Ah, orang-orang kota itu aneh sekali, ujar hatinya. Kenapa hanya untuk urusan BAB aja harus pake acara duduk segala? Bikin susah sendiri aja. Bikin masalah aja. Mending jongkok. Tak menyiksa. Lancar sekali,.Begitulah Sumirah.***Sumirah yang lugu. Sumirah yang lucu. Sumirah kembang desa Paponan. Yazid, seorang pemuda Jakarta yang baik, tampan, kaya, dan terhormat, terpesona melihat Sumirah. Sumirah pun jatuh hati kepada Yazid. Mereka menikah. Ketika itu, Yazid yakin sekali dengan pilihannya.Tetapi, Sum ternyata sangat ndeso. Keluguannya tidak lagi lucu. Kecantikannya tersaput tingkah yang sering menorehkan rasa malu. Membuat Yazid tidak lagi percaya diri mendampinginya. Saat itulah, muncul Neneng, gadis yang pernah mencintai Yazid. Kehadiran Neneng rupanya menimbulkan riak dalam pernikahan Sumirah dan Yazid.Bagaimana Yazid menghadapi kegalauan hatinya? Benarkah maksud kehadiran Neneng masih untuk mendapatkan cinta Yazid? Dan, bagaimana dengan Sumirah? Mampukah gadis desa yang ndeso itu bertahan di tengah hiruk pikuk kota Jakarta?Dinarasikan dengan lincah dalam bahasa yang kocak, kisah romantis dalam novel ini akan membuat Anda semakin mampu memaknai kebaikan dalam tiap manusia untuk menemukan cinta. Selamat merenungi cinta dalam tawa!
Referensikan kembali link ini dan dapatkan bonus poin
Beli produk pada link ini dan dapatkan cashback senilai: 1656
Dapatkan bonus sebesar 500 poin untuk pelanggan baru cukup dengan login google