berisi 10 cerpen inspiratif yang akan menemani ruang baca teman-teman. Happy reading!
Kalian tahu, enggak? Bukan cuma Superman dan Spiderman aja lho, yang punya kekuatan hebat. Kita juga punya. Kekuatan itu bersumber dari hati nurani. Yang akan muncul ketika, misal, kita melihat orang lain yang sedang susah atau butuh pertolongan. Contoh, nih. Saat teman kita jatuh, kita akan membantunya untuk bangkit dan membersihkan lukanya. Nah, perbuatan kecil itu yang membuat kita hebat seperti superhero! Namanya Bu Marni, guru Bahasa Indonesiaku yang tetap semangat mengajar walau sudah berusia lebih dari setengah abad. Dalam memberi motivasi, biasanya Bu Marni akan menggunakan tokoh-tokoh terkenal untuk membantu menyampaikannya secara seru buat kami.Kutipan di atas adalah secuil kisah yang ada di cerpen Guruku Superhero. Bu Marni hebat, ya, teman? Mengajar dengan cara yang tidak biasa. Kira-kira, ada kehebatan Bu Marni yang lain nggak, ya? Daripada penasaran, yuk lanjutin baca kumcer Guruku Superhero. Masih ada 9 cerpen menarik lainnya lho. Selamat membaca
iburan Zira seharusnya sempurna. Ia memang tak berlibur ke mana-mana, tapi Zira sudah meminjam banyak buku. Dengan buku, ia bisa menjelajah dunia.Malam liburan tiba, Zira sudah selesai membantu Ibu. Ia siap untuk membaca buku dengan santai. Tapi. Teng. Teng Teng Sebuah suara dari luar rumah terdengar keras. Buku yang dipegang Zira terlepas. Jantungnya berdegup. Zira melunglai begitu tahu apa yang terjadi. Satu peristiwa yang membuat banyak hal berubah. Kejadian itu juga membuat Zira mendapatkan banyak pelajaran di kemudian hari. Tentang arti rumah, tentang doa yang dipanjatkan tapi belum dikabulkan, dan tentang bersyukur. Apa yang terjadi pada Zira di malam itu? Yuk, baca kisah Zira selengkapnya.
Yun, bagaimana caranya menyalakan lampu ini? Zaim menyambar lampu yang ada di atas meja. Nanti diberi baterai. jawabku singkat. Baterai seperti apa yang akan kamu gunakan? Baterai biasa dong. Gitu aja kok pake tanya segala? jawab Yeon Jie sewot. Maaf, Yeon. Aku pikir kita akan membuat penemuan yang bisa memberi nilai lebih pada lampu ini. Ternyata kita hanya membuat lampu biasa, ya? pernyataan Zaim membuatku sempurna terbungkam. Meski sebenarnya dia tidak bermaksud menyinggungku. Hmm, mereka sedang membicarakan apa, ya, teman? Coba deh kalian cari jawabannya dalam buku ini. Novel asyik yang bercerita tentang Jung Yun dan Zaim, dua orang sahabat yang sekolah di sekolah internasional Korea. Bagaimana? Semakin penasaran kan?
Malam itu, Dhila mengecek notifikasi Whatsapp-nya. Ada sebuah pesan dari nomor tak dikenal. Ia membaca pesan yang agak panjang itu sampai habis. Di bagian akhir pesan tertulis.Kirimkan pesan ini ke 15 kontak dan 5 grupmu dan kamu akan mendapat surprise besar di depan pintu rumahmu 2 jam kemudian.Gara-gara pesan itu, Dhila jadi galau. Apakah baiknya disebar atau dibiarkan? Wah, jadi penasaran, apa ya isinya? Apakah benar atau jangan-jangan hanya berita bohong belaka? Cari tahu di buku ini. Selain Gara-Gara Hoax, ada juga tujuh cerpen superkeren Pemenang Lomba PECI 2018. Happy reading, happy learning
Meski berasal dari keluarga sederhana, Elfa berhasil mendapat beasiswa untuk menuntut ilmu di sekolah elite. Teman-teman sekolah Elfa hampir semuanya berasal dari keluarga kaya. Saat pagi sebelum pelajaran dimulai, teman-teman selalu bercerita tentang hadiah-hadiah keren yang mereka terima dari orang tua mereka. Ada yang dibelikan jam tangan, diajak liburan ke Taman Mini, dijajanin donat mahal, dan sebagainya. Suatu hari, Elfa pulang sekolah dijemput Bapak. Dengan mengendarai becak Bapak, mereka pulang melewati pasar. Elfa melihat baju bagus. Ia menginginkan baju itu, tapi tak berani minta ke Bapak. Elfa pun harus mengubur keinginannya. Tanpa diduga beberapa hari berikutnya Bapak memberikan sebuah bingkisan! Bingkisan apakah itu?Teman-teman, ikuti kisah Elfa dan Bapak dalam Belajar dari Bapak. Buku ini berisi 12 cerpen yahud yang bukan sekadar menghibur, tapi juga berisi pesan-pesan positif. Salamat membaca dan mengambil hikmah, ya
Hah?!Adalah satu kata terucap yang mewakili segalakebingunganku. Aku memang pulang, tapi tempat ini terasaasing untukku. Ke mana perginya sawah hijau? Ke mana perginya tanahlapang? Ke mana perginya udara menyejukkan yang dulu bisaaku hirup setiap waktu? Ke mana semua yang aku rindukan? Azra tersedot ke dalam lorong waktu. Bagaimanakahkeberlanjutan kisahnya? Yuk, cari tahu dalam buku yangberisi sebelas cerpen ini. Selamat membaca, semogaterinspirasi.