Berpikir Tanpa Mikir ala MindWeb

Manusia tidak mungkin berpikir tanpa otak. Tapi manusia mempunyai kemampuan untuk berpikir tanpa mikir dengan sangat mudah. Siapa pun bisa melakukannya, termasuk Anda!Semua orang memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi daripada yang mereka pikirkan. Sayangnya, banyak di antara mereka yang tidak tahu bahwa mereka memiliki kelebihan itu. Karena tidak mengetahuinya, mereka juga tidak tahu cara menggali dan mengembangkannya. Buku ini mengajak pembaca untuk mengenali kemampuan luar biasa pikiran bawah sadar dan memori jangka panjang yang sangat dahsyat.Tentang Eka Wartana:The author of MindWeb, Eka Wartana, was born in Bali, in a small town, Tabanan, on February 19, 1951. He has over 30 years experience in various managerial positions. Started as an Executive Trainee in Trakindo Utama, Caterpillar heavy equipment dealer in Indonesia, he passed the 2-year program as the Best Executive Trainee. Soon after the completion of the program in 1979, he was assigned as the Branch Manager in Jambi, Sumatera.Jambi was the location where MindWeb was born. He created the MindWeb concept there, triggered by complex operational matters in the daily jobs. It was begun with his drawing to give pictures of the whole situation of the collection problem at that time. All relevant information was written down and he tried to find out the relationship between the information. Its shape was like a spider web. The problem was solved easily using the concept. This concept was then applied in his career. The MindWeb concept has given him plenty advantages in various applications of management and the other general matters.The MindWeb concept was also used when he was sent to the Asian Institut of Management (AIM), Manila, The Philippines for Management Development Program (MDP) ...

Register Bahasa - Konsep, Jenis dan Penelusuran Ranah Kajian

Register merupakan bagian dari ilmu sosiolinguistik yang mengkaji bahasa dalam hubungnya dengan masyarakat atau lingkungan sosial manusia. Kajian terhadap register bahasa sudah cukup banyak dihasilkan oleh peneliti bidang sosiolinguistik. Hasil kajian register bahasa yang ditemukan dalam fenomena sosial kehidupan menjadi bidang ilmu register yang layak untuk pembelajaran bidang linguistik.Penulisan buku Register Bahasa: Konsep, Jenis dan Penelusuran Ranah Kajian ini juga dilatarbelakangi dengan masih kurangnya motivasi mahasiswa untuk mencari buku referensi untuk memperdalam berbagai keilmuan dalam bidang linguistik. Oleh karena itu, untuk memberikan jembatan pengetahuan dan informasi bidang kajian sosiolinguistik pada register bahasa, maka perlu adanya buku referensi pendukung. Selain itu, buku ini hadir sebagai usaha untuk memberi informasi ilmu pengetahuan tentang register bahasa dan memberikan informasi bahwa telah dilakukan beberapa penelitian secara bertahap oleh beberapa ilmuan perguruan tinggi terhadap register bahasa.Wujud buku ini bisa digunakan oleh mahasiswa yang sedang menekuni diri dalam permasalahan bahasa. Selain sebagai referensi dalam pembelajaran bidang linguistik. Register bahasa dapat dicermati, dipahami, dan dapat diimplementasikan dalam bidang keilmuannya. Seorang mahasiswa, guru, dan dosen berkewajiban belajar dan membelajarkan bidang kajian yang ditekuni. Dengan demikian, bidang kajian dapat terintegrasi dan dapat berkelanjutan.

Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (HC)

Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, seorang bloger superstar menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi "positif" di setiap saat. Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson-melalui blognya yang sangat populer-telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren itu di dalam buku hebat ini. Manson melontarkan argumen bahwa manusia tak sempurna dan terbatas. Begini tulisnya, "tidak semua orang bisa menjadi luar biasa-ada para pemenang dan pecundang di masyarakat, dan beberapa di antaranya tidak adil dan bukan akibat kesalahan Anda." Manson mengajak kita untuk mengerti batasan-batasan diri dan menerimanya-baginya, ini adalah sumber kekuatan yang paling nyata. Tepat saat kita mampu mengakrabi ketakutan, kegagalan, dan ketidakpastian-tepat saat kita berhenti melarikan diri dan mengelak, dan mulai menghadapi kenyataan-kenyataan yang menyakitkan-saat itulah kita bisa mulai menemukan keberanian dan kepercayaan diri yang selama ini kita cari dengan sekuat tenaga. "Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda." Manson menciptakan momen perbincangan yang serius dan mendalam, dibungkus dengan cerita-cerita yang menghibur dan "kekinian", serta humor yang cadas. Buku ini merupakan tamparan di wajah yang menyegarkan untuk kita semua, supaya kita bisa mulai menjalani kehidupan yang lebih memuaskan, dan apa adanya.

Hiroshima : Cinta Tanpa Batas

Kisah bom atom di Hiroshima sebagai setting sebuah novel, sudah banyak ditulis. Akan tetapi, di balik tangis kisah bom atom Hiroshima ini ada sepenggal kisah yang berpangkal dari Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.Tersebutlah Syarif, seorang anak bangsawan ningrat keturunan Blambangan yang bernama Raden Mas Lamdahur. Ketika berusia tujuh tahun, ia bersahabat dengan Saose (keturunan Jepang). Pada usia masuk sekolah, Syarif berkeinginan masuk sekolah tetapi terhalang masalah adat dan biaya. Ketika itu, adat hanya memperbolehkan seorang anak pribumi belajar mengaji di surau. Jika bersekolah, hal itu dianggap haram karena sekolah merupakan buatan bangsa Barat. Suatu ketika Syarif mendapat uluran tangan seorang guru hingga akhirnya dapat bersekolah, meski ia mendapat sanksi diasingkan dari pergaulan karena dianggap menghina leluhur. Hanya ada seseorang yang tetap menaruh perhatian pada Syarif, yaitu Saose.Hubungan keduanya pun semakin akrab, hingga tumbuh benih-benih cinta di antara keduanya. Namun, mereka berdua tidak berani mengungkapkan isi hatinya..Ketika Syarif memberanikan diri hendak menyatakan rasa cintanya itu, Saose ternyata telah ke Jepang (Hiroshima). Syarif pun tertekan batinnya dan memutuskan untuk merantau, hingga akhirnya menjadi Romusha.Pada tahun 1942, ketika Syarif menjadi Romusha, ia bertemu dengan Kahfi dan Sakura. Kahfi adalah seorang petani, sedangkan Sakura adalah teman semasa sekolah. Sakura membawa kabar, bahwa Saose sebenarnya juga mencintai Syarif. Mendengar hal itu, Syarif pun melarikan diri dari penahanan Romusha. Saat itu pula, Saose hendak meninggalkan Hiroshima menuju Indonesia. Akan tetapi, bom atom yang diluncurkan Amerika Serikat mendadak meledak di Hiroshima. Bagaimana nasib Saose dengan adanya bom atom di Hiroshima itu? Akankah Saose dapat bertemu kembali dengan Syarif di Indonesia? Bagaimana akhir kisah cinta kedua insan di masa pendudukan Jepang ini? Simaklah ceritanya dengan membaca novel penuh inspiratif ini! Selamat membaca...

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?