Penjara Pikiran Dibs : Kisah Nyata Keberhasilan Terapi Bermain pada Anak dengan Gangguan Perkembangan Mental

"Dibs ... dia sangat memusingkan. Suami saya dan saya sangat bahagia sebelum Dibs lahir. Dan saat dia lahir, semua jadi sangat berbeda. Benda yang begitu besar dan tak berbentuk! Sama sekali tak memberi tanggapan. Bahkan, sejak lahir dia sudah menolak saya. Dia akan mengejang dan menangis setiap kali digendong!"  Begitulah keluhan ibu Dibs ketika berkonsultasi dengan seorang ahli terapi. Dia tak sanggup lagi menahan beban emosionalnya dan memutuskan meminta bantuannya untuk menangani anaknya, Dibs. Ada apa dengan bocah lelaki ini?  Tingkah laku Dibs sangat tidak lazim. Suatu saat, dia terlihat menunjukkan perilaku seperti anak terbelakang mental. Pada saat lain, dia dengan cepat dan tenang mengerjakan sesuatu yang mengindikasikan bahwa dia anak yang sangat cerdas. Tingkah laku ini ternyata juga tak lepas dari kondisi di rumah Dibs: orangtuanya tak menginginkannya, sekaligus luput mengenali potensi kecerdasan Dibs yang di atas rata-rata. Atmosfer di rumahnya juga begitu dingin tanpa cinta kasih. Bagaimana Dibs mampu terbebas dari "penjara" ini?  Buku ini ditulis langsung oleh mantan ahli terapi yang menangani Dibs, dan dengan gamblang menunjukkan bagaimana menangani anak-anak dengan kasus semacam Dibs. Inilah buku klasik terapi anak yang memaparkan perkembangan Dibs dari waktu ke waktu.  *** "Buku ini menyadarkan kita semua bahwa dengan kekuatan cinta seorang anak dapat menemukan potensinya yang menakjubkan." Kak Seto, Komnas Perlindungan Anak  "Kesabaran, ketekunan, dan komitmen seorang profesional mampu mengubah perilaku seorang anak bermasalah. Patut dicontoh oleh para orangtua." Prof. Dr. Sarlito W. Sarwono, psikolog  "Kisah yang sangat menyentuh! Siapa pun yang membaca akan sadar betapa besarnya pengaruh kasih sayang yang tulus pada perkembangan seorang anak. Inspiratif, terutama bagi para praktisi, orantua, atau keluarga dari penderita autis tentang bagaimana menangani kasus-kasus serupa." Dyah Puspita, psikolog dan ibu seorang remaja penderita autis

Hanna Die Liebestrume (Impian Cinta)

Andai saja boleh, dia hanya ingin menjadi seorang pembawa oratorio dan kantata oleh Maestro Klaapsink. Pipi Hanna mulai panas. Dia tidak menyukai wajahnya yang manis. Hanna kecewa atas parasnya yang indah. Hatinya koyak karena suaranya yang bagaikan malak.    Burung dalam sangkar emas.***Hanna von Leibniz, seorang penyanyi opera yang juga mahasiswa ilmu pengobatan mendapat tugas untuk mengungkap kasus peredaran morfin di tengah pekerja seni opera. Bersama kekasih hatinya, Ludwig von Lonquich yang adalah seorang pianis, ia memulai misinya di Gedung Opera Brussels dengan menyamar sebagai perawat dan Ludwig sebagai dokter.Sayang, gangguan lain datang. Alfons van Beecke, pemuda borjuis yang begitu mencintai Hanna, tak rela gadis kesayangannya itu bersanding dengan lelaki lain. Berbagai upaya ia lakukan untuk mendapatkan Hanna, termasuk meramu racun mematikan demi membunuh Ludwig. Sementara itu, seorang gadis buta bernama Tamara yang mencintai Ludwig mengancam akan bunuh diri jika lelaki itu tak mau menjadi kekasihnya.Lantas, mampukah sepasang kekasih ini merampungkan misi yang diemban? Akankah keduanya sanggup menahan gejolak cemburu untuk mempertahankan cinta mereka? Sebuah novel berlatar zaman romantik klasik, bertabur musik, dan drama cinta yang elegan. Sayang untuk dilewatkan!"Bukanlah kasih namanya jika engkau membuatnya menjadi benci padamu. Bukanlah kasih namanya jika engkau membuat hatinya terluka."

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?