Manajemen Reputasi

Reputasi kini dipercaya sebagai senjata ampuh yang dian sakti dalam menjaga dan memelihara eksistensi se! organisasi, bahkan diyakini sebagai salah satu penjamin untuk tetap tercapainya pertumbuhan di tengah turbulensi ketatnya persaingan dunia usaha.Dahulu, para penggiat komunikasi dan korporasi mengandalkan citra (image) dan menempatkannya sebagai orie capaian utama atau semacam ultimate goal pada segala kiprah yang dilakukannya. Kini, mereka beralih pada persoalan terbangunnya "nama baik" atau reputasi (reputation) sebagai titik tumpu harapan hidup dan berkembangnya organisasi.Membangun reputasi tidaktah mudah, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mernbangunnya, tetapi hanya diperlukan beberapa detik saja untuk menghancurkannya. Lama atau panjangnya waktu yang dibutuhkan dalam membangun reputasi adaiah karena ia dihasilkan atas kinerja (performance) yang memerlukan proses panjang, juga karena ia ditelaah berdasarkan perilaku, sepak terjang, atau segala tindakan (behavior) yang tidak mungkin dUakukan dalam waktu singkat.Lebih dari itu, reputasi hanya bisa terbangun bila kinerja dan perilaku atau tindakan tersebut dikomunikasikan secara terus-menerus kepada segenap konstituen, yaitu semua unsur yang menjadi bagian penting bagi organisasi, seperti para anggota, pendukung, atau para pemilihnya. Lalu, bagaimana caranya sebuah perusahaan/organisasi membangun, mempertahankan, dan memperbaiki reputasi yang sudah hancur/runtuh?Buku ini menjelaskan apa dan bagaimana manajemen reputasi. Mulai dari teori dan konsep manajemen reputasi, hukum atau aturan tetap dan mengikat dalam reputasi korporat, fenomena dan strategi baru manajemen reputasi, sampai pemetaan komponen reputasi korporat berdasarkan  kepentingan stakeholders. Karena itu, buku ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa atau kalangan akademisi di bidang komunikasi (khususnya humas/public relations), para praktisi dunia usaha yang concern terhadap reputasi institusi, serta siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan organisasi.

THE CORPORATE STARTUP Formula sukses perusahaan mapan mengembangkan ekosistem inovasi

"Perusahaan besar harus berinovasi atau mati. Tinggal bagaimana caranya. Perusahaan perlu panduan; sebuah perjalanan yang bisa memulai proses perubahan organisasi mereka menjadi mesin inovasi. The Corporate Startup adalah panduan tersebut. Buku ini berisi metodologi yang sudah terujiseperti penerapan prinsip Lean Startup dan sebagainyauntuk membangun budaya inovasi." - Ben Yoskovitz, salah satu penulis Lean Analytics dan Mitra Pendiri Highland BETA. Kini kita hidup di era yang mewajibkan inovasi. Tak bisa disangkal lagi bahwa dunia kita sedang berubah. Teknologi dan perangkat lunak telah mengubah wajah bisnis, dan akan terus menciptakan semakin banyak perubahan yang dramatis. Jika jajaran pemimpin perusahaan sampai tak menyadari betapa perubahan-perubahan ini berdampak pada bisnisnya, mereka pasti sedang dalam penyangkalan yang sedemikian rupa. Pura-pura tidak melihat bukan lagi pilihan yang bisa diambil. Pimpinan perusahaan harus mulai merespons. Inovasi tidak lagi bisa dianggap sebagai kerja sampingan. Inovasi adalah cara untuk berbisnis di abad ke-21 dan merupakan penentu bagi pertumbuhan yang berkelanjutan. Kenyamanan dalam status quo memang bisa menjadi kelemahan. Jajaran pemimpin di perusahaan sukses bisa menjadi penyangkal perubahan iklim. Maksudnya, mereka bisa melihat perubahan yang terjadi di dunia bisnis, tapi mereka menyangkal hal tersebut berpengaruh pada perusahaannya. Penyangkalan ini paling kuat ketika perusahaan mereka masih baik-baik saja. Kebanyakan perusahaan besar yang sukses, fokusnya adalah pada produk-produk utama yang memiliki pendapatan dan keuntungan tinggi. Jika saat ini perusahaan masih memperoleh keuntungan yang besar dari produk-produk yang ada, maka rasa puas diri dari kesuksesan tersebut bisa menimbulkan titik buta. Terlalu sederhana jika hanya menyarankan agar perusahaan-perusahaan tersebut bertindak layaknya startup. Perusahaan besar bukanlah startup, dan mereka tidak harus berkembang menjadi startup. Banyak perusahaan besar yang pernah bekerja sama dengan kami mengeluh, bahwa harapan agar mereka bertindak sebagai startup tidaklah realistis, mengingat pekerjaan sehari-hari mereka adalah menjalankan perusahaan yang sudah telanjur sukses dan berkeuntungan besar.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?