100 Menu untuk Optimalkan Pertumbuhan dan Kecerdasan Bayi ala Rita Ramayulis

KETIKA anak berusia di atas 3 tahun, biasanya muncul keluhan seperti ini dari para ibu: Kok anak saya suka pilih makanan, tidak suka sayuran, makanan diemut, tidak nafsu maan, berat badan kurus, tinggi badan di bawah rata-rata, lesu, letih, lelah bahkan lemot dan terkesan tidak pintar. Atau sebaliknya makan tidak terkontrol, tidak mengenal rasa kenyang, berat badan berlebih dst. Keluhan seperti itu tidak akan pernah terjadi jika para ibu tepat dalam memberi makanan saat periode emas yaitu usia bayi hingga usia 2 tahun. Pertumbuhan otak anak usia 2 tahun telah mencapai 70% orang dewasa dan tinggi badan anak usia 2 tahun menggambarkan tinggi badannya saat dewasa karena pada umumnya tinggi badan usia dewasa = 2 kali tinggi badan ketika berusia 2 tahun. Buku ini berisi tentang makanan yang tepat untuk anak mulai usia 6 bulan, 8 bulan dan usia 1 tahun. Seluruh padu padan makanannya dilengkapi dengan resep dan kandungan zat gizi makro dan mikro untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan anak. Besar porsinya disesuaikan untuk setiap kelompok umur bayi dan anak serta jadua pemberiannya diatur sedemikian rupa yang terdiri dari makanan utama dan makanan selingan.Buku 100 Menu untuk Optimalkan Pertumbuhan dan Kecerdasan Bayi dan Anak ini tidak hanya menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi bayi dan anak, tetapi juga untuk melatih anak untuk bisa mengenal semua rasa makanan, sehingga buku ini juga dilengkapi dengan resep nger food. Satu hal lagi yang istimewa pada buku ini adalah terdapat petunjuk praktis dalam menyiapkan hidangan untuk bayi dan anak terutama untuk ibu yang bekerja dan berbagai olahan makanan bayi dan anak yang pengerjaannya praktis namun tetap memenuhi unsur gizi dan cita rasa.

GAME OVER CLUB: Falling in Love

SinopsisSial buat siapa aja yang jadi target Game Over! Dia bakal dibikin jatuh cinta sama anggota geng rahasia yang isinya cowok-cowok SMA Tabula Rasa. Mereka ganteng, tinggi, keren, pokoknya kriteriayang sempurna banget, sayangnya, nakal dan preman! Walau preman, mereka jago berkelahi. Kali ini yang menjadi target taruhan geng itu bernama Vera Harmonita, murid angkatan baru. Hobinya ngintipin cogan yang lagi manasin motor di garasi rumah, namanya Sean. Kenapa Vera suka sama Sean? Karena dia gan Eh, tapi, ada gosip menyebar bahwa Sean masuk dalam pemain Game Over. Vera mulai khawatir. Apakah mungkin, akhir-akhir ini Sean mendekatinya karena misi itu? Mungkinkah Sean tega menjatuhkannya dengan begitu keras, setelah melambungkanperasaannya tinggi-tinggi?Keunggulan BukuGame Over ber-viewers lebih dari 2 juta dengan pertumbuhan jumlah viewers sekitar 1 juta per bulan.Follower Sirhayani: WP: 248K, IG: 18,1K (Desember 2019)Sirhayani merupakan penulis buku best seller True Stalker (2017) Alurnya bener-bener enggak ketebak! Aku mikir A, eh, ternyata B. Bahasanya gampang dimengerti, ceritanya enggak mainstream! Tipe cerita yang enggak bisa dilupain walau bacanya udah lama.Alealeswift, pembacaPertama kali aku nemuin cerita ini karena penelusuran di kolom rekomendasi. Eh, beneran bagus dan membuat kecanduan! Begitu baca satu part, malah ketagihan terus, scroll terusss, dan enggak kerasa sampai part akhir.Putridjia, pembaca

Sosiologi Hukum : Kajian Hukum secara Sosiologis

Sosiologi Hukum bertujuan menjelaskan secara praktis bekerjanya sosiologi hukum. Kajian sosiologi hukum tidak hanya mengkaji hukum secara normatif, akan tetapi dikaitkan dengan gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan anggapan bahwa hukum lahir dari kontrak sosial, yakni kesepakatan yang dibuat oleh anggota masyarakat untuk mempertahankan nilai. Tiada hukum tanpa masyarakat. Karena hukum tercipta dan diciptakan oleh masyarakat untuk dijadikan pedoman bertingkahlaku anggota masyarakat dalam hubungannya dengan sesamanya. Selain itu, tentunya untuk menjaga keutuhan masyarakat itu sendiri. Selanjutnya, karena masyarakat mempunyai ciri dan pengalaman yang berbeda-beda, hukum pun akan berbeda-beda pula dalam setiap masyarakat. Hal ini disebabkan masyarakat mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan nilai-nilai yang berbeda-beda. Perkembangan dari masyarakat itu sendiri selanjutnya berkaitan dengan perubahan-perubahan hukum yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.Sosiologi hukum mengkaji hukum yang hidup dalam masyarakat. Apakah hukum yang dipakai oleh anggota masyarakat tersebut sesuai atau tidak dengan hukum positif yang berlaku? Jika hukum positif tidak dijalankan, mengapa bisa demikian? Sebagai contoh kita perhatikan rambu lampu pengatur lalu lintas. Menurut aturan (hukum) lampu kuning hati-hati atau pelan-pelan karena sebentar lagi akan menyala lampu merah dimana kendaraan harus berhenti. Akan tetapi justru pada umumnya kita melihat ketika lampu kuning menyala, kendaraan pada umumnya tancap gas. Malah jika ada kendaraan yang pelan-pelan akan diklakson oleh kendaraan yang berada di belakangnya. Polisi juga tidak bereaksi pada kejadian tersebut. Ini menunjukkan bahwa hukum yang berlaku dalam masyarakat tidak sesuai dengan hukum positifnya. 

Refi- AI Agent
Halo Kak! Ada yang bisa saya bantu?