The Maestro - Genius Penjerat Wanita

Seketika kota New York digemparkan oleh tiga kasus pembunuhan yang amat sadis. Ketiga korban adalah wanita. Si pelaku dijuluki The Butcher (si penjagal). Ia memotong-motong jasad para korban dengan rapi dan menyusunnya menjadi sebuah bentuk piramida yang mengerikanmirip tumpukan lego dari daging manusia!Kepala polisi New York, Chief Harley Renz, sadar kalau The Butcher adalah seorang penjahat genius, dan pihak kepolisian menemui jalan buntu. Renz pun memanggil kembali seorang detektif pensiunan NYPD, Frank Quinn, untuk memimpin penyelidikan kasus ini.Bagi Quinn, kasus ini bersifat lebih pribadi setelah melihat inisial nama ketiga korban yang membentuk namanya, Q U I.  The Butcher tampaknya ingin menyampaikan pesan khusus kepada Quinn. Kasus ini seperti menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih unggulseorang detektif tua berpengalaman atau pembunuh berantai yang brilian. Quinn harus segera mengungkap siapa The Butcher sebenarnya, sebelum korban-korbannya (dengan inisial N) kembali berjatuhan... ****     Pembaca akan menikmati permainan adu strategi dan kepintaran yang dihadirkan oleh dua tokoh cerdas yang saling berlawanan.Harriet Klausner, #1 reviewer at Amazon.comLutz, peraih Shamus dan Edgar Award, menunjukkan kembali pada kita bukti dari bakat hebat yang dimilikinyaPublishers WeeklyBacaan yang sangat menyeramkan dan menegangkan.BooklistLutz tahu caranya membuat kita merinding.Harlan Coben, bestselling authorNovel pembunuh berantai yang bagus. Jangan membacanya jika sedang makan!Goodreads.com

Agar Hati Selalu Tenang : Meraih Keselamatan di Dunia & Kebahagiaan di Akhirat

Mereka berlimpah harta benda, tapi mereka tidak bahagia..Banyak orang datang kepada saya untuk sekadar berbagi cerita, menceritakan masalah, mengadu, dan meminta nasihat. Mereka mencari solusi atas permasalahan hidup yang sedang menimpanya.Sebagian besar yang datang mengadu itu bukan dari kalangan orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, juga bukan dari kalangan yang masih pusing memikirkan cicilan rumah ataupun mobil. Tapi, kebanyakan mereka yang datang itu dari kalangan banyak harta. Ada yang uangnya bukan lagi ratusan juta rupiah, tapi sudah milyaran rupiah. Mereka berlimpah harta benda, tapi mereka tidak bahagia. Mereka bisa membeli apa saja, tapi hatinya tidak tenang. Mereka mendapatkan dunia, tapi hidupnya hampa.Banyak orang jungkir balik matian-matian mengejar kesenangan dunia supaya bahagia. Lihatlah orang-orang tamak harta, gila pangkat, pemburu syahwat, berjihad keras mengejar keinginan siang dan malam, menghalalkan segala cara.Tetapi yang mereka dapatkan hanya letih, stress, atau kadang masuk penjara. Mereka tidak mendapankan kebahagian. Mungkin mereka belum tahu bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya tidak akan bisa didapat dengan mengejar dunia. Kebahagiaan sesungguhnya ada di dalam hati sendiri. Di dunia ini sebenarnya tidak ada kebahagiaan, yang ada hanyalah fatamorgana, kesenangan semu belaka.Buku ini sebenarnya berisi panduan meraih keselamatan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan hakiki untuk meraih ketenangan hati. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini misalnya; Untuk apa kita hidup? Bagaimana seharusnya menjalani hidup?Kemana tujuan kita setelah mati nanti? Semua akan terjawab dalam buku ini.Banyak kalimat yang menggugah jiwa dan menggetarkan hati dalam buku ini.Dunia ini hanya sekadar jembatan menuju rumah (kediaman) abadi. Silakan buat jembatan Anda ari emas murni, tapi jangan dicintai, karena Anda tidak mungkin tidur di jembatan. Pasti akan menetap di kediaman abadi terakhir, di akhirat selamanya.Bila badan kita seperti bodi mobil dan ruh kita seperti mesin mobil., Dan mobil itu dikendalikan sopir, maka kita harus mampu menjadi sopir pengendali diri kita sendiri sebelum diambil alih setir oleh teman yang sesat atau setan jahatJangan takut mati, tapi siapkan diri Anda menghadapi kematian dan kehidupan sesudah mati! Mati itu seperti telur yang menetas dari cangkang. Tubuh kita adalah cangkang yang mati, ruh kita tetap hidup yang dapat merasakan dan berpikir.

Sherlock Holmes & Anjing Iblis Keluarga Baskerville

Bulan Agustus 1901, sekitar delapan tahun setelah "kematian" Sherlock Holmes, antrean panjong mengular di luar kantor majalah The Strand. Semua datang dengan tujuan yang sama, mendapatkan majalah The Strand yang memuat cerita Sherlock Holmes terbaru, yang sudah delapan tahun kisahnya tidak diterbitkan lagi. Pertama kali sejak didirikan, edisi majalah The Strand yang memuot serial The Hound of the Baskervilles dicetak ulang sampai tujuh kali. Oplah majalah yang biasanya sekitar 180.000 eksemplar, melejit menjadi 300.000 eksemplar.Ahli waris baru keluarga tua dari Devonshire, Sir Henry Baskerville, datang memohon bantuan sang detektif untuk memecahkan misteri ganjil yang meneror keluarganya selama bertahun-tahun. Misted yang melibatkan anjing misterius dengan jejak kaki raksasa. Holmes lalu mengutus Dr. Watson untuk datang menyelidiki langsung, di perdesaan berawa yang jauh dan hiruk-pikuk London. Hampir semua penduduk desa meyakini bahwa mckhluk itu sepenuhnya gaib, dengan lolongan mengerikan yang menghantui rawa-rawa. Makhluk itu pulalah yang diyakini menjadi penyebab kematian Sir Charles Baskerville, ahli waris keluarga Baskerville yang sebelumnya....Holmes don Watson berusaha keras untuk tetap rasional. Mereka meyakini dan berupaya membuktikan bahwa makhluk tersebut nyata adanya dan bukan penjelmaan iblis neraka yang selama ini dipercaya penduduk desa. Akhirnya Holmes dan Watson melihat sendiri sosok mokhluk itu, yang menjungkirbalikkan semua keyakinan mereka. Akankah anjing iblis tersebut berhenti meneror keluarga Baskerville? Mampukah Sherlock Holmes menyibak tabir misted yang terus menelan korban jiwa itu?

Akar Melayu Ideologi Dalam Sastra

Hubungan Indonesia-Malaysia dalam sejarahnya kerap diwarnai dengan perilaku atau gerakan yang boleh jadi terwakili oleh kata: merajuk. Perasaan kesamaan sejarah, sentimen keserumpunan, dan migrasi warga Indonesia yang telah berlangsung begitu lama telah melekateratkan kedua bangsa dalam ikatan sosio-kultural. Batas teritorial negara dan persoalan politik, ternyata tidak serta-merta memagari hubungan sosio-kultural penduduk kedua bangsa yang sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya dan mengakar sebagai sentimen keserumpunan dunia Melayu. Kesamaan perasaan sebagai warga puak Malaysia itulah mukjizat dunia Melayu yang tak mudah dihapuskan begitu saja oleh keputusan politik.Di sinilah pemahaman sejarah menjadi penting. Sejarah adalah tempat bercermin. Tempat kita belajar menemukan kearifan untuk melangkah ke masa depan. Maka, mereka yang memahami sejarah hubungan Indonesia-Malaysia, niscaya tidak akan menyimpan kerisauan berkepanjangan ketika datang pasir konflik yang seolah-olah mengganggu pandangan masyarakat kita yang tidak memahami sejarah hubungan Indonesia-Malaysia. Sesungguhnya, pasir konflik itu ibarat ombak dalam gelas.Buku ini dapat dijadikan bahan untuk memahami masa lalu hubungan Indonesia-Malaysia ketika kedua bangsa itu coba menjerumuskan jati dirinya dalam bidang kebudayaan dan perjuangan kebangsaan. Inilah buku yang secara komprehensif, mencoba menarik kesusastraan Indonesia-Malaysia dalam wilayah yang lebih luas: hubungan sosio-budaya Indonesia-Malaysia di tengah politik yang menciptakan konflik. Bagaimanapun, pengetahuan masa lalu tentang persamaan sosio-kultural kemelayuan-kenusantaraan itulah yang melahirkan-mengalirkan-menumbuhkan semangat persaudaraan yang tak pernah lekang. Itulah tali pengikat yang menjiwai kedua bangsa yang bersaudara.Para pengamat dan peneliti kesusastraan Indonesia-Malaysia, pemerhati masyarakat dan budaya Melayu, mereka yang sering heboh lantaran klaim-klaim Malaysia, atau mereka yang tertarik pada sejarah hubungan Indonesia-Malaysia, wajib membaca buku ini.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?