Sejuta Surat Cinta

Dalam Keadaan Putus Asa, Satu Surat yang Menginspirasi Dapat Mengubah Hidup Anda!Pada musim panas 2011, dalam usia 22, Jodi Ann Bickley mengidap penyakit serius yang akan mengubah kehidupannya selamanya. Kala itu, dengan penuh semangat, Jodi tampil di Camp Bestival di Pulau Wight, Inggris. Kembali ke rumah dengan penuh kegembiraan, dengan lagu band favoritnya masih mengalun di kepalanya, dia membayangkan kenangan indah itu akan bertahan abadi. Namun, seminggu kemudian, dia menggeliat kesakitan di lantai ruang praktek dokter: dia divonis mengidap infeksi otak akut akibat gigitan serangga.Hari-hari yang panjang berikutnya, Jodi berjuang keras memulihkan kesehatannya yang naik-turun. Penyakit itu terlalu berat untuknya, dan dia bertanya-tanya apakah dirinya sanggup bertahan. Dia punya dua pilihan: menyerah seketika itu; atau melakukan sesuatu yang berarti dengan waktu yang ia miliki. Jodi memilih yang terakhir, dengan menulis surat cinta yang dia peruntukkan bagi mereka yang tengah menderita.Sejuta Surat Cinta adalah kisah inspirasional bagaimana seseorang mengubah takdir hidupnya. Kisah Jodi dalam buku ini menjadi bukti nyata ihwal kekuatan dan keajaiban kata-kata yang menyembuhkan. Inilah surat menyentuh yang telah menggugah jutaan orang, dan menginspirasi kehidupan mereka. ***"Berusaha keluar dari rasa sakitnya, setiap hari dia duduk dan menulis surat kepada orang-orang yang menderita depresi, perceraian, dan teralienasi. Sungguh menggugah!"- Lucy Cavendish, Telegraph"Dalam rangka menyembuhkan dirinya, Jodi bergerak menyembuhkan dunia, dengan surat bertulisan tangan sederhana, dihiasi dengan hati yang bahagia, serta ditaburi kata-kata optimis.- Bel Mooney, Daily Mail"Bacaan yang fantastis, berkat kata-kata yang fantastis pula.- Ed SheeranTentang PenulisJodi Ann Bickley memenangkan penghargaan Roundhouse Poetry Slam pada 2009. Dia adalah seorang pembicara di TEDxBrum pada 2013. Dia tinggal di Birmingham dengan tiga kucing dan anjingnya, Josh.

Berbicara - Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa

Henry Guntur Tarigan, dilahirkan pada tanggal 23 September 1933, di Linggajulu, Kabanjahe, Sumatra Utara. Menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Padjadjaran Bandung (1962), mengikuti Studi Pascasarjana Linguistik di Rijksuniversilteit LeidenNederland (1971-1973): meraih gelar Doktor, dalam bidang Linguistik pada Fakultas Sastra Unversitas Indonesia (1975) dengan disertasi berjudul Morfologi Bahasa Simalungun. Sampai saat ini menjadi pengajar di FPBS IKIP Bandung dengan pangkat/jabatan terakhir Pembina Utama Muda/Lektor Kepala Gol. IV/c; pada Fakultas Pascasarjana IKIP Bandung, dan STIALAN RI Bandung.Dia sering mengikuti berbagai seminar dan lokakarya di dalam dan di luar negeri dalam bidang kebahasaan, antara lain Hasseit, (Belgia, 1972), di Paris ({Perancis 1973). Di Hamburg-Jerman (1981), di Tokyo Jepang (1983). Anggota Tim Evalator Program Akta Mengajar V (sejak Tahun 1981), anggota Tim Penilai Karya-karya Penelitian bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sejak tahun 1976).Karya-karyanya antara lain : Struktur Sosial Masyarakat Simalungun, Morfologi Bahasa Simalungun, Prinsip-Prinsip Dasar Puisi, Prinsip-prinsip Dasar Fiksi, Prinsip-prinsip Dasar Drama, Prinsip-prinsip Dasar Kritik Sastra, Pengantar Sintaksis, Bahasa Karo, Sastra Lisan Karo, Percikan Budaya Karo, Psikolinguistik, Tata Bahasa Tagmemik, Linguistik Konstratif, Menyimak (sebagai suatu keterampilan berbahasa), Bebicara (sebagai suatu keterampilan berbahasa), Membaca (sebagai suatu keterampilan berbahasa), Menulis (sebagai suatu keterampilan berbahasa)dan Tatarucingan Sunda.

Menjadi Malaikat Untuk Ananda

"Buku Menjadi Malaikat Untuk Ananda merupakan sebuah buku tentang bagaimana orang tua seharusnya menjunjung tinggi hak anak, yaitu membuat setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal agar bisa menadi pribadi unggul di masa depan. Kang Didin Yuniardi menulis buku ini dengan apik, disertai contoh-contoh konkret tentang berbagai permasalahan yang sering dihadapi oleh para orang tua berikut cara-cara pemecahannya. Ditulis dengan menggunakan kalimat sehari-hari yang jelas dan enak dibaca sehingga terasa lebih idup dan mudah dimengerti. Perlu dibaca oleh para orang tua yang mendambakan terciptanya sebuah keluarga yang harmonis. Semoga"Kak Seto; Pemerhati Anak"Saya mengenal secara pribadi penulis, Kang Didin Yuniardi, sebagai salah satu dari sedikit orang yang peduli dengan parenting di Indonesia. Karakter alami beliau sebagai people person tercurah dalam buku ini untuk membantu masyarakat luas dalam mendidik dan membentuk karakter anak dengan nilai-nilai luhur, dengan metode praktis memandu bagaimana seharusnya orang tua dapat menjadi cermin dan teladan bagi anak. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini yang penuh dengan keterbukaan dan cara berpikir yang semakin kritis sehingga anak dapat menemukan jati diri dan jawaban untuk semua tantangan yang dihadapinya."Indra W. Supriadi; CEO Bank Sampoerna"Sebagian besar kita tidak pernah belajar di 'Sekolah Orang Tua" karena sekolah formal mengenai hal menjadi orang tua memang tidak ada. Akibatnya, banyak sekali kesalahan yang kita lakukan sebagai orang tua. Dan anak-anak adalah saksi yang jujur mengenai berbagai kesalahan orang tuanya masing-masing. Penulis buku ini mengajak kita untuk melakukan refleksi sebagai orang tua, sekaligus menawarkan metafora kreatif mengenai bagaimana menjadi orang tua bijak, dari rambut sampai kaki. Pesan pokoknya mungkin ini: wahai orangtua, bertobatlah!"Andrias Harefa: Penulis 40 buku best-seller

Purnama Di Bukit Langit - Antologi Puisi Tiongkok Klasik

Antologi Puisi Tiongkok Klasik Tiongkok adalah negeri puisi. Julukan indah ini diberikan berkat karya puisi klasiknya yang dihasilkan dalam ribuan tahun mencakupi jumlah yang sangat me-ngagumkan. Puisi bangsa Tiongkok diperkirakan lebih banyak daripada puisi yang ditulis bangsa lain di dunia. Demikian pentingnya puisi dalam kehidupan, sehingga Confucius pun berujar, " tidak belajar sajak, tiada yang bisa dibicarakan." Purnama di Bukit Langit adalah kumpulan sajak Tiongkok klasik dalam bahasa Indonesia paling lengkap yang pernah disusun. Lebih dari 500 puisi di buku ini telah diterjemahkan oleh Zhou Fuyuan, dilengkapi dengan sejarah perkembangan, keberagaman tema, gaya, bentuk, dan biografi penyair Tiongkok klasik dari berbagai periode dan dinasti. Disusun dalam dua bahasa (Indonesia dan Mandarin) sehingga dapat menjadi buku kajian bagi pelajar yang sedang mendalami bahasa/sastra Mandarin. Purnama di Bukit Langit adalah harta karun warisan leluhur yang sangat berharga untuk Anda miliki. Sebuah buku nyanyian merdu dari bumi naga yang tak terhingga nilainya. *** "Antologi ini merupakan kumpulan sajak Tiongkok klasik dalam bahasa Indonesia yang paling lengkap." --Prof. Dr. Leo Suryadinata, Direktur Chinese Heritage Centre di Singapura "Begitu banyak data tercatat oleh penyair: perjalanan, perubahan pemerintahan, peperangan, adat istiadat, tokoh-tokoh penting di zamannya, dan segenap peristiwa baik yang tercatat maupun yang tidak dalam sejarah. Buku puisi ini tidak hanya bisa diterima sebagai bagian dari studi sastra, tetapi juga tentang perkembangan pemikiran intelektual, sosial, budaya, dan politik bangsa Tionghoa selama ribuan tahun, yang secara kebetulan terekam dengan baik di dalamnya." --Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI

Pernikahan : Sebuah Surga Dunia

Ini bukanlah pewahyuan besar, namun kita tetap saja melekatkan pengharapan kita yang cepat pudar bahwa kita bisa kembali ke hari-hari yang lebih tenang dan stabil...terutama jika itu menyangkut pernikahan kita. Namun kebenarannya adalah, kita tidak bisa kembali. Karena begitu dunia berubah, kita pun berubah, dan begitu pula pernikahan kita.Mari kita terima kenyataan. Pernikahan dan keluarga telah berubah drastis seiring tahun- tahun berlalu. Kaum pria takut menjadi pria. Kaum wanita malu menjadi wanita. Anak-anak tidak tahu pasti siapa yang memegang tanggung jawab. Ada keluarga yang harmonis dan yang tidak terlalu harmonis. Terjadi tindak kekerasan terhadap istri dan anak. Rumah telah menjadi medan perang. Dan semuanya itu begitu rapuh, begitu sementara.Dalam menghadapi fakta-fakta yang membuat tertekan ini, seorang gembala dan guru Alkitab yang dikasihi, Charles Swindoll, menawarkan dosis harapan dan bantuan praktis yang menyegarkan bagi pernikahan. Nasihatnya yang bijaksana, yang didasarkan pada Alkitab dan pernikahannya sendiri yang sudah berjalan 50 tahun, menunjukkan kepada kita bagaimana memindahkan pernikahan kita dari hanya bertahan menjadi benar-benar bertumbuh. Seperti yang dikatakan Chuck,Target kita adalah kesatuan yang murni, tak terhalang, membahagiakan, yang dinikmati oleh dua orang yang saling diciptakan untuk pasangannya. Tak ada penghalang, Tak ada masalah, Tak ada kekakuan, Tak ada rintangan, Hanya komitmen.Dan target itu dapat dibidik titik pusatnya apabila kita bersandar kepada Allah dan FirmanNya sebagai penasihat pernikahan kita, penuntun kita, perekat kita.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?