Tahun 1965-1966 di era yang sangat bergemuruh itu penuh Guntur dan beledek politik Chairil Anwar solah hidup kembali dalam sosok Iwan Simatupang seorang peziarah di ruang sunyi kamar 52 Hotel Salak Bogor.Ia bikin perhitungan dengan Bung Karno. Ia memuji dan memuja BK setinggi langit karena cinta yang tak berbatas- tetapi juga mengkeritiknya dengan tajam-juga karena cinta tak berbatas.Iwan Simatupang sastrawan penting angkatan 65 reinkarnasi Chairil angkatan 45 menggugat garis politik Presiden Sukarno sebagai SANG PERAGU (ke dalam negeri) meski keluar (negeri) GALAK-nya bukan main.Semoga kita yang hidup di era demokrasi kini dapat belajar dari masa itu Galaknya keluar kita ambil agar kita tidak dilecehkan negeri lain. Ragunya kita buang demi kesejahteraan rakyat. Sebab hakekat pemimpin adalah Salus Populi Suprema Lex (Kesejahteraan Rakyat adalah Hukum Tertinggi).
Referensikan kembali link ini dan dapatkan bonus poin
Beli produk pada link ini dan dapatkan cashback senilai: 2520
Dapatkan bonus sebesar 500 poin untuk pelanggan baru cukup dengan login google