Mukhtashar Shahih Muslim

"Para ulama sepakat atas kebesarannya (Imam Muslim), keimanan, ketinggian martabat, kecerdasan, dan kepeloporannya dalam dunia hadits."(Imam An-Nawawi)Imam Muslim adalah seorang ahli hadits yang diakui kredibilitasnya. Bersama dengan kitab Al-Jami' Ash-Shahih karya Imam Al-Bukhari, kitab Shahih beliau sering dianggap sebagai rujukan kedua di dalam Islam setelah Al-Qur'an. Kitab Shahih Muslim merupakan hasil penyaringan dari sekitar 300 ribuan hadits. Bahkan, Ahmad bin Salamah, salah seorang murid Imam Muslim, memberikan testimoni, "Saya menulis kitab Shahih ini bersama Imam Muslim selama 15 tahun."Jadi, tidak mengherankanjika kitab tersebut menjadi sumber inspirasi yang penuh berkah sebagai buah keseriusan dan kesalehan penulisnya.Ringkasan Shahih Muslim yang ada di hadapan pembaca ini merupakan salah satu buah inspirasi tersebut. Kitab ini dianggap sebagai salah satu masterpiece dari imam hadits besar, yaitu Imam Al-Mundziri, yang juga dikenal sebagai penulis kitab At-Targhib wa At-Tarhib. Kitab ringkasan ini sudah teruji selama berabad-abad sebagai diktat pengajaran sehingga begitu menarik perhatian para ahli hadits. Tak ketinggalan di antaranya adalah Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani yang secara khusus mentahqiq kitab ini. Sistematika penulisan buku ini tetap mempertahankan tradisi penulisan kitab Sunan, yaitu dengan membagi tema pembahasan ke dalam sejumlah bab pembahasan, seperti iman, wudhu, mandi, shalat, zakat, puasa, iktikaf, haji, nikah, jual-beli, waris, wakaf, sumpah, dan nazar. Juga, bab terkait sejumlah ayat dan surah dalam Al-Qur'an, mulai dari surah Al-Baqarah hingga surah An-Nashr.Jika dibandingkan kitab induknyaShahih Muslimkitab ini lebih ringkas dan lebih mudah dirujuk sehingga memudahkan para penuntut ilmu. Dari sekitar empat ribuan hadits yang termuat dalam kitab Shahih Muslim, oleh Imam Al-Mundziri dipetik intisari oleh penyusunnya hingga tinggal 2.179 hadits dengan sanad rawi yang sudah diringkas.

Pelangi Sastra : Ulasan dan Model-model Apresiasi

Buku ini adalah satu dari sedikit karya kritik/apresiasi sastra yang lahir tersebut. Buku ini menjadi penting bagi masyarakat pembaca fiksi/sastra kita karena di tengah krisis penulisan kritik/apresiasi terhadap membanjirnya karya fiksi/sastra kita, si penulis telah bekerja keras untuk menghasilkan puluhan kritik/apresiasi yang dimuat di berbagai media dan kemudian dikumpulkan dalam buku ini. Agus Sri Danardana berusaha menulis kritik/apresiasinya dengan pikiran jernih dalam melihat persoalan- persoalan sastra secara umum, maupun teks-teks sastra yang dibaca dengan sangat teliti dan mendalam.Kejernihan ini membuat kita yang membacanya akan bisa merasakan bahwa karya-karya yang dikritisi/diapresiasi oleh penulis memiliki makna yang luas dengan pandangan dan tafsirnya sendiri. Danardana tak membedakan mana karya yang ditulis oleh penulis "tua dan berpengalaman" maupun penulis "muda dan masih perlu belajar", semua dilihatnya dengan metode dan paradigma yang sama, sehingga karya kritik/apresiasi yang dihasilkan juga seimbang.Buku ini menjadi sangat penting bagi pengayaan dunia kritik/apresiasi sastra/fiksi kita di tengah semakin sulitnya kita menemukan karya kritik sastra/fiksi di tengah "bulan madu" karya fiksi/sastra yang dihasilkan oleh pengarang-pengarang kita. Model-model kritik/apresiasi yang sangat beragam juga akan membantu kita untuk memahami karya-karya sastra/fiksi dari berbagai sudut pandang dan sudut tafsir. Buku ini penting bagi siapapun: baik masyarakat umum yang baru mengenal sastra, mahasiswa yang kuliah di jurusan sastra, Mahasiswa yang tidak kuliah di jurusan sastra tetapi suka dengan sastra, guru-guru bahasa Indonesia dan sastra di sekolah-sekolah, atau masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia sastra/fiksi

SMP KLS 7 BAHASA INDONESIA 1 KTSP 2006 HVS 1

Buku bahasa Indonesia ini mencakup 4 aspek keterampilan berbahasa dan bersastra (Mendengarkan, Berbicara, Membaca, dan Menulis). Keempat aspek disajikan secara terpadu dalam setiap pelajaran. Beberapa karakteristik yang membedakan buku ini dengan buku pelajaran bahasa Indonesia lainnya adalah sebagai berikut:+ Di setiap awal pelajaran, disajikan pemetaan materi keterampilan berbahasa dan bersastra. Pemetaan ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa untuk mengetahui materi-materi yang akan dipelajari dalam setiap pelajarannya.+ Setiap pelajaran terdiri atas 4 bagian (Bagian Kesatu, Bagian Kedua, Bagian Ketiga, dan Bagian Keempat) yang masing-masing menyajikan salah satu dari 4 aspek keterampilan berbahasa. Selanjutnya, setiap bagian tersebut terbagi menjadi 3 tahap kegiatan, yaitu KEGIATAN AWAL, KEGIATAN INTI, DAN KEGIATAN LANJUTAN.* KEGIATAN AWAL, menyajikan materi dan kegiatan yang bersifat apersepsi atau pengantar sebelum siswa mempelajari KEGIATAN INTI* KEGIATAN INTI, menyajikan materi dan kegiatan yang sesuai dengan tuntuntan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi 2006* KEGIATAN LANJUTAN, menyajikan materi dan kegiatan tambahan untuk melatih siswa lebih kreatif dan terampil setelah mengikuti KEGIATAN INTI.+ Buku ini lebih menekankan pada keterampilan berbahasa dan bersastra daripada penguasaan teori-teori kebahasaan. Oleh karena itu, buku ini lebih banyak mengajak siswa melakukan berbagai kegiatan kreatif dalam berbahasa dan bersastra. Semua kegiatan kreatif tersebut dirancang secara variatif dan menarik...

Musketeer Siblings: Membangun Persaudaraan yang Akur dan Kompak di antara Anak-Anak Anda

"One for All, and All for One"Seperti The Three Musketeers yang kompak dan saling menjaga, demikianlah idealnya hubungan kakak beradik. Bagaimana membimbing anak-anak Anda agar menjadi Musketeer Siblings?Temukan jawabannya dalam buku ini.Sangat komprehensif dalam membahas peran penting orangtua untuk menanamkan jalinan persaudaraan yang indah di antara kakak dan adik di dalam sebuah keluarga.Seto Mulyadi, Pemerhati AnakTulisannya penuh inspirasi yang akan menyentakkan kesadaran kita sebagai orangtua yang semestinya adil tetapi kurang memahami bagaimana cara praktisnya.Jakoep Ezra, Character SpecialistDengan membaca buku ini, kita menjadi tahu apa saja yang perlu kita ajarkan pada anak-anak agar kelak mereka berhasil, membahagiakan orangtua, dan menjadi berkat bagi saudara kandung mereka.Julianto Simanjuntak, Ahli Konseling KeluargaDessy Kristiana adalah seorang Parenting Trainer dan Certified Behavior Consultant. Memiliki passion untuk memperlengkapi para orangtua dalam mempersiapkan generasi mendatang agar melesat ke sasaran uniknya masing-masing dengan mentalitas yang baik dan benar (Archer Parenting). Melayani sebagai pembina komunitas anak dan remaja sejak tahun 2000 hingga sekarang. Selain menjadi narasumber di bidang Parenting, ibu dari Albert, Edrick & Arlynn ini juga adalah pembicara inspirasi tentang pembelajaran hidup dan hubungan dengan Sang Sumber Kehidupan.Dessy dapat dihubungi melalui www.archerparenting.com

Sekularisasi Ditinjau Kembali (Agama dan Politik di Dunia Dewasa Ini)

Buku ini istimewa karena bersandar pada riset yang ketat secara ilmiah dengan cakupan wilayah terbesar sepanjang sejarah ilmu sosial. Temuannya mencerahkan. Wajib dibaca oleh ilmuwan dan pengamat sosial serta pengambil kebijakan. Saiful Mujani, Direktur Eksekutif LSI***Para pemikir sosial abad ke-19, semisal Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Max Weber, Karl Marx, dan Sigmund Freud, memprediksi agama akan memudar dan mengalami disfungsi dalam masyarakat industri. Sepanjang abad ke-20, keyakinan agama lenyap dan digantikan kearifan konvensional dalam ilmu pengetahuan. Inilah inti teori sekularisasi yang sangat dominan di dunia modern.Namun, beberapa dekade terakhir, tesis redupnya pesona agama ini kian mendapati kritik. Kenyataannya, agama saat ini tidak benar-benar mati dan tidak pula kehilangan sisi pentingnya. Hal ini tampak dari kian menguatnya religiusitas di Amerika Serikat, munculnya spiritualitas New Age di Eropa Barat, maraknya gerakan fundamentalis dan partai keagamaan di dunia Muslim, serta menyeruaknya konflik etno-religius di kancah internasional.Apakah sekularisasi sudah tamat? Jawabnya, tidak! Namun demikian, teori lama tentang sekularisasi mesti diuji kembali dan diperbarui. Dan, buku ini menyajikan kontroversi teori baru ihwal sekularisasi. Didukung fakta-fakta hasil survei World Values Survey terhadap hampir 80 masyarakat di seluruh dunia, karya ini penting bagi siapa pun yang tertarik pada isu-isu agama, sosial, opini publik, perilaku politik, psikologi sosial, hubungan internasional, dan perubahan budaya.*** Norris dan Inglehart menyodori kita standar emas ilmu sosial. Steve Bruce, University of AberdeenPendekatan interdisipliner dalam studi ini mampu menghasilkan laporan yang berbeda dan merangsang pikiran mengenai hubungan kontemporer antara agama dan perkembangan ekonomi. Rachel M. McCleary, Harvard UniversityBuku yang sangat bagus merupakan capaian besar di bidang riset empirik, sekaligus memberi kontribusi penting bagi dunia teori. David Voas, University of ManchesterArgumen-argumen dalam buku ini kontroversial, dan karena itu pasti mendorong para ilmuwan politik dan sosiolog untuk menyangkalnya. Clyde Wilcox, Georgetown University*** Pippa Norris adalah ilmuwan politik dengan fokus kajian pada demokrasi dan pemerintahan, opini publik dan pemilu, komunikasi politik, dan jender. Saat ini, dia menjabat Direktur Democratic Governance Group di UNDP, sembari mengajar di John F. Kennedy School of Government, Harvard University. Norris menulis lebih dari 30 buku, antara lain Digital Divide and a Virtuous Circle (buku terbaik bidang komunikasi politik pada The Doris A. Graber Prize 2006); Radical Right: Voters and Parties in the Electoral Marketplace; Critical Citizens; The Politics of News; Elections and Voting Behaviour; dan Women, Media, and Politics; Comparing Democracies.Ronald Inglehart adalah ilmuwan politik dari University of Michigan. Ia menekuni riset di bidang perubahan kultural. Profesor Inglehart kini menjabat Direktur World Values Survey, sebuah jaringan survei publik berskala internasional bagi ilmuwan sosial dengan perwakilan nasional di lebih dari 80 masyarakat dunia. Karya-karyanya, antara lain Modernization and Postmodernization (1997); Human Values and Beliefs (1998); Rising Tide: Gender Equality and Cultural Change Around the World (2003); Islam, Gender, Culture, and Democracy (2004); Modernization, Cultural Change, and Democracy (2005).

Manajemen Reputasi

Reputasi kini dipercaya sebagai senjata ampuh yang dian sakti dalam menjaga dan memelihara eksistensi se! organisasi, bahkan diyakini sebagai salah satu penjamin untuk tetap tercapainya pertumbuhan di tengah turbulensi ketatnya persaingan dunia usaha.Dahulu, para penggiat komunikasi dan korporasi mengandalkan citra (image) dan menempatkannya sebagai orie capaian utama atau semacam ultimate goal pada segala kiprah yang dilakukannya. Kini, mereka beralih pada persoalan terbangunnya "nama baik" atau reputasi (reputation) sebagai titik tumpu harapan hidup dan berkembangnya organisasi.Membangun reputasi tidaktah mudah, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mernbangunnya, tetapi hanya diperlukan beberapa detik saja untuk menghancurkannya. Lama atau panjangnya waktu yang dibutuhkan dalam membangun reputasi adaiah karena ia dihasilkan atas kinerja (performance) yang memerlukan proses panjang, juga karena ia ditelaah berdasarkan perilaku, sepak terjang, atau segala tindakan (behavior) yang tidak mungkin dUakukan dalam waktu singkat.Lebih dari itu, reputasi hanya bisa terbangun bila kinerja dan perilaku atau tindakan tersebut dikomunikasikan secara terus-menerus kepada segenap konstituen, yaitu semua unsur yang menjadi bagian penting bagi organisasi, seperti para anggota, pendukung, atau para pemilihnya. Lalu, bagaimana caranya sebuah perusahaan/organisasi membangun, mempertahankan, dan memperbaiki reputasi yang sudah hancur/runtuh?Buku ini menjelaskan apa dan bagaimana manajemen reputasi. Mulai dari teori dan konsep manajemen reputasi, hukum atau aturan tetap dan mengikat dalam reputasi korporat, fenomena dan strategi baru manajemen reputasi, sampai pemetaan komponen reputasi korporat berdasarkan  kepentingan stakeholders. Karena itu, buku ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa atau kalangan akademisi di bidang komunikasi (khususnya humas/public relations), para praktisi dunia usaha yang concern terhadap reputasi institusi, serta siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan organisasi.

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?