Manajemen Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting di dalam sebuah organisasi/perusahaan, tanpa adanya sumber daya manusia maka akan berakibat kurang efektifnya kinerja dari organisasi/perusahaan tersebut. Tetapi sumber daya manusia juga perlu dilatih agar lebih terampil dalam melakukan fungsi di dalam job-nya. Dari situlah muncul istilah manajemen sumber daya manusia, yang bertujuan memperbaiki kualitas SDM yang ada.Selain itu, di dalam perusahaan juga membutuhkan outsourcing yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan dengan menekan biaya operasional. Oleh karena itu, banyak wujud outsourcing yang berupa mengganti mempekerjakan karyawan tetap dan purna waktu dengan karyawan tidak tetap dan paruh waktu, karyawan kontrak atau bentuk lain di mana para karyawan tidak atau lebih sedikit menerima fringe benefit.Buku ini meliputi 20 bab, yaitu:Ruang Manajemen Sumber Daya ManusiaPerencanaan Sumber Daya ManusiaAnalisis Pekerjaan dan Analisis Tenaga KerjaMendesain PekerjaanPenarikan Tenaga KerjaSeleksi Tenaga KerjaPenempatan dan Program OrientasiPemutusan Hubungan KerjaPelatihan Tenaga KerjaPengembangan Tenaga KerjaKompensasiPerencanaan KarierManajemen KarierPengembangan KarierMotivasi, Prestasi, dan Produktivitas KerjaKepuasan Kerja, Stres, dan Konflik KaryawanBudaya, Perubahan, dan Pengembangan OrganisasiKeselamatan dan Kesehatan KerjaAudit Sumber Daya ManusiaOutsourcing***Drs. Danang Sunyoto, SH., SE., MM. adalah dosen Tetap Program Strata Satu (S1) Jurusan Manajemen Program Pascasarjana (S2) Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra serta lulus dari Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Komunikasi Bisnis, Universitas Mercu Buana dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Saat ini menjabat Kepala Laboratorium Komputer Manajemen Universitas Janabadra. Aktif penelitian dan menulis buku literature. Saat ini sedang menempuh Doktor Manajemen (s3) di Program Pascasarjana, Universitas Islam Indonesia.

Negosiasi (Negotiation) Buku 2 Edisi 6

Interaksi makhluk sosial menimbulkan berbagai macam pertukaran informasi untuk saling memberi dan menerima apa yang mereka butuhkan. Sering kali dalam interaksi muncul ketidaksepahaman pendapat atau sulitnya penentuan keputusan yang bermanfaat bagi semua pihak. Salah satu pihak yang merasa kepentingannya tidak terpenuhi akan berusaha agar keputusan yang tercipta juga menguntungkan baginya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah proses koordinasi antara pihak-pihak yang saling membutuhkan untuk mencapai tujuan. Dalam proses koordinasi yang disebut negosiasi ini, beberapa pihak ada yang saling bekerja sama, namun ada juga yang bersaing. Namun, mereka harus menemukan cara untuk menyelesaikan perbedaan.Buku Negosiasi Edisi 6 ini membahas seputar proses negosiasi, dimulai dari sifat dasar negosiasi, strategi dan taktik yang digunakan, perencanaan negosiasi, persepsi, kognisi, serta emosi yang membangun, komunikasi, kekuatan dan pengaruh dalam negosiasi, etika, juga negosiasi dalam sebuah hubungan. Hal-hal yang lebih ditekankan dalam buku ini adalah taktik dan strategi bernegosiasi yang menguntungkan. Sebagai tambahan, setiap bab diawali dengan tujuan pembelajaran untuk menggambarkan garis besar pembahasan tiap bab yang hendaknya dapat dipahami pembaca. Selain itu, terdapat pula kotak-kotak penunjang yang berisi pemaparan ringkas sebagai fitur pendukung. Daftar Isi: Bab 11 Agen, Konstituen, dan Khalayak Bab 12 Koalisi Bab 13 Multi-pihak dan Multi-tim  Bab 14 Perbedaan Individu I: Gender dan Negosiasi Bab 15 Perbedaan Individu II: Kepribadian dan Kemampuan Bab 16 Negosiasi Internasional dan Lintas Budaya Bab 17 Mengelola Impase Negosiasi Bab 18 Mengatur Negosiasi yang Sulit Bab 19 Pendekatan Pihak Ketiga dalam Mengatur Negosiasi yang Sulit Bab 20 Praktik-Praktik Terbaik dalam Negosiasi TENTANG PENULISRoy J. Lewicki, Profesor Memorial Etika Bisnis Irving Abramowitz dan Profesor Manajemen dan Sumber Daya Manusia di Sekolah Bisnis Max. M. Fisher, Universitas Negara Bagian Ohio. Ia telah menulis dan memeriksa 32 buku, juga sejumlah artikel penelitian. Ia mengabdi sebagai presiden Asosiasi Internasional untuk Manajemen Konflik. Ia menerima Penghargaan Management's Distinguished Educator di tahun 2005 dan penghargaan David Bradford Outstanding Educator dari Komunitas Pengajaran Perilaku Organisasi atas kontribusinya terhadap bidang pengajaran dalam negosiasi dan resolusi perdebatan.Bruce Barry, seorang profesor Manajemen dan Sosiologi dari Universitas Vanderbilt. Penelitiannya mengenai negosiasi, pengaruh, etika, kekuatan, dan keadilan telah tampil di sejumlah jurnal dan volume ilmiah. Profesor Barry adalah mantan presiden Asosiasi Internasional untuk Manajemen Konflik dan mantan ketua Akademi Divisi Manajemen Konflik Manajemen.David M. Saunders, dekan Sekolah Bisnis Queen's. Sejak bergabung dengan Queen's di tahun 2003, ia telah memimpin pengembangan sebuah rencana baru yang strategis untuk sekolah tersebut, meluncurkan dua program MBA yang unik, dan memperkuat jaringan internasional Queen's dengan penambahan rekan-rekan sekolah bisnis ternama di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan. Di luar Queen's, David adalah asisten penulis beberapa artikel mengenai negosiasi, resolusi konflik, suara pegawai, dan keadilan organisasi.

Islam Bukan Hanya Teriak Allahu Akbar

Lafal Allahu Akbar sejatinya adalah untuk mengagungkan asma Allah, sayangnya kini banyak disalahgunakan. Lafal Allahu Akbar sering diikuti dengan aksi-aksi kebrutalan oleh sekelompok militan. Mereka mengaku bahwa sikap mereka adalah jihad untuk menegakkan agama Islam secara benar.Melihat realitas tersebut, banyak orang mengalami ketakutan ketika lafal Allahu Akbar disuarakan. Padahal, setiap azan dan iqamah lafal tersebut pasti digaungkan, memulai shalat pun dilantunkan sedemikian khusyuk.Padahal, Islam itu bukan cuma teriakan Allahu Akbar. Di dalam Islam, ada pula lafal Alhamdulillah untuk bersyukur dan memuji Allah, lafal Subhanallah untuk menegaskan kesucian Allah, lafal Assalamualaikum untuk bertegur sapa dengan sesama, dan lafal-lafal lainnya. Artinya, Islam tidak hanya mengajarkan nilai-nilai perjuangan (jihad), tetapi mengajarkan kasih sayang karena Islam adalah rahmatan lilalamin. Sementara itu, lafal Allahu Akbar yang kemudian diikuti perusakan dan aksi-aksi kebrutalan sungguh tidak berdalil dan hal itu bukanlah jihad. Karena, hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mempunyai misi kasih sayang untuk semesta alam.Tulisan-tulisan dalam buku ini memperbincangkan Islam yang tidak sekadar Allahu Akbar. Tulisan-tulisan yang disajikan merupakan refl eksi atas realitas saat ini dengan mempertimbangkan berbagai kisah teladan serta epik moral lainnya. Marilah kita mengamalkan ajaran Islam dalam setiap sendi kehidupan kita. Bukankah Islam untuk hidup kita dan kita hidup untuk mengamalkan Islam?

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?